JAMBI,JS– Kolaborasi Jambi-Malang Perkuat Pendapatan Daerah
Pemerintah Kota Jambi melangkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pengelolaan pajak dan retribusi. Langkah ini resmi ditandai oleh Wali Kota Jambi, Maulana, dan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menandatangani Kesepakatan Bersama di Balai Kota Malang.
Kolaborasi Antar Kota untuk Praktik Terbaik
Kedua kota sepakat meniru praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan pemerintahan, khususnya di sektor pendapatan daerah. Kota Jambi berupaya memperkuat strategi digitalisasi yang telah terbukti efektif di Kota Malang.
Digitalisasi Pajak Lewat Aplikasi Persada dan Vesop
BPPRD Kota Jambi menandatangani perjanjian teknis dengan Bapenda Kota Malang untuk mereplikasi aplikasi Persada dan Vesop. Kedua sistem digital ini berhasil meningkatkan penerimaan pajak, terutama dari sektor perhotelan dan kuliner.
Wali Kota Maulana menjelaskan, “Kami akan menggunakan aplikasi Persada untuk meningkatkan efektivitas pemungutan pajak berbasis teknologi. Struktur ekonomi Kota Jambi mirip dengan Malang, sehingga sistem ini relevan diterapkan di Tanah Pilih Pusako Betuah.”
Program Sosial Jadi Prioritas
Selain menguatkan PAD, kunjungan kerja ini membuka peluang kolaborasi program sosial. Pemkot Jambi meninjau pengembangan Program Kampung Bahagia, yang mirip dengan program sosial di Malang. Maulana menambahkan, kerja sama ini memungkinkan kedua kota memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Peluang Kolaborasi Lebih Luas
Kerja sama ini juga mendorong kolaborasi dalam pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, dan pembangunan sosial berkelanjutan. Dengan digitalisasi pajak, Pemkot Jambi menargetkan efisiensi, transparansi, dan sinkronisasi pengelolaan pendapatan daerah. Langkah ini sekaligus memperkuat kemandirian fiskal kota ke depan.









