TNBS Musnahkan 98,8 Hektare Sawit Ilegal di Taman Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi pemusnahan tanaman sait ilegal dilokasi taman nasional berbak oleh Tim Balai TNBS

Prosesi pemusnahan tanaman sait ilegal dilokasi taman nasional berbak oleh Tim Balai TNBS

JAMBI,JS– Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) menertibkan perambahan lahan dengan memusnahkan 98,8 hektare tanaman kelapa sawit ilegal. Langkah ini bertujuan menjaga kelestarian ekosistem rawa gambut.

Tim melakukan operasi selama seminggu, dari 4 hingga 10 Desember 2025, di Resor Sungai Rambut, Dusun Sungai Palas, Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Operasi ini melibatkan 51 personel gabungan dari enam instansi, termasuk Balai TNBS, Balai Gakkumhut Wilayah Sumatera, Polri, TNI, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa, dengan dukungan Masyarakat Mitra Polhut.

Baca Juga :  Jambi Dorong Pinang Menjadi Komoditas Strategis Nasional

Kepala TNBS, Yunaidi, menjelaskan bahwa tim memusnahkan sawit ilegal sebagai bagian dari strategi pengendalian perambahan, sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan. Tanaman yang mereka musnahkan berusia satu hingga dua tahun, menandakan perambahan berlangsung cukup lama.

Perambahan lahan sawit ilegal merusak ekosistem dan mendorong meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sulit dikendalikan.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit di Jambi Naik, Ini Rinciannya

Oleh karena itu, Balai TNBS menegaskan bahwa mereka rutin melakukan operasi untuk menjaga kawasan konservasi. Melalui patroli terpadu dan kolaborasi dengan masyarakat, tim menjaga integritas ekosistem, fungsi hidrologi gambut, dan keanekaragaman hayati.

“Kolaborasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan kami dalam menjaga kawasan konservasi tetap lestari,” ujar Yunaidi.(AN)

Berita Terkait

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:01 WIB

Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Berita Terbaru

Google Gemini ubah mobil jadi teman perjalanan super pintar!

Teknologi

Google Gemini Ubah Mobil Menjadi Asisten Pintar Masa Depan

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:01 WIB