JAMBI,JS– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mendukung penetapan pinang sebagai komoditas strategis nasional. Pinang menjadi andalan masyarakat Jambi, terutama di wilayah pesisir. Dukungan ini diharapkan menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, mendorong pengembangan pinang agar mendapat pengakuan nasional. “Mudah-mudahan bisa terus maju sehingga pinang bisa menjadi komoditas strategis di Provinsi Jambi,” ujarnya pada Sabtu di Jambi. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Pemprov memajukan sektor perkebunan pinang.
Potensi Pinang di Jambi
Pinang menjadi salah satu komoditas unggulan di Jambi. Dinas Perkebunan Provinsi Jambi mencatat luas perkebunan pinang mencapai 22.000 hektare, tersebar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi. Selain memberi penghasilan, pinang juga menjadi bagian dari warisan agraria masyarakat.
Stabilisasi Harga dan Peningkatan Ekspor
Meski berpotensi besar, sektor pinang menghadapi fluktuasi harga yang memengaruhi pendapatan petani. Pemerintah berharap status komoditas strategis nasional memberi regulasi jelas dan menstabilkan harga. Sudirman menyebut pasar pinang cukup luas, baik domestik maupun internasional. Baru-baru ini, Jambi mengekspor 36 ton pinang ke Bangladesh senilai sekitar Rp1,3 miliar. “Masih harus didorong lagi produk pinang di Provinsi Jambi ini,” tambahnya.
Dukungan Legislatif
Anggota DPR RI, Edi Purwanto, menyatakan DPR sedang membahas pinang dan kayu manis sebagai komoditas strategis nasional. “Alhamdulillah lampu hijau nya pinang dan kayu manis masuk komoditas strategis. Sekarang panja sedang bekerja, tapi Insya Allah sudah masuk,” ujarnya. Dukungan legislatif ini membuka jalan bagi program riset, pengembangan, dan pemasaran untuk meningkatkan nilai tambah pinang Jambi.(AN)









