TANJABTIM,JS- Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Jabung Timur terus membangun kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Salah satunya, melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), yang menghadirkan edukasi hukum anti-kekerasan di sekolah menengah pertama negeri (SMPN) wilayah Tanjabtim.
Program ini menanamkan kedisiplinan, etika, dan sikap saling menghormati sejak dini, sehingga sekolah menjadi lebih aman dan kondusif.
Membangun Kesadaran Hukum Sejak Dini
Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjabtim, Rahmad Abdul, menjelaskan bahwa JMS bukan sekadar sosialisasi hukum formal. “Selain itu, program ini menekankan nilai moral dan etika sebagai fondasi pembentukan karakter pelajar,” ujarnya.
Kegiatan ini mengajarkan siswa kedisiplinan, etika, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, mereka tumbuh menjadi individu yang menghormati aturan dan bertanggung jawab.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Program ini mendapat respon positif dari sekolah. Kepala SMPN 17 Tanjabtim, Hasnah, menyatakan, “Menurut saya, kegiatan ini penting. Siswa memperoleh bekal hukum sejak dini yang menjadi pedoman menghadapi tantangan masa depan.”
Materi Edukasi yang Relevan dengan Kehidupan Pelajar
JMS menyampaikan materi sesuai kebutuhan sehari-hari siswa. Fokus utamanya adalah bahaya perundungan, tata tertib sekolah, serta hak dan kewajiban guru dan siswa.
Rahmad Abdul menekankan bahwa guru berperan sebagai pendidik dan pembimbing sesuai kode etik dan hukum. Sementara itu, siswa berhak mendapat pendidikan aman dan layak, namun mereka harus menaati aturan sekolah. Dengan cara ini, guru dan siswa menjaga keseimbangan hak dan kewajiban untuk menciptakan lingkungan belajar harmonis.
Pendekatan Dialogis untuk Mencegah Konflik
Program JMS mendorong guru dan siswa berperan aktif. Mereka memahami batasan dan tanggung jawab masing-masing.
“Selain itu, jika muncul masalah, pihak sekolah menyelesaikan melalui mekanisme tepat dan pendekatan dialogis agar masalah tidak berkembang menjadi persoalan hukum,” jelas Rahmad.
Dengan pendekatan ini, sekolah menjadi lebih suportif, konflik berkurang, dan siswa membangun kesadaran hukum sejak dini.
Harapan Besar bagi Generasi Muda
Hasnah menegaskan, “Dengan demikian, selain cerdas akademik, siswa perlu memiliki integritas dan kesadaran hukum tinggi. Program Jaksa Masuk Sekolah membantu membentuk karakter mereka.”
Secara keseluruhan, Kejari Tanjabtim berharap siswa memahami hukum dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, lahir generasi muda yang disiplin, etis, dan bertanggung jawab.(AN/*)









