Investasi Global Terus Mengalir ke IKN

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak lokasi perkantoran di IKN. (Sumber/Google)

Tampak lokasi perkantoran di IKN. (Sumber/Google)

JAKARTA,JS- Arus investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) terus meningkat. Dari waktu ke waktu, komitmen pendanaan berdatangan dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Timur Tengah hingga Amerika Serikat. Situasi ini menegaskan posisi Nusantara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengusung konsep hijau dan digital.

Catatan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menunjukkan investasi swasta murni telah mencapai Rp72 triliun hingga awal 2026. Sebanyak 57 perusahaan secara aktif ikut membangun kawasan inti pemerintahan beserta wilayah penyangganya.

OIKN Tegaskan Kepercayaan Investor Meningkat

Pada fase ini, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menilai lonjakan investasi sebagai bukti meningkatnya kepercayaan dunia usaha. Menurutnya, para investor melihat kepastian regulasi dan arah pembangunan yang jelas di Nusantara.

“Hingga awal 2026, 57 perusahaan telah menanamkan komitmen investasi swasta murni sebesar Rp72 triliun. Angka ini mencerminkan keyakinan kuat pelaku usaha terhadap masa depan Nusantara,” ujar Basuki, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga :  ASN Pindah ke IKN, Ini Fasilitas yang Disiapkan Pemerintah

Lebih lanjut, Basuki menekankan bahwa kehadiran langsung Presiden dan Wakil Presiden di kawasan proyek memperkuat keyakinan investor terhadap keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

Amerika Dorong Percepatan Kota Cerdas

Selain investasi swasta, dukungan internasional juga mengalir dari Amerika Serikat. Pemerintah AS mengucurkan hibah US$2,49 juta atau setara Rp40,18 miliar melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA).

Melalui hibah ini, OIKN mempercepat pengembangan solusi kota cerdas di Nusantara. OIKN memanfaatkan dana tersebut untuk menyusun cetak biru infrastruktur digital terintegrasi yang siap menarik investor global.

Basuki menegaskan bahwa Nusantara sejak awal mengusung visi kota hijau, berkelanjutan, dan cerdas. Oleh karena itu, asistensi teknis mencakup arsitektur kota cerdas, dokumen lelang siap pakai, serta skema investasi berbasis prinsip ESG.

Nusantara Siap Melangkah ke Era Cognitive City

Sejalan dengan visi tersebut, konsorsium internasional memimpin proyek pengembangan kota cerdas dengan dukungan teknologi Google Cloud Platform.

Para pengembang melihat Nusantara memiliki peluang besar untuk melampaui konsep smart city konvensional. Dengan penerapan kecerdasan buatan adaptif, sistem layanan publik dapat merespons kebutuhan masyarakat secara kontekstual dan real time.

Baca Juga :  Prabowo Promosikan Program MBG di Forum Bisnis AS

Pendekatan ini berpotensi menempatkan Nusantara sebagai rujukan global pengembangan kota masa depan.

Investor Dubai Tanam Modal di KIPP

Sementara itu, arus investasi dari Timur Tengah terus menguat. Perusahaan konstruksi dan real estat asal Dubai, Ayedh Dejem Group, menyatakan komitmen investasi sekitar Rp4 triliun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A.

OIKN dan Ayedh Dejem Group menandatangani kesepakatan tersebut di Dubai pada 23 Januari 2026. Kesepakatan ini melanjutkan kerja sama yang telah kedua pihak rintis sejak 2025.

Investor asal Uni Emirat Arab itu mengembangkan lahan seluas 9,7 hektare di kawasan premium KIPP 1A, bersebelahan dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.

Kawasan Terpadu Jadi Fokus Pengembangan

Dalam proyek ini, investor memprioritaskan pembangunan perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan, serta fasilitas ibadah. OIKN menargetkan pembangunan fisik mulai berjalan pada pertengahan 2027 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar lima tahun.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara

Para investor menilai stabilitas ekonomi Indonesia dan prospek jangka panjang Nusantara sebagai faktor utama keputusan ekspansi bisnis.

Investor Lokal Perkuat Ekosistem Kota

Pada saat yang sama, OIKN terus mendorong partisipasi investor domestik. OIKN menandatangani tiga perjanjian kerja sama baru dengan perusahaan nasional untuk membangun pusat belanja, kawasan kuliner, dan fasilitas olahraga di KIPP 1A dan 1C.

Basuki menegaskan bahwa fasilitas tersebut akan memenuhi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang mulai menetap di Nusantara. Dengan cara ini, aktivitas ekonomi dapat tumbuh sejak tahap awal pemindahan ibu kota.

Nusantara Berubah Menjadi Magnet Investasi Global

Ke depan, OIKN berkomitmen menjaga momentum investasi dengan menyederhanakan perizinan dan memberikan pendampingan intensif kepada investor. OIKN menargetkan setiap komitmen investasi segera berlanjut ke tahap konstruksi.

Pada akhirnya, derasnya modal dari Amerika hingga Timur Tengah, ditambah partisipasi kuat investor domestik, menandai perubahan besar Nusantara. IKN kini bertransformasi dari proyek pemindahan ibu kota menjadi magnet investasi global dan fondasi pusat peradaban baru Indonesia.(*)

Berita Terkait

Tagihan Listrik Mendadak Naik?, Begini Cara Cek Pemakaian Listrik Lewat PLN Mobile
Parkir QRIS Jadi Solusi Modern, Bisakah Sistem Ini Diterapkan di Jambi?
Update Jadwal Terbaru, Syarat, dan Cara Daftar Terbaru Seleksi CPNS 2026
Target Meleset! Baru 13,5 Juta Wajib Pajak Lapor SPT 2025, Denda dan Coretax Jadi Sorotan
Resmi! Gaji Ke-13 Pensiunan Dibayarkan Pekan Ini, Golongan Tertinggi Terima Hingga Rp4,95 Juta
Guru PPPK dan PNS Wajib Tahu, Ini Dampak Aturan Baru Terhadap Tunjangan dan Masa Kerja
Harga BBM Pertamina Hari Ini Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkap per Liter di Seluruh Indonesia
Berlaku Hari ini, Ekspor Satu Pintu bagi Batubara, CPO, dan Ferro Alloy
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:31 WIB

Tagihan Listrik Mendadak Naik?, Begini Cara Cek Pemakaian Listrik Lewat PLN Mobile

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:00 WIB

Update Jadwal Terbaru, Syarat, dan Cara Daftar Terbaru Seleksi CPNS 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00 WIB

Target Meleset! Baru 13,5 Juta Wajib Pajak Lapor SPT 2025, Denda dan Coretax Jadi Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 15:32 WIB

Resmi! Gaji Ke-13 Pensiunan Dibayarkan Pekan Ini, Golongan Tertinggi Terima Hingga Rp4,95 Juta

Senin, 1 Juni 2026 - 13:03 WIB

Guru PPPK dan PNS Wajib Tahu, Ini Dampak Aturan Baru Terhadap Tunjangan dan Masa Kerja

Berita Terbaru