INTERNASIONAL, JS – Suporter Iran dan Haiti berpeluang gagal menyaksikan tim nasional mereka di Piala Dunia 2026 karena Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberlakukan kebijakan larangan perjalanan.
Turnamen ini berlangsung di AS, Meksiko, dan Kanada pada Juni mendatang. Beberapa negara, seperti Curacao, Tanjung Verde, Yordania, dan Uzbekistan, mencatatkan debut di Piala Dunia.
Namun, kebijakan Trump melarang warga dari 12 negara, termasuk Iran dan Haiti, masuk ke AS. Tujuh negara lain juga menghadapi pembatasan parsial.
Iran yang melaju ke putaran final Piala Dunia untuk ketujuh kalinya, dan Haiti yang kembali setelah 51 tahun, kemungkinan besar tidak bisa menonton pertandingan langsung di AS.
Larangan ini tidak berlaku bagi atlet, staf, dan kerabat dekat yang bepergian untuk turnamen.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan, AS tetap menyambut semua kontestan Piala Dunia 2026.
“Amerika akan menyambut dunia. Semua orang yang ingin datang untuk menikmati, bergembira, dan merayakan pertandingan bisa melakukannya,” ujarnya dikutip dari BBC.
Pemerintah AS meluncurkan FIFA Pass, sistem yang memberi prioritas wawancara visa bagi pemegang tiket Piala Dunia.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menjelaskan pemerintah tetap memeriksa pemegang tiket seperti pemohon visa lain. Bedanya, mereka mendapat antrean prioritas.
Trump menambahkan kedutaan besar AS akan memproses permohonan visa lebih cepat bagi wisatawan yang memiliki tiket.(AN)









