Jalan Utama di Desa Koto Baru Kayu Aro Rusak Parah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak kondisi jalan utama di Desa Koto Baru, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci yuang rusak parah

Tampak kondisi jalan utama di Desa Koto Baru, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci yuang rusak parah

KERINCI,JS Kondisi jalan utama di Desa Koto Baru, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kembali menjadi sorotan publik. Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memperbaiki jalan yang menjadi jalur vital bagi aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Genangan Air dan Lumpur Mengancam Keselamatan

Setiap musim hujan, kubangan lumpur dan genangan air muncul di berbagai titik. Akibatnya, pengendara sepeda motor menghadapi risiko kecelakaan, termasuk anak-anak yang melintasi jalan ini untuk pergi ke sekolah.

Baca Juga :  Reshufle : Pejabat Kerinci Sibuk Pamer Kedekatan dengan Bupati

Akses Vital bagi Desa Sekitar dan Petani

Jalan ini tidak hanya melayani Desa Koto Baru. Lebih dari itu, warga desa-desa sekitar seperti Sungai Tanduk, Mekar Sari, Pasar Sungai Tanduk, Koto Tuo, hingga Koto Panjang, mengandalkan jalur ini. Para petani juga menggunakan jalan ini untuk mengangkut kentang, bawang, cabai, dan komoditas hortikultura lainnya. Wilayah ini bahkan menjadi salah satu lumbung padi terbesar di Kecamatan Kayu Aro.

Warga Mengeluh, Ancaman bagi Anak Sekolah dan Pengendara

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau hujan, jalan seperti kolam besar. Anak-anak sekolah pasti kotor. Pengendara motor juga rawan jatuh,” ujar Cecep, salah seorang warga setempat.

Baca Juga :  Proyek PSU di Kerinci Disoal, PUPR Pemprov Jambi Diminta Turun

Proposal Perbaikan Sudah Diajukan, Tapi Belum Direalisasikan

Kepala Desa Koto Baru, Eri Mardison, mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal perbaikan jalan ke pemerintah daerah berkali-kali. Bahkan, ia bekerja sama dengan kepala desa dari wilayah terdampak lainnya. Namun, hingga kini, pemerintah daerah belum memulai proyek pengaspalan.

“Proposal sudah kami ajukan berkali-kali, tetapi sampai hari ini belum ada realisasi,” kata Eri kepada awak media, Senin (15/12/2025).

Baca Juga :  Petani Keluhkan Minimnya Perhatian Dinas Perkebunan Kerinci

Harapan dan Kekecewaan Warga pada Dukungan Politik

Ironisnya, wilayah Koto Baru dan sekitarnya menjadi basis suara signifikan pada Pilkada lalu. Dengan fakta ini, Bupati Kerinci, Monadi, dan sejumlah anggota DPRD Kerinci seperti Lis Nurbani, menerima dukungan besar dari masyarakat setempat. Warga merasa dukungan politik yang tinggi tidak sejalan dengan perhatian pembangunan.

“Yang kami minta sederhana, jalan yang layak. Dengan jalan bagus, hasil tani lancar dan ekonomi bergerak. Baru terasa visi-misi bupati dan wakil rakyat itu,” tegas warga lainnya.

Warga Menuntut Bukti Nyata, Bukan Janji

Saat ini, masyarakat Koto Baru menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji politik. Mereka menilai perbaikan jalan sangat penting tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga keselamatan, kelangsungan ekonomi pertanian, dan bukti komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kerinci.(AN)

Berita Terkait

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
BKN Fasilitasi Penataan Kepala Sekolah di Sungai Penuh, BKPSDM Dorong Sistem Merit dan Profesionalisme ASN
Pengusaha di Merangin Garut Kepala!, Pemkab Naikkan Tarif Listrik Perusahaan dari Rp200 Jadi Rp1.035 per kWh
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:44 WIB

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:13 WIB

Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:01 WIB

Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Senin, 29 Jun 2026 - 20:01 WIB