Rakornas, Presiden Prabowo Singgung Soal Sampah

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI, Prabowo Subianto saat menyampaikan Rakornas Antar Pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah. (Sumber/Google)

Presiden RI, Prabowo Subianto saat menyampaikan Rakornas Antar Pemerintah pusat dengan Pemerintah Daerah. (Sumber/Google)

BOGOR,JS– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan sampah kini telah menjadi masalah serius di berbagai daerah. Ia menilai, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga merusak citra Indonesia, terutama di kawasan pariwisata unggulan seperti Bali.

Prabowo menyampaikan hal itu saat memberikan arahan kepada para kepala daerah se-Indonesia dalam taklimat nasional yang berlangsung di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

Baca Juga :  Prabowo Pulang dari Eropa, Bawa Investasi dan Proyek Maritim

Sorotan Dunia Internasional Jadi Alarm Serius

Prabowo mengaku prihatin sekaligus malu karena masalah sampah di Indonesia kerap menjadi bahan pembicaraan tokoh-tokoh dunia. Menurutnya, kritik tersebut disampaikan secara langsung dan tanpa basa-basi.

Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan pejabat dan tokoh luar negeri yang baru saja berkunjung ke Bali. Dalam pertemuan itu, mereka menyoroti kondisi pantai dan lingkungan yang dinilai semakin kotor.

“Mereka bilang ke saya, ‘Saya baru dari Bali, sekarang kotor, tidak seindah dulu.’ Saya terima itu sebagai koreksi yang jujur,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pariwisata tidak akan berkembang jika lingkungan tetap kumuh. Ia mempertanyakan alasan wisatawan datang ke Indonesia apabila yang mereka lihat justru tumpukan sampah.

Oleh karena itu, Prabowo meminta seluruh kepala daerah mengambil peran aktif dalam mengatasi persoalan sampah. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan langsung di lapangan, bukan sekadar instruksi administratif.

Prabowo mendorong gubernur, wali kota, dan bupati untuk menggerakkan sumber daya manusia di wilayah masing-masing dan memimpin langsung kegiatan bersih-bersih lingkungan.

“Pantai, kota, desa, itu semua halaman kita sendiri. Kepala daerah harus hadir dan memberi contoh,” katanya.

Baca Juga :  BSI Resmi Jadi BUMN, Targetkan Masuk Top 5 Global Islamic Bank

Pelajar Dilibatkan dalam Gerakan Bersih-Bersih

Selain aparatur pemerintahan, Prabowo juga mendorong keterlibatan pelajar dalam gerakan kebersihan lingkungan. Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran sejak dini.

Menurutnya, pemerintah daerah dapat mengajak siswa SD, SMP, dan SMA untuk bergotong royong membersihkan lingkungan, termasuk kawasan pantai.

“Anak-anak sekolah ada di bawah kendali kepala daerah. Ajak mereka di hari tertentu untuk membersihkan lingkungan bersama-sama,” ujarnya.

TNI dan Polri Siap Digerakkan

Namun demikian, Prabowo menegaskan bahwa ia tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika kepala daerah tidak mampu menjalankan gerakan tersebut. Dalam kondisi itu, ia akan langsung menginstruksikan TNI dan Polri untuk turun tangan.

Ia meminta jajaran komando kewilayahan dan kepolisian menggelar kegiatan kerja bakti secara rutin dan berkelanjutan.

“Kalau kepala daerah tidak bisa, saya perintahkan TNI dan Polri. Gerakkan pasukan untuk kerja bakti. Lakukan secara rutin,” tegas Prabowo.

Menteri dan BUMN Wajib Bersih dari Sampah

Tak hanya daerah, Prabowo juga menaruh perhatian pada lingkungan kantor pemerintahan pusat dan badan usaha milik negara (BUMN). Ia meminta para menteri dan pimpinan BUMN memastikan area kerja mereka bebas dari sampah.

Prabowo bahkan menginstruksikan agar kegiatan bersih-bersih dilakukan sebelum jam kerja dimulai, dengan melibatkan seluruh pegawai.

“Saya tidak mau melihat sampah plastik di sekitar kantor kementerian dan BUMN. Kalau perlu, menterinya yang memimpin langsung,” katanya.

Seruan Perang Melawan Sampah

Menutup arahannya, Prabowo menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh lagi dianggap remeh. Ia menyerukan komitmen bersama untuk menjadikan kebersihan sebagai gerakan nasional.

“Kita sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Mutasi Kejaksaan September 2026: Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru, Ini Daftar 16 Pejabat dalam SK Terbaru
Jadi Iri! TPP dan Sertifikasi Guru PPPK di Daerah Ini Naik, Bagaimana Mana Daerah Lain?
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Minggu, 27 September 2026 - 16:30 WIB

668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini

Berita Terbaru