SUNGAIPENUH,JS – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai memantapkan persiapan menghadapi Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026. Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, membuka langsung Rapat Koordinasi (Rakor) KLA yang berlangsung di Ruang Pola Bappeda.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting karena pemerintah daerah menindaklanjuti Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2024 tentang Instrumen Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak. Melalui rakor tersebut, pemerintah kota ingin menyatukan langkah sejak dini.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam sambutannya, Azhar Hamzah menekankan perlunya sinergi kuat antarperangkat daerah serta seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai, keberhasilan penilaian KLA tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama yang solid dan terarah.
Selain itu, ia menegaskan bahwa komitmen bersama harus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Kota Sungai Penuh sebagai kota yang ramah anak. Menurutnya, setiap sektor memiliki peran strategis dalam memastikan hak anak terpenuhi secara nyata.
“Evaluasi KLA bukan sekadar penilaian administratif. Lebih dari itu, evaluasi ini menjadi momentum untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak anak hadir dalam setiap kebijakan serta program pembangunan daerah,” ujar Azhar.
Data Lengkap Tentukan Hasil Evaluasi
Selanjutnya, Azhar meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar segera menyiapkan data dukung secara lengkap dan akurat. Ia mengingatkan bahwa kualitas data akan sangat memengaruhi hasil evaluasi di tingkat nasional.
Dengan data yang valid dan tersusun rapi sesuai instrumen, pemerintah daerah dapat menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Samakan Persepsi Menuju KLA 2026
Rakor ini melibatkan kepala OPD, perwakilan instansi vertikal, serta unsur terkait lainnya. Melalui forum ini, pemerintah kota mendorong terbangunnya kesamaan persepsi dan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan seluruh perangkat mampu bergerak seirama. Dengan langkah tersebut, Kota Sungai Penuh optimistis dapat mewujudkan predikat Kabupaten/Kota Layak Anak secara optimal dan berkelanjutan.(*)









