BISNIS,JS- Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, Daya Anagata Nusantara (Danantara), memastikan telah menempatkan dana di pasar modal domestik. Meski demikian, nama lembaga tersebut tidak muncul dalam daftar pemegang saham di atas 1 persen yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kondisi ini sempat memunculkan tanda tanya di kalangan investor. Banyak pelaku pasar mempertanyakan keberadaan Danantara di bursa karena publik hanya melihat saham yang sebelumnya dialihkan dari pemerintah.
Namun, aktivitas investasi Danantara sebenarnya sudah berjalan di pasar saham Indonesia.
Nama Tidak Muncul di Daftar Pemegang Saham
BEI secara berkala mempublikasikan daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Dalam daftar tersebut, investor tidak menemukan nama Danantara sebagai pemegang saham baru.
Akibatnya, sebagian investor menilai Danantara belum masuk ke pasar saham. Padahal sebelumnya pemerintah telah menyampaikan rencana peran aktif lembaga tersebut sebagai investor institusional.
Isu ini kembali mencuat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah. Penurunan itu terjadi setelah MSCI mengumumkan rencana evaluasi yang berpotensi menurunkan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi frontier market pada awal Februari 2026.
Investasi Melalui Manajer Investasi
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa Danantara memang sudah aktif melakukan transaksi di pasar saham Indonesia.
Namun, Danantara tidak melakukan pembelian saham secara langsung. Lembaga tersebut menyalurkan investasi melalui manajer investasi pihak ketiga atau third party fund managers.
Strategi ini menjadi pendekatan utama investasi Danantara sepanjang tahun ini.
Menurut Pandu, tim Danantara memilih fund manager berdasarkan rekam jejak, kualitas layanan, serta kapasitas institusional. Selain itu, tim juga menilai kesiapan infrastruktur operasional sebelum menentukan mitra pengelola dana.
“Kami meminta fund manager yang dipilih untuk menempatkan dana pada saham dengan fundamental kuat, valuasi menarik, dan likuiditas yang baik,” ujarnya, Kamis (11/3/2026).
Dorong Kedalaman Pasar Modal
Selain berinvestasi, Danantara juga ingin memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia. Pandu menilai pasar saham domestik memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Karena itu, Danantara akan terus mendukung pengembangan pasar modal nasional.
Ia berharap kehadiran investor institusi besar seperti Danantara dapat meningkatkan market deepening atau kedalaman pasar. Langkah tersebut sekaligus mendorong likuiditas perdagangan saham di dalam negeri.
Di sisi lain, Pandu juga menekankan pentingnya transparansi serta peningkatan partisipasi dana institusi di pasar saham.
“Ke depan kami ingin pasar modal Indonesia semakin kuat, likuiditas meningkat, dan semakin banyak investor institusi yang aktif berinvestasi,” katanya.(*)








