SUNGAI PENUH,JS– Pemkot Sungai Penuh Tanam 600 Pohon di DAS Batang Merao
Pemerintah Kota Sungai Penuh menggelar Gerakan Penanaman Pohon Serentak se-Provinsi Jambi untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69, Rabu (28/1/2026).
Pemerintah Kota Sungai Penuh memusatkan kegiatan ini di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Merao, Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai. Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah memimpin langsung penanaman pohon tersebut.
Penanaman Terpusat di DAS Batang Merao
Pada tahap awal, Pemkot Sungai Penuh menanam 600 pohon di sepanjang DAS Batang Merao. Langkah ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam mencegah banjir dan menjaga keseimbangan lingkungan.
“Hari ini Pemkot Sungai Penuh menanam 600 pohon di sepanjang DAS Desa Pinggir Air,” ujar Alfin.
Akan Lanjutkan Penanaman 20 Ribu Pohon
Selain di Desa Pinggir Air, Pemkot Sungai Penuh akan melanjutkan gerakan penghijauan dengan menanam sekitar 20 ribu pohon. Program lanjutan ini menyasar tiga lokasi, yaitu pinggiran Batang Merao, Sungai Bungkal, dan kawasan Air Sesat.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Upaya Cegah Banjir dan Longsor
Wali Kota Alfin menjelaskan bahwa penanaman pohon di bantaran sungai berperan penting dalam menahan erosi dan memperkuat struktur tanah. Pohon-pohon tersebut juga membantu mengendalikan debit air saat musim hujan.
“Penanaman pohon ini mampu menghambat banjir dan menahan tebing sungai dari longsor,” tegasnya.
Jenis Pohon Bernilai Ganda
Pemkot Sungai Penuh menanam berbagai jenis pohon, seperti ketapang, jengkol, petai, nangka, dan sirsak. Pohon-pohon ini memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomis.
Selain menghijaukan lingkungan, pohon tersebut menghasilkan buah yang dapat masyarakat nikmati pada masa mendatang.
Imbauan Jaga Kelestarian Sungai
Di akhir kegiatan, Wali Kota Alfin mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. Ia meminta warga tidak membuang sampah ke aliran sungai.
Ia juga mengajak masyarakat yang bermukim di bantaran sungai untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi kunci pencegahan bencana dan terciptanya lingkungan yang sehat dan lestari.(AN)









