JAMBI,JS– Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi naik signifikan pada periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026. Kenaikan ini langsung dirasakan para petani, yang kini merasa lebih lega menghadapi biaya produksi yang terus meningkat.
Kenaikan TBS untuk Semua Usia Tanaman
Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi menetapkan harga TBS untuk tanaman berusia 10–20 tahun naik sebesar Rp98,66 per kilogram, sehingga kini mencapai Rp3.592,08 per kilogram. Harga ini menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Selain tanaman usia produktif, kenaikan harga juga terjadi pada tanaman dengan kelompok usia lain. Berikut rincian harga TBS berdasarkan usia tanaman:
- Usia 10–20 tahun: Rp3.592,08/kg
- Usia 9 tahun: Rp3.483,63/kg
- Usia 8 tahun: Rp3.416,46/kg
- Usia 7 tahun: Rp3.345,16/kg
- Usia 6 tahun: Rp3.262,86/kg
- Usia 5 tahun: Rp3.132,10/kg
- Usia 4 tahun: Rp2.994,46/kg
- Usia 3 tahun: Rp2.802,88/kg
- Usia 21–24 tahun: Rp3.484,73/kg
- Usia 25 tahun: Rp3.326,16/kg
Harga Komoditas Turunan Sawit Mendorong Kenaikan
Kenaikan harga TBS tidak lepas dari pergerakan harga komoditas turunan sawit. Harga Crude Palm Oil (CPO) berada di level Rp14.566,16 per kilogram, sementara harga kernel mencapai Rp11.651,57 per kilogram. Selain itu, Indeks K ditetapkan sebesar 94,49 persen, yang menjadi faktor penting dalam perhitungan harga TBS.
Harapan Petani Sawit
Para petani menyambut baik tren kenaikan harga ini. Mereka berharap harga TBS tetap stabil sehingga memberikan kepastian pendapatan. Kenaikan harga dianggap mampu memberi “napas segar” bagi pekebun, terutama di tengah fluktuasi biaya produksi dan meningkatnya kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan kondisi ini, sektor sawit di Jambi menunjukkan potensi yang semakin menjanjikan bagi para pekebun, sekaligus memberikan semangat baru dalam menjalankan usaha perkebunan.(*)









