Pertalite Dicampur Pertamax, Hemat atau Malah Bikin Mesin Cepat Rusak? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Pengendara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengisian BBM

Ilustrasi pengisian BBM

OTOMOTIF,JS- Harga bahan bakar yang terus menjadi perhatian masyarakat membuat banyak pengendara mencari cara untuk menekan biaya operasional kendaraan. Salah satu metode yang cukup populer adalah mencampur Pertalite dan Pertamax dalam satu tangki.

Banyak pemilik motor maupun mobil percaya bahwa campuran kedua jenis BBM tersebut mampu menghadirkan keseimbangan antara harga yang lebih terjangkau dan kualitas pembakaran yang lebih baik. Tidak sedikit pula yang mengklaim konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat setelah menggunakan campuran tersebut.

Namun, benarkah mencampur Pertalite dan Pertamax mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menjaga performa mesin? Atau justru praktik ini menyimpan risiko yang dapat merugikan kendaraan dalam jangka panjang?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Mengenal Perbedaan Pertalite dan Pertamax

Sebelum membahas manfaat dan risiko pencampuran, penting untuk memahami karakteristik masing-masing bahan bakar.

Pertalite memiliki angka oktan atau Research Octane Number (RON) 90.

Sementara itu, Pertamax memiliki angka oktan 92 yang mampu menahan tekanan kompresi lebih tinggi sebelum terjadi pembakaran spontan atau knocking.

Semakin tinggi angka oktan, semakin baik kemampuan bahan bakar dalam mendukung proses pembakaran pada mesin berkompresi tinggi. Karena alasan tersebut, banyak pabrikan kendaraan modern merekomendasikan penggunaan BBM beroktan minimal 92.

Mengapa Banyak Pengendara Mencampur Pertalite dan Pertamax?

Fenomena mencampur Pertalite dan Pertamax bukanlah hal baru. Banyak pengguna kendaraan melakukan cara ini dengan tujuan memperoleh kualitas bahan bakar yang lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar penggunaan Pertamax secara penuh.

Logikanya cukup sederhana.

Jika Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92, maka campuran keduanya akan menghasilkan angka oktan yang berada di antara kedua nilai tersebut.

Baca Juga :  BBM E5 Mulai Berlaku Juli 2026, Amankah Buat Kendaraan Kita?

Apakah Campuran Pertalite dan Pertamax Bisa Membuat BBM Lebih Irit?

Pertanyaan ini menjadi alasan utama banyak orang mencoba mencampur kedua jenis bahan bakar tersebut.

Secara teori, peningkatan angka oktan memang dapat membantu proses pembakaran berlangsung lebih optimal pada mesin yang membutuhkan bahan bakar berkualitas lebih tinggi.

Namun, hasil tersebut tidak berlaku untuk semua kendaraan.

Efisiensi bahan bakar dipengaruhi banyak faktor, antara lain:

  • Kondisi mesin
  • Rasio kompresi kendaraan
  • Kualitas sistem pembakaran
  • Beban kendaraan
  • Tekanan ban
  • Gaya berkendara
  • Kondisi jalan dan lalu lintas

Karena itu, campuran Pertalite dan Pertamax tidak otomatis membuat kendaraan lebih irit.

Pada beberapa kendaraan, pengendara mungkin merasakan perbedaan konsumsi BBM. Namun pada kendaraan lain, perubahan tersebut bisa sangat kecil atau bahkan tidak terasa sama sekali.

Potensi Manfaat Mencampur Pertalite dan Pertamax

Meskipun tidak selalu menghasilkan penghematan signifikan, praktik ini tetap memiliki beberapa keuntungan.

  1. Angka Oktan Sedikit Lebih Tinggi

Campuran Pertalite dan Pertamax menghasilkan nilai oktan yang lebih baik dibandingkan Pertalite murni.

Kondisi ini dapat membantu mesin bekerja lebih halus pada kendaraan dengan rasio kompresi menengah.

  1. Pembakaran Lebih Stabil

Pada beberapa mesin, peningkatan angka oktan mampu mengurangi gejala knocking atau ngelitik yang sering muncul saat mesin bekerja pada putaran tinggi.

Pembakaran yang lebih stabil juga membuat respons mesin terasa lebih baik.

  1. Biaya Operasional Lebih Terjangkau

Dibandingkan menggunakan Pertamax secara penuh, metode pencampuran tentu membutuhkan biaya lebih rendah.

Karena itu, banyak pengendara menjadikan cara ini sebagai solusi sementara saat ingin meningkatkan kualitas bahan bakar tanpa membebani anggaran bulanan.

  1. Performa Mesin Sedikit Meningkat

Sebagian pengguna melaporkan akselerasi kendaraan terasa lebih ringan setelah menggunakan campuran Pertalite dan Pertamax.

Namun, peningkatan tersebut sangat bergantung pada karakteristik mesin dan kondisi kendaraan.

Risiko Mencampur Pertalite dan Pertamax yang Sering Diabaikan

Di balik sejumlah manfaat, terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

  1. Tidak Sesuai dengan Kebutuhan Mesin

Mesin modern dengan rasio kompresi tinggi biasanya membutuhkan bahan bakar minimal RON 92.

Jika pengendara tetap mencampur Pertalite ke dalam tangki, angka oktan akhir bisa turun di bawah rekomendasi pabrikan.

Akibatnya, risiko knocking meningkat dan performa mesin tidak optimal.

  1. Efisiensi Tidak Selalu Lebih Baik

Banyak orang menganggap angka oktan lebih tinggi selalu membuat kendaraan lebih hemat.

Faktanya, mesin yang sudah dirancang optimal menggunakan Pertalite belum tentu mendapatkan manfaat signifikan dari campuran Pertamax.

Dalam beberapa kasus, konsumsi BBM bahkan tidak menunjukkan perubahan berarti.

  1. Efektivitas Aditif Pertamax Berkurang

Pertamax mengandung berbagai aditif yang membantu menjaga kebersihan ruang bakar dan meningkatkan kualitas pembakaran.

Ketika dicampur dengan Pertalite, konsentrasi aditif tersebut ikut berkurang.

Akibatnya, manfaat tambahan yang seharusnya diperoleh dari Pertamax tidak lagi maksimal.

  1. Sulit Mengukur Komposisi Ideal

Tidak ada standar resmi mengenai perbandingan campuran Pertalite dan Pertamax yang paling efektif.

Setiap pengendara biasanya menggunakan takaran berbeda.

Karena itu, hasil yang diperoleh sering kali tidak konsisten dan sulit dijadikan acuan.

Kendaraan Seperti Apa yang Sebaiknya Tidak Mencampur BBM?

Beberapa kendaraan lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar.

Penggunaan campuran Pertalite dan Pertamax kurang disarankan untuk:

  • Mobil turbo modern
  • Mobil dengan rasio kompresi tinggi
  • Motor sport berperforma tinggi
  • Kendaraan yang direkomendasikan menggunakan RON 92 ke atas
  • Kendaraan yang masih dalam masa garansi dan harus mengikuti spesifikasi pabrikan

Pada kendaraan tersebut, penggunaan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrik tetap menjadi pilihan terbaik.

Baca Juga :  Naikkah!, Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 7 Juni 2026

Apakah Mencampur Pertalite dan Pertamax Bisa Merusak Mesin?

Dalam kondisi normal, pencampuran kedua jenis BBM tidak langsung menyebabkan kerusakan mesin.

Namun, masalah dapat muncul jika kendaraan membutuhkan oktan lebih tinggi sementara pengendara terus menggunakan campuran dengan nilai oktan di bawah standar.

Dalam jangka panjang, knocking berulang dapat mempercepat keausan komponen mesin.

Karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami spesifikasi mesin sebelum memutuskan menggunakan campuran bahan bakar tertentu.

Cara Memilih BBM yang Tepat untuk Kendaraan

Agar performa kendaraan tetap optimal, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Cek buku manual kendaraan.
  2. Perhatikan rekomendasi angka oktan dari pabrikan.
  3. Gunakan bahan bakar sesuai rasio kompresi mesin.
  4. Lakukan servis rutin secara berkala.
  5. Hindari mengganti jenis BBM terlalu sering tanpa alasan jelas.

Dengan cara tersebut, mesin dapat bekerja lebih efisien dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

FAQ

Apakah Pertalite boleh dicampur dengan Pertamax?

Ya, kedua jenis BBM dapat bercampur di dalam tangki kendaraan. Namun, hasilnya belum tentu memberikan manfaat yang sama pada setiap kendaraan.

Apakah campuran Pertalite dan Pertamax membuat kendaraan lebih irit?

Tidak selalu. Efisiensi bahan bakar dipengaruhi kondisi mesin, gaya berkendara, dan spesifikasi kendaraan.

Berapa angka oktan hasil campuran Pertalite dan Pertamax?

Angka oktan campuran berada di antara RON 90 dan RON 92, tergantung komposisi yang digunakan.

Apakah campuran Pertalite dan Pertamax bisa merusak mesin?

Tidak secara langsung. Namun penggunaan oktan di bawah rekomendasi pabrikan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko knocking.

Lebih baik Pertalite atau Pertamax?

Pilihan terbaik tetap mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan. Mesin berkompresi tinggi umumnya membutuhkan Pertamax atau bahan bakar dengan oktan lebih tinggi.

Kesimpulan

Mencampur Pertalite dan Pertamax memang dapat meningkatkan angka oktan dibandingkan penggunaan Pertalite murni. Selain itu, metode ini juga menawarkan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan mengisi tangki dengan Pertamax sepenuhnya.

Meski demikian, manfaat yang diperoleh tidak selalu signifikan. Efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan tetap bergantung pada spesifikasi mesin, kondisi kendaraan, serta pola berkendara penggunanya.

Bagi kendaraan yang membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi, penggunaan campuran Pertalite dan Pertamax justru berpotensi mengurangi performa dan meningkatkan risiko knocking dalam jangka panjang.

Karena itu, langkah paling aman dan efektif tetap menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Dengan memilih BBM yang tepat, pengendara dapat menjaga performa mesin, meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar, dan mengurangi risiko kerusakan di masa mendatang.(*)

Berita Terkait

Bukan Skutik Biasa! Honda NWF150 2026 Punya Fitur Anti Kecelakaan dan Dashcam Terintegrasi
Yamaha Axis Z 2026, Motor Matic 125 cc Irit BBM dengan Fitur Premium Ini Siap Goyang Honda BeAT
VinFast Limo Green EV 2026 Bikin Toyota Innova Panik? Harga Rp389 Jutaan Jarak Tempuh 450 Km
BBM E5 Mulai Berlaku Juli 2026, Amankah Buat Kendaraan Kita?
Makin Canggih, Intip Fitur Terbaru Honda Scopy 2026
Motor Hello Kitty, Honda Super Cub Edisi Spesial Ini Dibanderol Mulai Rp36 Jutaan
Yamaha NMAX dan Honda PCX Punya Rival Baru, CFMoto 150SC-F Bawa Fitur Premium Harga Lebih Murah
Geely Cruiser 700? SUV Plug-in Hybrid Off-Road Ini Pakai Teknologi Gardan Masa Depan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:02 WIB

Pertalite Dicampur Pertamax, Hemat atau Malah Bikin Mesin Cepat Rusak? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Pengendara

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:01 WIB

Bukan Skutik Biasa! Honda NWF150 2026 Punya Fitur Anti Kecelakaan dan Dashcam Terintegrasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:04 WIB

Yamaha Axis Z 2026, Motor Matic 125 cc Irit BBM dengan Fitur Premium Ini Siap Goyang Honda BeAT

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:02 WIB

VinFast Limo Green EV 2026 Bikin Toyota Innova Panik? Harga Rp389 Jutaan Jarak Tempuh 450 Km

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:03 WIB

BBM E5 Mulai Berlaku Juli 2026, Amankah Buat Kendaraan Kita?

Berita Terbaru