KERINCI,JS– Menurunnya pasokan air irigasi Sekungkung memicu kekeringan di sejumlah areal persawahan Kecamatan Depati Tujuh. Kondisi ini membuat petani khawatir karena ancaman terhadap masa tanam dan hasil panen semakin nyata.
Debit Air Menyusut, Petani Hadapi Ancaman Gagal Tanam
Dalam beberapa pekan terakhir, debit air irigasi Sekungkung terus menyusut. Aliran air ke sawah tidak lagi mencukupi kebutuhan tanaman. Jika situasi ini berlanjut, petani berisiko mengalami gagal tanam dan penurunan produksi.
Camat dan BPP Tinjau Langsung Kondisi Lapangan
Menanggapi keluhan petani, Camat Depati Tujuh Indra Hermawan bersama Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Depati Tujuh langsung meninjau saluran irigasi. Mereka mengevaluasi kondisi lapangan sekaligus merumuskan langkah cepat untuk mengatasi kekurangan air.
Pemerintah Kecamatan Tingkatkan Bukaan Pintu Air
Sebagai langkah awal, pemerintah kecamatan menaikkan bukaan pintu air utama irigasi Sekungkung. Bukaan yang sebelumnya sekitar 75 sentimeter kini mencapai 1 meter. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan volume air yang mengalir ke persawahan.
Pemerintah Tambah Pintu Air Sekungkung
Selain meningkatkan debit, pemerintah kecamatan juga menambah pintu air Sekungkung. Langkah ini memperlancar distribusi air ke persawahan Desa Tebat Ijuk dan Desa Belui yang selama ini kekurangan pasokan.
Pemerintah Atur Aliran Air Secara Terkoordinasi
Selanjutnya, pemerintah kecamatan mengatur sistem buka-tutup pintu air Sekungkung dan pintu air Semumu secara terkoordinasi. Melalui pengaturan ini, seluruh areal persawahan memperoleh aliran air secara lebih merata.
Camat Tegaskan Komitmen Tindak Lanjut
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam merespons setiap keluhan petani. Ia memastikan aparat kecamatan tidak berhenti pada penyerapan aspirasi semata.
“Kami mendengar keluhan masyarakat dan langsung bergerak mencari solusi. Kami tidak membiarkan masalah berlarut-larut,” tegasnya.
Pemerintah Harapkan Sawah Kembali Produktif
Melalui langkah cepat dan kerja sama lintas sektor, pemerintah kecamatan berharap persoalan kekeringan sawah segera berakhir. Dengan terpenuhinya pasokan air, petani dapat kembali beraktivitas normal dan menjaga ketahanan pangan Depati Tujuh.(AN)









