Ratusan Ribu UMKM Terimbas Bencana, KUR Rp12 Triliun Direlaksasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah warga terdampak banjir sumatera. (Sumber/Google)

Kondisi rumah warga terdampak banjir sumatera. (Sumber/Google)

SUMATERA,JS- Pemerintah menggelontorkan berbagai skema relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Langkah ini bertujuan menjaga keberlangsungan usaha sekaligus menekan risiko penurunan kualitas kredit perbankan.

Kementerian UMKM mencatat hingga 17 Februari 2026 sebanyak 201.953 debitur KUR menerima fasilitas relaksasi dengan total outstanding mencapai Rp12,19 triliun. Debitur tersebut tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Baca Juga :  273 Huntara Siap Dihuni, Pemulihan Pascabencana Sumbar

Pemerintah Petakan Dampak Bersama Perbankan

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan, pemerintah melakukan pemetaan dampak bencana bersama sejumlah bank penyalur KUR. Bank-bank tersebut meliputi PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, serta BPD Aceh.

“Data terakhir menunjukkan sekitar 200 ribu debitur terdampak dengan nilai outstanding kurang lebih Rp12 triliun,” ujar Maman saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatra bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Aceh Catat Debitur Terbanyak

Secara wilayah, Aceh menempati posisi tertinggi dengan 125.200 debitur dan outstanding Rp7,38 triliun. Selanjutnya, Sumatra Utara mencatat 53.200 debitur senilai Rp3,06 triliun, sedangkan Sumatra Barat memiliki 28.400 debitur dengan outstanding Rp1,79 triliun.

Baca Juga :  Pasca Bencana, Perbankan di Sumbar Bergerak Positif

Sebaran tersebut mencerminkan besarnya dampak bencana terhadap aktivitas UMKM di kawasan Sumatra bagian barat dan utara.

Skema Relaksasi Dorong UMKM Bertahan

Untuk menjaga kelangsungan usaha, perbankan memberikan sejumlah kemudahan kepada debitur terdampak. Fasilitas tersebut mencakup penurunan suku bunga, pemberian masa tenggang pembayaran, penyesuaian status kolektibilitas, restrukturisasi pinjaman, hingga relaksasi agunan tambahan.

Selain itu, bank tetap membuka akses pengajuan KUR baru bagi pelaku UMKM yang dinilai siap melanjutkan usaha. Pemerintah juga mengkaji usulan penghapusan kredit sesuai Peraturan Menteri Koordinator Nomor 2 Tahun 2026.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap sistem keuangan tetap stabil sekaligus memberi ruang pemulihan yang realistis bagi UMKM.

Pendampingan Dorong Transaksi Usaha Naik

Seiring relaksasi kredit, program pendampingan UMKM menunjukkan hasil positif. Pemerintah mencatat aktivitas ekonomi di tiga provinsi terdampak mulai bergerak sejak program tersebut berjalan pada pertengahan Januari 2026.

“Kami terus mendorong pemulihan ekonomi daerah agar pelaku UMKM kembali produktif,” kata Maman.

Hingga 11 Februari 2026, nilai penjualan UMKM binaan meningkat 27,5 persen. Pemerintah membukukan 3,5 juta transaksi dari 2.059 pelaku UMKM dengan 2.128 jenis produk. Produk paling diminati meliputi pakaian, makanan olahan, kerajinan tangan, dan perlengkapan kecantikan.

Baca Juga :  Ramadan Ini, Pemerintah Siapkan 3 Jenis Bantuan Korban Banjir Sumatera

Pemulihan Berbeda di Tiap Wilayah

Secara rinci, Sumatra Utara mencatat 1,35 juta transaksi, sementara Sumatra Barat mencapai 2 juta transaksi. Capaian ini menandakan kondisi usaha di kedua wilayah relatif pulih.

Sebaliknya, Aceh baru membukukan 16.800 transaksi. Angka tersebut menunjukkan pelaku UMKM mulai kembali berproduksi, meski masih menghadapi kendala pasokan dan operasional.

BanPres dan Bantuan Produksi Perkuat Pemulihan

Di luar sektor perbankan, pemerintah menyiapkan Bantuan Presiden (BanPres) Rehabilitasi Usaha Mikro senilai Rp3 juta per penerima bagi sekitar 200.000 usaha mikro terdampak yang belum memiliki akses perbankan.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana produksi untuk mengaktifkan kembali restoran, kafe, warung, dan toko. Khusus toko kelontong, pemerintah menggandeng dinas daerah dan mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama di Aceh.(*)

Berita Terkait

Hasil Seleksi Administrasi PPPK Kemensos 2026 Resmi Diumumkan Hari Ini, Cek Nama Lolos Guru dan Tendik Sekolah Rakyat di SSCASN
Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Catat Jadwal Pendaftaran dan Keunggulannya
Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini
Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026
Pengumuman Seleksi Administrasi Guru dan Tendik di Undur, Cek Tanggal Terbarunya
Tak Diangkat Jadi PPPK, Tenang! Guru Honorer Madrasah Dapat Insentif Hingga Rp1,5 Juta
Gaji PPPK 2027 Terancam? DPR Usul APBN Tanggung Penuh Usai Dana TKD Dipangkas Rp300 Triliun
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Diperpanjang!, Pendaftaran Dibuka Hingga 28 Juni 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:04 WIB

Hasil Seleksi Administrasi PPPK Kemensos 2026 Resmi Diumumkan Hari Ini, Cek Nama Lolos Guru dan Tendik Sekolah Rakyat di SSCASN

Senin, 29 Juni 2026 - 22:01 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Catat Jadwal Pendaftaran dan Keunggulannya

Senin, 29 Juni 2026 - 11:01 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:01 WIB

Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengumuman Seleksi Administrasi Guru dan Tendik di Undur, Cek Tanggal Terbarunya

Berita Terbaru