Produksi Pangan Menguat, Sawah Merangin Bertambah 11 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Merangin, M Syukur saat mendampingi Gubernur Jambi, H Alharis tanam padi bersama di Desa Seling, Kecamatan Tabir

Bupati Merangin, M Syukur saat mendampingi Gubernur Jambi, H Alharis tanam padi bersama di Desa Seling, Kecamatan Tabir

MERANGIN,JS– Produksi Pangan Menguat, Sawah Merangin Bertambah 11 Persen 

Sektor pertanian di Kabupaten Merangin terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Sepanjang tahun 2025, luas tanam sawah di daerah ini meningkat signifikan hingga 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini memperkuat optimisme pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Komitmen Pemkab Dorong Produksi Pangan

Capaian tersebut disampaikan Bupati Merangin, M. Syukur, saat mendampingi Gubernur Jambi, Al Haris, dalam kunjungan kerja ke Desa Seling, Kecamatan Tabir, Jumat (6/2). Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Viral di Medsos, Jalan Rejosari Merangin Rusak Parah

Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Merangin, luas tanam sawah sepanjang Januari–Desember 2024 mencapai 10.539 hektare. Selanjutnya, pada periode yang sama tahun 2025, angka tersebut meningkat menjadi 11.692 hektare. Artinya, terjadi penambahan lahan tanam sekitar 1.153 hektare.

“Peningkatan ini mencapai sekitar 11 persen. Hasil ini lahir dari kerja keras bersama antara pemerintah daerah, jajaran pertanian, dan para petani dalam menjaga ketahanan pangan Merangin,” kata M. Syukur.

Tiga Pilar Kebijakan Pertanian

Untuk menjaga kesinambungan produksi, Pemkab Merangin memfokuskan kebijakan pertanian pada tiga pilar utama. Pertama, pemerintah memperkuat infrastruktur pengairan melalui pengaturan irigasi terpompa serta rehabilitasi jaringan irigasi sekunder. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian sepanjang musim tanam.

Kedua, pemerintah meningkatkan bantuan sarana produksi dengan menyalurkan benih unggul untuk padi sawah, padi ladang, dan jagung. Melalui benih berkualitas, produktivitas petani diharapkan terus meningkat.

Baca Juga :  Merangin Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual Daerah

Ketiga, Pemkab mempercepat mekanisasi pertanian dengan menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta melaksanakan program optimalisasi lahan. Dengan mekanisasi, proses tanam dan panen menjadi lebih efisien.

Program Intensifikasi Beras Merangin

Selain itu, Pemkab Merangin juga mendorong Program Intensifikasi Beras Merangin. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dan daya saing beras lokal agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Menariknya, upaya ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada kelompok tani. Melalui Dinas Pertanian, pemerintah daerah mengelola langsung Balai Benih Utama (BBU) sebagai bagian dari optimalisasi lahan.

Optimalisasi Lahan BBU

Saat ini, Pemkab Merangin mengelola sekitar 40 hektare lahan jagung di empat lokasi strategis. Rinciannya, BBU Margoyoso seluas 27 hektare, BBU Dusun Tuo 8 hektare, BBU Jangkat 4 hektare, dan BBU Sungai Manau 1 hektare. Pengelolaan ini bertujuan menjaga ketersediaan benih sekaligus mendukung produksi pangan

Sementara itu, Bupati M. Syukur menekankan pentingnya infrastruktur jalan di kawasan pertanian. Menurutnya, kelancaran distribusi hasil panen sangat bergantung pada akses jalan yang memadai.

Baca Juga :  Nilai TKA SMA/SMK Jambi Masih di Bawah Nasional

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan tani. “Walaupun anggarannya terbatas, bantuan infrastruktur jalan tetap ada. Sawah boleh bagus, tetapi jika jalannya tidak mendukung, hasil panen akan terhambat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah ingin melihat hamparan sawah di Merangin menguning sebagai simbol kemakmuran petani dan keberhasilan pembangunan pertanian.

Harapan Jadi Contoh bagi Desa Lain

Ke depan, Bupati berharap peningkatan luas tanam sawah ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Ia mendorong penerapan budidaya padi sawah yang modern, efisien, dan berkelanjutan agar sektor pertanian Merangin terus tumbuh dan berdaya saing.(*)

Berita Terkait

Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota
Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’
Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:02 WIB

Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:01 WIB

Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:01 WIB

Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Berita Terbaru