JAKARTA,JS- Memasuki Maret 2026, PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan regulasi pemerintah terkait formula harga BBM.
Penyesuaian tersebut merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merevisi Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020. Aturan ini mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar.
Melalui keterangan resmi, Pertamina menjelaskan bahwa perusahaan menyesuaikan harga secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga energi global serta ketentuan pemerintah yang berlaku.
“Pertamina menyesuaikan harga BBM umum untuk menjalankan Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 terkait formula harga dasar BBM jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui SPBU,” tulis manajemen Pertamina dalam pengumuman resmi, Sabtu (28/2/2026).
BBM Subsidi Tidak Berubah
Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil. Pertalite masih dijual seharga Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter.
Namun demikian, perusahaan menaikkan harga sejumlah BBM non-subsidi, terutama produk bensin dan solar dengan kualitas tinggi. Kenaikan tersebut bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan rupiah per liter.
Harga BBM Pertamina Terbaru Mulai Maret 2026
Mulai Maret 2026, Pertamina memberlakukan harga BBM sebagai berikut:
- Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp12.350 per liter dari sebelumnya Rp12.300
- Pertamax Green (RON 95) meningkat ke Rp12.900 per liter dari Rp12.350
- Pertamax Turbo (RON 98) naik ke Rp13.100 per liter dari Rp12.700
- Dexlite kini dijual Rp14.200 per liter dari Rp13.500
- Pertamina DEX naik menjadi Rp14.500 per liter dari Rp13.500
Kenaikan tertinggi terlihat pada Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina DEX, yang masing-masing mengalami lonjakan hingga ratusan rupiah per liter.
Pertamina Jaga Pasokan Nasional
Seiring berlakunya harga baru, Pertamina mengajak masyarakat untuk mengelola konsumsi BBM secara lebih bijak.
Pada saat yang sama, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga pasokan BBM tetap aman. Perusahaan juga memastikan distribusi berjalan lancar agar kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia tetap terpenuhi.(*)








