Langka! Pertalite Hilang di SPBU Kerinci & Sungai Penuh, Warga Terpaksa Beli Mahal – Ini Penyebabnya

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh Kesulitan dapatkan BBM di SPBU

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh Kesulitan dapatkan BBM di SPBU

KERINCI,JS- Kelangkaan BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam beberapa hari terakhir mulai memicu keresahan masyarakat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga berdampak langsung pada pengeluaran karena harga bahan bakar melonjak di tingkat pengecer.

Fenomena Pertalite langka ini terjadi hampir di seluruh SPBU utama. Warga yang biasanya membeli dengan harga subsidi kini harus mencari alternatif lain yang jauh lebih mahal.

Pertalite Langka, Warga Beralih ke Pertashop dan BBM Eceran

Seiring menipisnya stok di SPBU, masyarakat kini beralih ke Pertashop maupun penjual BBM eceran. Namun, harga yang ditawarkan jauh di atas harga resmi pemerintah.

Sebagai perbandingan, harga Pertalite di SPBU masih mengikuti ketentuan subsidi. Sementara itu, di tingkat eceran, harga bisa naik signifikan tergantung lokasi dan ketersediaan stok.

Roni, warga Sungai Penuh, mengaku kesulitan mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir.

“Sekarang susah dapat Pertalite di SPBU, apalagi pagi atau siang. Mau tidak mau beli eceran walaupun mahal,” ujarnya.

Kondisi ini tentu memberatkan, terutama bagi pekerja yang mengandalkan kendaraan setiap hari.

Baca Juga :  Kemarau Panjang Lumpuhkan Pertanian Kerinci: Sawah Mengering, Petani Terancam Gagal Panen

Dampak Kelangkaan BBM: Biaya Hidup Ikut Naik

Kelangkaan Pertalite tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga pada pelaku usaha kecil dan sektor transportasi.

Misalnya, pengemudi ojek dan kurir mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk operasional. Akibatnya, sebagian dari mereka mulai menaikkan tarif demi menutup biaya bahan bakar.

Selain itu, pelaku UMKM yang bergantung pada distribusi barang juga merasakan efek domino dari kondisi ini. Biaya logistik meningkat, sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

Warga di Daerah Jauh Hadapi Kondisi Lebih Sulit

Situasi semakin kompleks bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota atau Pertashop. Mereka tidak memiliki banyak pilihan selain membeli BBM eceran dengan harga tinggi.

Bahkan di beberapa titik, warga harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mencari SPBU yang masih memiliki stok.

Hal ini memperlihatkan ketimpangan distribusi BBM yang masih menjadi persoalan klasik di daerah.

Penyebab Pertalite Kosong di SPBU Mulai Terungkap

Menurut informasi yang beredar di lapangan, keterlambatan pasokan menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan ini.

Seorang petugas menyebutkan bahwa distribusi BBM mengalami hambatan sehingga stok di SPBU belum terisi sesuai jadwal.

“Pasokan BBM memang agak terlambat, sore ini sekitar pukul 16.00 WIB nanti masuk,” ungkapnya.

Meski demikian, belum ada penjelasan resmi secara rinci terkait penyebab keterlambatan tersebut, apakah karena faktor distribusi, cuaca, atau kendala logistik lainnya.

Harapan Warga: Pasokan BBM Segera Normal

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan Pertalite ini.

Pasalnya, BBM merupakan kebutuhan vital yang mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan, mulai dari mobilitas hingga ekonomi rumah tangga.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan memicu inflasi lokal dan menurunkan daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Jambore PKK Sungai Penuh 2025 Resmi Dibuka, UMKM Melejit dan Pasar Rakyat Diserbu Warga

Tips Menghemat BBM Saat Pertalite Langka

Di tengah kondisi ini, warga mulai mencari cara untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Mengurangi perjalanan yang tidak mendesak
  • Menggunakan kendaraan secara bersama (carpooling)
  • Memastikan kendaraan dalam kondisi prima agar irit BBM
  • Beralih sementara ke transportasi umum jika memungkinkan

Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi beban pengeluaran selama masa kelangkaan.

Kesimpulan: Krisis Kecil yang Berdampak Besar

Kelangkaan Pertalite di Kerinci dan Sungai Penuh menjadi pengingat bahwa distribusi energi masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Selain berdampak pada ekonomi masyarakat, kondisi ini juga menunjukkan pentingnya sistem distribusi yang lebih stabil dan merata.

Dengan adanya percepatan pasokan dan koordinasi yang baik, diharapkan kondisi ini segera pulih sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa hambatan.(AN)

Berita Terkait

Sungai Penuh Tembus 4 Besar MTQH Jambi 2026, Raih 246 Poin! Ini Pesan Wako Alfin
Wali Kota Alfin Ingatkan Bahaya DBD di Sungai Penuh, Masyarakat Diminta Waspada dan Jaga Kebersihan Lingkungan
Bupati M Syukur Dorong Petani Merangin Perkuat Produksi Cabai, Desa Rasau Jadi Percontohan
Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun! Berikut Capaian Pemerintahan Alfin-Azhar di Sungai Penuh
Kasus ISPA Jambi Turun 973 Kasus, Ancaman Gangguan Pernapasan Masih Mengintai
Terlalu Lama ‘Parkir’, Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV di Kerinci Mulai Menggerutu Menunggu Reshufle
BKPSDM Buka Sinyal Seleksi 4 Kepala OPD Sungai Penuh, Asesmen Ditargetkan Akhir Bulan
Tegas! Pembuang Sampah Sembarangan di Sungai Penuh Terancam Ditindak dan Diviralkan
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 09:01 WIB

Sungai Penuh Tembus 4 Besar MTQH Jambi 2026, Raih 246 Poin! Ini Pesan Wako Alfin

Minggu, 8 November 2026 - 06:01 WIB

Wali Kota Alfin Ingatkan Bahaya DBD di Sungai Penuh, Masyarakat Diminta Waspada dan Jaga Kebersihan Lingkungan

Sabtu, 7 November 2026 - 22:01 WIB

Bupati M Syukur Dorong Petani Merangin Perkuat Produksi Cabai, Desa Rasau Jadi Percontohan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:01 WIB

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun! Berikut Capaian Pemerintahan Alfin-Azhar di Sungai Penuh

Sabtu, 7 November 2026 - 16:05 WIB

Kasus ISPA Jambi Turun 973 Kasus, Ancaman Gangguan Pernapasan Masih Mengintai

Berita Terbaru