KERINCI,JS- Kondisi jalan menuju Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, kini semakin memprihatinkan. Warga setempat terus menghadapi kerusakan jalan yang belum kunjung mendapat perbaikan permanen.
Jalan tersebut memegang peran vital sebagai akses utama masyarakat. Warga menggunakannya untuk mengangkut hasil perkebunan, beraktivitas ekonomi, hingga kebutuhan transportasi harian. Namun hingga saat ini, pemerintah belum menunjukkan langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan secara menyeluruh.
Akibatnya, mobilitas warga terganggu dan aktivitas ekonomi mengalami penurunan signifikan.
Warga Kecewa, Janji Perbaikan Tak Kunjung Terwujud
Soni, salah satu warga Renah Pemetik, secara tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan jalan rusak tersebut.
Ia menilai pemerintah daerah hanya memberikan janji tanpa realisasi nyata. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama dan terus berulang setiap tahun.
“Dari dulu selalu ada janji perbaikan, tapi sampai sekarang jalan tetap rusak,” ungkapnya.
Selain itu, warga menilai janji perbaikan sering muncul saat momentum politik, seperti kampanye. Namun setelah itu, perhatian terhadap jalan tersebut kembali menghilang.
Situasi ini membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap komitmen pembangunan infrastruktur di daerah mereka.
Dampak Langsung ke Ekonomi Petani
Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga, khususnya petani.
Sebagian besar masyarakat Renah Pemetik menggantungkan hidup pada sektor perkebunan. Mereka harus mengangkut hasil panen melalui jalan yang rusak parah, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan.
Akibatnya, biaya distribusi meningkat karena kendaraan sering mengalami kerusakan. Selain itu, waktu tempuh menjadi lebih lama sehingga menurunkan kualitas hasil panen.
Dalam jangka panjang, kondisi ini menekan pendapatan petani dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa.
Perbaikan Sementara Dinilai Tidak Efektif
Selama ini, Dinas PUPR Kabupaten Kerinci memang telah melakukan sejumlah upaya perbaikan. Namun langkah tersebut hanya bersifat sementara, seperti penimbunan dan pengerasan jalan.
Sayangnya, metode tersebut tidak mampu bertahan lama, terutama saat musim hujan. Jalan kembali rusak dan bahkan semakin parah karena struktur dasar yang tidak diperkuat secara permanen.
Warga menilai solusi darurat tidak cukup untuk mengatasi masalah yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Pemerintah Pernah Tinjau Lokasi, Tapi Belum Ada Realisasi
Menariknya, warga mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat daerah, termasuk pimpinan daerah, pernah mengunjungi Renah Pemetik. Mereka bahkan sempat bermalam di lokasi tersebut.
Kunjungan itu seharusnya memberi gambaran langsung tentang kondisi jalan yang rusak. Namun hingga kini, masyarakat belum melihat adanya tindak lanjut nyata dari hasil kunjungan tersebut.
Hal ini semakin memperkuat persepsi warga bahwa penanganan infrastruktur belum menjadi prioritas utama.
Harapan Besar pada Pemerintah Provinsi
Melihat keterbatasan anggaran pemerintah kabupaten, warga kini berharap Pemerintah Provinsi Jambi ikut turun tangan.
Mereka menilai perbaikan jalan Renah Pemetik membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar agar bisa dilakukan secara permanen dan berkualitas.
Selain itu, perbaikan infrastruktur ini tidak hanya berdampak pada satu desa, tetapi juga berpengaruh pada konektivitas wilayah dan distribusi hasil pertanian di tingkat regional.
Dengan kondisi jalan yang baik, akses ekonomi akan meningkat, biaya logistik menurun, dan kesejahteraan masyarakat bisa terdongkrak.
Urgensi Perbaikan Infrastruktur di Daerah
Kasus jalan rusak di Renah Pemetik mencerminkan masalah yang lebih luas terkait pembangunan infrastruktur di daerah.
Pemerintah perlu mengambil langkah strategis dan berkelanjutan, bukan hanya solusi sementara. Infrastruktur yang baik menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Selain itu, pembangunan jalan juga berperan penting dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Kesimpulan: Saatnya Aksi Nyata, Bukan Sekadar Janji
Warga Renah Pemetik tidak lagi membutuhkan janji. Mereka membutuhkan aksi nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya.
Perbaikan jalan secara permanen akan membuka akses ekonomi, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Kini, semua mata tertuju pada pemerintah daerah dan provinsi. Apakah mereka akan segera bertindak, atau kembali membiarkan masalah ini berlarut-larut?
Yang jelas, masyarakat berharap perubahan nyata segera terwujud demi masa depan yang lebih baik.(AN)
Editor : Aan Pratama









