Lama Ditunggu, Info Terbaru Perkembangan Pemekaran Kerinci Hilir

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemekaran DOB Kerinci Hilir

Ilustrasi pemekaran DOB Kerinci Hilir

JAMBI,JS– Wacana pemekaran wilayah di Provinsi Jambi kembali menguat. Seiring itu, Kerinci Hilir muncul sebagai wilayah yang paling siap menuju pembentukan daerah otonomi baru (DOB).

Pemerintah Provinsi Jambi mencatat tiga wilayah yang mengajukan pemekaran, yakni Kerinci Hilir di Kabupaten Kerinci, Tabir Raya di Kabupaten Merangin, dan satu wilayah di Kabupaten Bungo. Namun, pemerintah provinsi baru menilai dua wilayah memenuhi syarat administrasi. Kerinci Hilir dan Tabir Raya telah melengkapi dokumen utama.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Polres Muaro Jambi dan Forkopimda Sidak Pasar

Kepala Bagian Otonomi Daerah Setda Provinsi Jambi, Romi Tri Nugraha, menyampaikan hal itu secara langsung.

“Yang sudah siap bahan baru dua, yakni Kerinci Hilir dan Tabir Raya di Merangin,” ujarnya.

Kerinci Hilir Masuk Daftar Prioritas

Secara administratif, Kerinci Hilir menempati posisi strategis. Selain melengkapi dokumen, wilayah ini juga mengantongi dukungan kuat dari masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah provinsi menempatkannya dalam daftar prioritas.

Romi menegaskan bahwa kelengkapan dokumen menjadi syarat utama. Tanpa dokumen lengkap, pemerintah pusat tidak akan memproses usulan pemekaran. Karena itu, Kerinci Hilir kini selangkah lebih maju.

Moratorium Masih Menghambat Proses

Meski Kerinci Hilir telah memenuhi syarat administrasi, pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pembentukan DOB. Kebijakan itu membuat pemerintah provinsi belum bisa melanjutkan tahapan berikutnya.

Menurut Romi, pemekaran bertujuan mempercepat pelayanan publik dan memperpendek rentang kendali pemerintahan. Banyak tokoh masyarakat dan warga Kerinci Hilir mendorong langkah tersebut karena mereka ingin pelayanan berjalan lebih cepat dan merata.

“Ketika pelayanan lambat, masyarakat yang dirugikan. Karena itu banyak usulan agar dilakukan pemekaran,” katanya.

Romi menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri harus menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penataan Wilayah. Setelah itu, Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah akan membahas usulan tersebut di bawah pimpinan Wakil Presiden RI.

Gubernur Jambi juga telah mengirim surat kepada Komisi II DPR RI untuk mengajukan audiensi. Namun, Komisi II DPR RI belum menetapkan jadwal pertemuan.

“Kami masih menunggu perkembangan dari pemerintah pusat,” tegas Romi.

Kerinci Hilir Siapkan Lokasi Ibu Kota

Di tengah proses yang masih tertahan, pemerintah daerah dan masyarakat terus mempersiapkan Kerinci Hilir. Mereka merencanakan calon ibu kota di Desa Sanggarang Agung, Pentagen, dan Talang Kumulun, Kecamatan Danau Kerinci.

Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat membahas lokasi tersebut secara intensif. Mereka menilai kawasan itu strategis dan representatif untuk pusat pemerintahan baru.

Warga Serahkan 45 Hektare Lahan

Dukungan masyarakat terlihat nyata. Warga Kerinci Hilir menyiapkan lahan seluas sekitar 45 hektare untuk calon ibu kota.

Lembaga Adat Seleman menyerahkan sekitar 20 hektare kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci. Mereka menggelar prosesi penyerahan pada Minggu (27/4/2025) malam di rumah Ketua Adat Seleman, Bulkia, di Desa Seleman. Lahan itu berada di Bukit Panyapun, Kecamatan Danau Kerinci.

Ketua Adat Kedepatian Serah Bumi Sirah Mato Seleman, Bulkia, menyerahkan langsung berkas hibah kepada Bupati Kerinci Monadi. Wakil Bupati Murison mendampingi dalam prosesi tersebut. Para kepala desa dan jajaran pemerintah daerah turut menyaksikan.

Bulkia menjelaskan bahwa ia bersama Pemkab Kerinci dan Badan Pertanahan Nasional telah meninjau lokasi dan menentukan titik koordinat lahan sebelum menyerahkan hibah.

“Dari hasil penentuan titik koordinat, luas tanah yang kami hibahkan sekitar 20 hektare. Alhamdulillah, penyerahan bisa terlaksana,” ujar Bulkia.

Pemkab Kerinci Perkuat Komitmen

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dan lembaga adat. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan pemekaran Kerinci Hilir.

“Terima kasih atas dukungan masyarakat. Kita berjuang bersama agar pemekaran ini terwujud,” kata Monadi.

Monadi menegaskan bahwa tanah tersebut merupakan tanah ulayat Kedepatian Serah Bumi Sirah Mato Seleman. Karena itu, lembaga adat memegang kewenangan menyerahkan hibah.

Wakil Bupati Kerinci Murison menambahkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung tahapan pemekaran. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan konsistensi perjuangan.

Menurut Murison, keberhasilan pemekaran sangat bergantung pada dukungan aktif seluruh masyarakat.

Kerinci Hilir Menunggu Keputusan Pusat

Kini, Kerinci Hilir menunggu langkah lanjutan dari pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat mencabut moratorium, proses pembentukan kabupaten baru dapat segera berjalan.

Kerinci Hilir telah menyiapkan dokumen. Masyarakat juga telah menyerahkan lahan dan menunjukkan komitmen. Selanjutnya, keputusan pemerintah pusat akan menentukan arah perjuangan pemekaran tersebut.(AN/*)

Berita Terkait

3 Kades Merangin Akan Dikirim ke Tiongkok, 205 Desa Dapat Program Kursus Kerja Jepang dan Bumdesma Siap Terima Rp2,5 Miliar
Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WIB

3 Kades Merangin Akan Dikirim ke Tiongkok, 205 Desa Dapat Program Kursus Kerja Jepang dan Bumdesma Siap Terima Rp2,5 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker

Berita Terbaru