Jalan Rusak Parah di Renah Pemetik Kerinci Picu Kerugian Petani, Warga Desak Aksi Nyata Pemerintah

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak jalan Renah Pemetik dalam Kondisi rusak parah, Warga Minta Pemkab Segera lakukan perbaikan.

Tampak jalan Renah Pemetik dalam Kondisi rusak parah, Warga Minta Pemkab Segera lakukan perbaikan.

KERINCI,JS- Kondisi jalan menuju Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, kini semakin memprihatinkan. Warga setempat terus menghadapi kerusakan jalan yang belum kunjung mendapat perbaikan permanen.

Jalan tersebut memegang peran vital sebagai akses utama masyarakat. Warga menggunakannya untuk mengangkut hasil perkebunan, beraktivitas ekonomi, hingga kebutuhan transportasi harian. Namun hingga saat ini, pemerintah belum menunjukkan langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan secara menyeluruh.

Akibatnya, mobilitas warga terganggu dan aktivitas ekonomi mengalami penurunan signifikan.

Warga Kecewa, Janji Perbaikan Tak Kunjung Terwujud

Soni, salah satu warga Renah Pemetik, secara tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan jalan rusak tersebut.

Ia menilai pemerintah daerah hanya memberikan janji tanpa realisasi nyata. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama dan terus berulang setiap tahun.

“Dari dulu selalu ada janji perbaikan, tapi sampai sekarang jalan tetap rusak,” ungkapnya.

Selain itu, warga menilai janji perbaikan sering muncul saat momentum politik, seperti kampanye. Namun setelah itu, perhatian terhadap jalan tersebut kembali menghilang.

Situasi ini membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap komitmen pembangunan infrastruktur di daerah mereka.

Baca Juga :  RS Bukit Kerman Kini Layani Rawat Inap, Warga Kerinci Tak Perlu Berobat Jauh Lagi

Dampak Langsung ke Ekonomi Petani

Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga, khususnya petani.

Sebagian besar masyarakat Renah Pemetik menggantungkan hidup pada sektor perkebunan. Mereka harus mengangkut hasil panen melalui jalan yang rusak parah, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan.

Akibatnya, biaya distribusi meningkat karena kendaraan sering mengalami kerusakan. Selain itu, waktu tempuh menjadi lebih lama sehingga menurunkan kualitas hasil panen.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menekan pendapatan petani dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa.

Perbaikan Sementara Dinilai Tidak Efektif

Selama ini, Dinas PUPR Kabupaten Kerinci memang telah melakukan sejumlah upaya perbaikan. Namun langkah tersebut hanya bersifat sementara, seperti penimbunan dan pengerasan jalan.

Sayangnya, metode tersebut tidak mampu bertahan lama, terutama saat musim hujan. Jalan kembali rusak dan bahkan semakin parah karena struktur dasar yang tidak diperkuat secara permanen.

Warga menilai solusi darurat tidak cukup untuk mengatasi masalah yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Pemerintah Pernah Tinjau Lokasi, Tapi Belum Ada Realisasi

Menariknya, warga mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat daerah, termasuk pimpinan daerah, pernah mengunjungi Renah Pemetik. Mereka bahkan sempat bermalam di lokasi tersebut.

Kunjungan itu seharusnya memberi gambaran langsung tentang kondisi jalan yang rusak. Namun hingga kini, masyarakat belum melihat adanya tindak lanjut nyata dari hasil kunjungan tersebut.

Hal ini semakin memperkuat persepsi warga bahwa penanganan infrastruktur belum menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Harga Kopi Melonjak, Pencurian Kebun Meningkat! Petani Kerinci Rela Menginap di Pondok Demi Amankan Hasil Panen

Harapan Besar pada Pemerintah Provinsi

Melihat keterbatasan anggaran pemerintah kabupaten, warga kini berharap Pemerintah Provinsi Jambi ikut turun tangan.

Mereka menilai perbaikan jalan Renah Pemetik membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar agar bisa dilakukan secara permanen dan berkualitas.

Selain itu, perbaikan infrastruktur ini tidak hanya berdampak pada satu desa, tetapi juga berpengaruh pada konektivitas wilayah dan distribusi hasil pertanian di tingkat regional.

Dengan kondisi jalan yang baik, akses ekonomi akan meningkat, biaya logistik menurun, dan kesejahteraan masyarakat bisa terdongkrak.

Urgensi Perbaikan Infrastruktur di Daerah

Kasus jalan rusak di Renah Pemetik mencerminkan masalah yang lebih luas terkait pembangunan infrastruktur di daerah.

Pemerintah perlu mengambil langkah strategis dan berkelanjutan, bukan hanya solusi sementara. Infrastruktur yang baik menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Selain itu, pembangunan jalan juga berperan penting dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Kesimpulan: Saatnya Aksi Nyata, Bukan Sekadar Janji

Warga Renah Pemetik tidak lagi membutuhkan janji. Mereka membutuhkan aksi nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya.

Perbaikan jalan secara permanen akan membuka akses ekonomi, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Kini, semua mata tertuju pada pemerintah daerah dan provinsi. Apakah mereka akan segera bertindak, atau kembali membiarkan masalah ini berlarut-larut?

Yang jelas, masyarakat berharap perubahan nyata segera terwujud demi masa depan yang lebih baik.(AN)

Editor : Aan Pratama

Berita Terkait

Jadwal Penggiliran Air Perumda Air Minum Tirta Khayangan Resmi Berlaku, Warga Diminta Menghemat Air
Seleksi CPNS Sungai Penuh 2026! Pemkot Usulkan 31 Formasi, Ada Dokter Spesialis dan Dokter Umum
100 Warga Miskin Terima Bantuan Sembako, Bupati Hurmin dan TNI Perkuat Program Sosial di Sarolangun
Wako Alfin Kukuhkan Pengurus Dharma Wanita Sungai Penuh 2024–2029, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan SDM Menuju Kota Juara 2030
Ciptakan Pasar Lebih Luas, Ketua Dekranasda Terus Promosikan UMKM Sungai Penuh Disela-sela Kunjungannya Ke Luar Daerah
Kota Sungai Penuh Siapkan RDTR 2046, Sekda Alpian: Pembangunan Harus Sejalan dengan Kelestarian Lingkungan
Over Kapasitas! Jumlah Guru di Sungai Penuh Melebihi Kebutuhan, BKPSDM Perketat Mutasi Sekolah
Viral! Perempuan Asal Kerinci Penumpang Travel Diturunkan di Tengah Jalan Saat Hujan, Keluarga Protes
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:01 WIB

Jadwal Penggiliran Air Perumda Air Minum Tirta Khayangan Resmi Berlaku, Warga Diminta Menghemat Air

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:02 WIB

Seleksi CPNS Sungai Penuh 2026! Pemkot Usulkan 31 Formasi, Ada Dokter Spesialis dan Dokter Umum

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:01 WIB

100 Warga Miskin Terima Bantuan Sembako, Bupati Hurmin dan TNI Perkuat Program Sosial di Sarolangun

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:31 WIB

Wako Alfin Kukuhkan Pengurus Dharma Wanita Sungai Penuh 2024–2029, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan SDM Menuju Kota Juara 2030

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:02 WIB

Ciptakan Pasar Lebih Luas, Ketua Dekranasda Terus Promosikan UMKM Sungai Penuh Disela-sela Kunjungannya Ke Luar Daerah

Berita Terbaru