BISNIS,JS- Investor asing kembali membanjiri pasar saham Indonesia, walaupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan. Aksi beli ini menunjukkan optimisme terhadap prospek pasar saham nasional pasca-reformasi pasar modal.
Net Buy Asing Tembus Rp3,44 Triliun
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa (3/3/2026), investor asing mencatat net buy senilai Rp3,44 triliun, jumlah terbesar sejak Oktober 2025. IHSG menurun 0,96% ke level 7.939,76, mencatat penurunan 8,18% sejak awal tahun (YTD).
Fenomena ini menunjukkan meski indeks melemah, investor global tetap melihat peluang di saham-saham unggulan Indonesia.
Reformasi Pasar Modal Tingkatkan Kepercayaan Investor
Kembalinya investor asing terjadi bersamaan dengan serangkaian reformasi pasar modal. Pemerintah menekankan transparansi perdagangan saham dan kemudahan investasi.
Setelah aksi jual asing pada Januari 2026 akibat pengumuman MSCI yang menurunkan status Indonesia menjadi pasar frontier, otoritas pasar modal menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret:
- Menurunkan ambang batas keterbukaan kepemilikan saham menjadi 1%.
- Meningkatkan free float minimal menjadi 15%.
Reformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor global dan menjaga arus masuk modal asing tetap stabil.
Citigroup Apresiasi Langkah Otoritas
Analis Citigroup Inc., Ferry Wong, menilai langkah BEI memberi kejelasan lebih besar bagi investor. Menurut Wong, pengungkapan ultimate beneficial ownership di atas ambang 1% telah rampung dan berlaku efektif.
“Langkah ini mengurangi ketidakpastian likuiditas dan memperkuat kemungkinan emiten utama Indonesia masuk indeks MSCI,” ujarnya, dikutip Bloomberg, Rabu (4/3/2026).
Dengan kondisi ini, investor kini akan terus memantau apakah reformasi tersebut cukup untuk menjaga dukungan MSCI dan memperkuat arus masuk modal asing ke pasar saham Indonesia.(*)









