TANJABBAR,JS– Warga mengeluhkan kondisi ruas jalan nasional sepanjang 135 km yang menghubungkan Pusat Kota Jambi dengan Kuala Tungkal, ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Bahkan, lubang besar dan genangan air mengganggu aktivitas mereka. Musim hujan semakin memperburuk kondisi jalan di wilayah pesisir barat Provinsi Jambi.
Menurut masyarakat setempat, jalan ini sudah rusak bertahun-tahun. Mereka menambahkan, “Empat tahun lalu sudah rusak. Hingga kini, pemerintah belum melakukan perbaikan signifikan. Musim hujan membuat jalan becek dan memperlambat mobilitas.”
Sementara itu, pemerintah daerah Tanjung Jabung Barat mencoba melakukan perbaikan minor. Dana APBD yang terbatas menjadi kendala. Namun, warga berharap Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi segera memperbaiki jalan.
Warga menunjuk ruas Sungai Saren–Pembengis sebagai lokasi kerusakan terparah. Sedangkan jalur dua menuju Kuala Tungkal juga tergenang air di beberapa titik. Akibatnya, pengguna jalan sering terjebak kemacetan. Bahkan, kendaraan bermuatan ternak pernah terpuruk di jalan.
Bupati Tanjung Jabung Barat meminta BPJN IV segera memperbaiki jalan. Ia menekankan bahwa perbaikan penting agar masyarakat dapat mengakses transportasi barang dan orang dengan lancar. Dengan kata lain, pemerintah pusat harus mengambil langkah konkret. “Dengan kemampuan APBD kami yang terbatas, kami berharap pemerintah pusat bisa memperbaiki jalan agar aktivitas masyarakat kembali lancar,” ujarnya.
Masyarakat juga meminta pemerintah provinsi dan DPRD memperjuangkan aspirasi mereka. Sebagai contoh, seorang pengendara yang ditemui media mengatakan, “Tolong perjuangkan jalan kami agar bisa mencari nafkah dengan aman untuk keluarga.”
Warga menilai kerusakan jalan nasional ini menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah memperbaiki jalan sesegera mungkin untuk mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan ekonomi.(AN)









