BISNIS,JS- Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan harga luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan ini menarik perhatian investor sekaligus memicu langkah pengawasan dari BEI.
LUCY Catat Kenaikan Lebih dari 2.300 Persen
Saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) menjadi salah satu yang melonjak paling tinggi. Dalam enam bulan terakhir, harga LUCY naik sekitar 2.310,53 persen. Selama satu tahun terakhir, kenaikan mencapai 2.626,19 persen.
Sebelum BEI menghentikan sementara perdagangan, saham LUCY diperdagangkan di level Rp2.290 per saham. Kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp3,47 triliun. BEI menghentikan perdagangan LUCY mulai sesi I tanggal 20 Februari 2026 untuk mencegah gejolak pasar akibat kenaikan harga yang ekstrem.
TIRT Naik Lebih dari 2.100 Persen
Saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) juga mengalami lonjakan signifikan. Dalam enam bulan terakhir, harganya meningkat sekitar 2.172,73 persen, dengan harga terakhir berada di level Rp1.000 per saham. Secara year to date (YTD), saham TIRT masih naik 687,40 persen. Kapitalisasi pasar TIRT tercatat sekitar Rp1,01 triliun.
BEI menghentikan sementara perdagangan saham TIRT mulai sesi I tanggal 2 Maret 2026 sebagai langkah perlindungan investor.
Saham Lain Ikut Menguat
Beberapa emiten lain juga mencatat kenaikan harga yang tinggi sejak awal tahun. PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) naik 625 persen YTD, diperdagangkan di Rp1.885 per saham dengan nilai transaksi Rp16,5 miliar dan kapitalisasi pasar Rp4,80 triliun.
Saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) meningkat 311,39 persen sejak awal tahun. Harga IFSH berada di level Rp3.250 per saham, dengan kapitalisasi pasar Rp6,90 triliun. BEI menghentikan perdagangan sementara IFSH mulai sesi I tanggal 5 Maret 2026 karena kenaikan harga yang cepat.
Sementara itu, saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) naik 307,14 persen YTD. Saham GRPM diperdagangkan di level Rp342 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp529,34 miliar.
Investor Perlu Tetap Waspada
Lonjakan harga saham yang ekstrem menuntut investor berhati-hati. Investor sebaiknya mengevaluasi strategi dan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi, karena kenaikan cepat bisa disertai volatilitas tinggi di pasar.(*)









