BISNIS,JS- Produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas berpeluang besar menarik minat investor, terutama di tengah volatilitas pasar global yang mendorong pencarian aset safe haven. Kenaikan harga emas serta popularitas investasi nabung emas membuka peluang besar bagi ETF emas untuk sukses.
Minat Investor pada ETF Mulai Menguat
Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menyatakan minat investor terhadap ETF konvensional selama ini tergolong rendah karena kinerjanya biasa-biasa saja. Namun, ETF yang underlying asset-nya berupa emas menampilkan situasi berbeda. “Harga emas naik sekitar 160% dalam dua tahun terakhir. Dengan akses ke 20 juta nasabah reksadana, produk ini berpeluang sukses besar,” ujar Wawan.
Selain itu, Wawan menambahkan, ETF emas menawarkan fleksibilitas bagi investor yang ingin investasi dengan modal rendah, misalnya di bawah Rp100.000, tanpa mengurangi keamanan maupun likuiditas.
Kemudahan dan Likuiditas Jadi Daya Tarik
Wawan menekankan ETF emas menjadi alternatif menarik dibanding membeli emas fisik, karena investor tidak perlu menyimpan fisik emas. ETF ini juga memberikan kemudahan transaksi harian dan transparansi nilai emas secara rutin.
Lebih jauh, Wawan memproyeksikan dana kelolaan ETF emas bisa mencapai Rp5 triliun pada tahun pertama peluncuran. “Produk ini berbentuk reksadana dengan kontrak KIK, sehingga investor ritel maupun institusi bisa berpartisipasi,” jelasnya.
Investment Analyst Infovesta, Ekky Topan, menambahkan ETF emas menawarkan proposisi nilai yang lebih jelas dibanding ETF berbasis saham atau sektor tertentu. Menurut Ekky, investor lebih mudah memahami kegunaan ETF emas karena eksposurnya langsung ke aset safe haven.
Selain itu, ETF emas memungkinkan investor mengakses emas tanpa memegang fisik, menjaga kemurnian terverifikasi, dan tetap mendapatkan likuiditas melalui Dealer Partisipan. Dengan demikian, investor bisa menyesuaikan porsi emas di portofolio sesuai profil risiko maupun strategi hedging.
Tantangan Edukasi Masih Menjadi Kunci
Meski potensi ETF emas tinggi, edukasi pasar tetap menjadi faktor penting. Investor ritel selama ini lebih sering mendapat eksposur emas melalui saham pertambangan. Ekky menekankan perlunya pemahaman mendalam agar investor mengetahui perbedaan antara ETF emas dan saham terkait.
Bagi investor institusi, tantangan muncul pada mandat investasi dan regulasi internal. Tidak semua institusi memiliki kebijakan yang mendukung investasi ke ETF, sehingga adopsinya diperkirakan berjalan bertahap. Ekky menambahkan, edukasi dan pembiasaan investasi menjadi kunci keberhasilan produk ini di pasar.
Relevansi ETF Emas di Tengah Volatilitas Pasar
Di tengah gejolak pasar, ETF emas semakin relevan sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Investor ritel maupun institusi bisa mengatur alokasi emas secara presisi dan fleksibel, sekaligus memanfaatkan emas sebagai perlindungan nilai dari fluktuasi pasar global.
Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)









