TANJABTIM,JS- Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung timur, terutama yang berprofesi sebagai nelayan mengeluhkan krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar.
“Saat ini kami jarang melaut untuk mencari ikan, karena seulitan dapatkan BBM Solar,”ungkap salah seorang Nelayan.
Pemerintah Kabupaten Tanjabtim mengakui Ketersediaan BBM jenis solar bagi nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih menjadi masalah serius.
Pasokan solar yang diterima nelayan hanya sekitar 200 kiloliter (KL) per bulan, jauh di bawah kebutuhan ideal yang mencapai 500 KL.
“Kebutuhan solar nelayan per bulan mencapai 500 KL, sedangkan yang dikirim Pertamina baru 200 KL,” ujar Hendri, Kepala Dinas KKP Tanjabtim.
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab Tanjabtim telah mengusulkan pembangunan Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN) di beberapa titik strategis, terutama di Kecamatan Nipah Panjang dan Muara Sabak Timur (Desa Lambur Luar).
Proses pembangunan SPDN di Nipah Panjang kini tengah berjalan dan menunggu tindak lanjut dari Pertamina.
“SPDN di Nipah Panjang sudah on progress. Harapannya bisa memperpendek distribusi solar dan menekan harga bagi nelayan,” kata Hendri.
Hendri menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permintaan penambahan kuota solar ke BP Migas, tetapi belum mendapat respons.
Pemerintah daerah berharap Pertamina dan pemerintah pusat segera menambah kuota solar serta mempercepat pembangunan SPDN agar aktivitas melaut kembali normal.(AN)









