MERANGIN,JS– Kabupaten Merangin memulai perang melawan sampah secara serius. Bahkan, Bupati Merangin M. Syukur langsung bergerak. Ia menyumbangkan gaji pribadinya selama enam bulan untuk mendukung gerakan kebersihan lingkungan.
Instruksi Presiden Dorong Aksi Nyata di Daerah
Presiden Prabowo menyampaikan instruksi tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Indonesia. Dalam forum itu, Presiden menekankan bahwa sampah bukan lagi persoalan sepele. Pemerintah pusat menjadikannya isu nasional.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Merangin segera menggerakkan seluruh OPD. Setiap perangkat daerah ikut ambil bagian dalam perang melawan sampah.
Bupati Jadikan Gaji Pribadi Hadiah Lomba Kebersihan
Sebagai langkah awal, Pemkab Merangin menggelar lomba kebersihan antar OPD. Bupati M. Syukur menetapkan gaji pribadinya selama enam bulan sebagai sumber hadiah lomba tersebut.
Bupati menyerahkan langsung dana lomba di halaman Kantor Dinas Kominfo Merangin, Senin (9/2) pagi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syafrani menerima bantuan tersebut. Wakil Bupati A. Khafidh, Sekda Zulhifni, dan ASN lintas OPD menyaksikan penyerahan itu.
“Ini Janji Saya, Enam Bulan Gaji Saya Sumbangkan”
Di hadapan para ASN, M. Syukur menyampaikan komitmennya secara terbuka. Ia juga membeberkan nilai sumbangan secara rinci.
“Saya sumbangkan enam bulan gaji saya. Gaji saya Rp5,8 juta per bulan. Totalnya Rp34,8 juta. Saya siapkan Rp30 juta untuk hadiah. Sisanya saya pakai beli tisu,” ujar M. Syukur sambil berseloroh.
Bupati Pastikan Penilaian Objektif Tanpa KKN
Bupati menegaskan tim independen menilai lomba kebersihan tersebut. Ia memastikan proses penilaian berjalan jujur dan transparan.
Ia bahkan mencontohkan hasil penilaian yang tidak memihak. Dinas Lingkungan Hidup hanya meraih juara harapan tiga.
“Fakta ini membuktikan penilaian berjalan objektif. Tidak ada intervensi dan tidak ada KKN,” tegasnya.
Presiden Perintahkan Waktu Khusus Bersihkan Lingkungan
Selanjutnya, M. Syukur mengingatkan kembali arahan Presiden Prabowo. Presiden meminta seluruh instansi menyediakan waktu khusus setiap hari untuk kebersihan.
“Presiden memerintahkan minimal 10 sampai 15 menit sebelum masuk kerja untuk membersihkan lingkungan,” kata M. Syukur.
Ia menegaskan persoalan sampah tidak lagi bersifat lokal. Masalah ini menyangkut kepentingan nasional.
Bupati Tegur ASN yang Buang Sampah Sembarangan
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan teguran keras. Ia menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, termasuk oknum ASN.
“Saya masih melihat orang melempar sampah dari motor atau mobil. Jangan sampai saya tangkap. Perda mengatur sanksinya. Kalau tidak mau bayar denda, saya tahan gajinya,” ujar M. Syukur tegas.
ASN Wajib Jadi Teladan Kebersihan
Menutup arahannya, M. Syukur meminta ASN menjadi teladan kebersihan di tengah masyarakat. Ia menilai perubahan harus dimulai dari aparatur pemerintah.
Menurutnya, program sebaik apa pun tidak akan berjalan tanpa perubahan perilaku. Perang melawan sampah harus dimulai dari diri sendiri.(AN/*)









