BUNGO,JS- Peta proyek tender Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2025 menunjukkan dominasi perusahaan konstruksi dari Kerinci dan Dharmasraya, Sumatera Barat.
Selain itu, CV Azka Jaya Mandiri Group dan CV Putra M Mandiri berhasil memenangkan belasan paket proyek bernilai miliaran rupiah. Kontraktor lokal Bungo hanya memperoleh proyek non-tender berskala kecil.
Proyek yang Dikerjakan Perusahaan Luar Daerah
CV Azka Jaya Mandiri & CV Bintang Kerinci (Kerinci):
-
Rigid Beton Jalan Bandara Muara Bungo – Rp2 miliar
-
Rekonstruksi Jalan Paket I Bukit Kemang – Rp4,2 miliar
-
Pembangunan Jalan Desa Lebuh – Rp2,2 miliar
-
Pembangunan Jalan Lingkungan Paket I & III – Rp1,2 miliar dan Rp2,05 miliar
CV Putra M Mandiri (Dharmasraya) menangani:
-
Pemeliharaan Berkala Jalan Simpang Sari Mulya – Rp1,425 miliar
-
Revitalisasi Simpang Dalam Kota – Rp2,1 miliar
-
Pembangunan Jalan Paket II di beberapa lokasi – Rp2 miliar
Seorang sumber internal menyebut, “Tahun ini perusahaan dari Kerinci dan Dharmasraya mendominasi tender di PUPR Bungo. Kontraktor lokal hanya kebagian proyek non-tender.”
Respons PUPR dan Kontraktor Masih Minim
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Bungo, Dwi Herwindo, hanya membalas WhatsApp, “Bentar, saya rekap dulu ya?” Namun demikian, beberapa hari berlalu tanpa jawaban lanjutan. Alvin, pelaksana CV Azka Jaya Mandiri, juga belum memberikan klarifikasi.
Rekam Jejak Perusahaan Bermasalah
KPK mencatat rekam jejak CV Azka Jaya Mandiri dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Audit BPK menemukan proyek Rekonstruksi Jalan senilai Rp3,247 miliar mengalami kekurangan volume pekerjaan Rp125,37 juta.
Selain itu, proyek di Kabupaten Kerinci dan Merangin juga bermasalah terkait mutu dan volume pekerjaan. Di Bungo, CV Azka Jaya Mandiri mengubah volume proyek Rekonstruksi Jalan Desa Baru Pusat Jalo – Rantau Pandan senilai Rp11,94 miliar, memperpanjang waktu 50 hari, dan progres fisik hanya mencapai 89,23%. Pembayaran proyek sudah 76,92%, sedangkan kekurangan volume pekerjaan mencapai Rp410,55 juta.
Publik Pertanyakan Proses Pengawasan
Dominasi perusahaan luar daerah dengan rekam jejak temuan berulang menimbulkan pertanyaan serius tentang evaluasi teknis dan pengawasan proyek di PUPR Bungo.
Oleh karena itu, publik menunggu sikap tegas pemerintah daerah dan aparat pengawas untuk memastikan anggaran proyek infrastruktur dikelola secara akuntabel dan memberi manfaat nyata.(AN)









