LIFESTYLE,JS- Menyimpan uang Rp10 juta di bank bisa memberikan hasil berbeda, tergantung produk simpanan yang Anda pilih. Tabungan biasa menawarkan kemudahan transaksi, sedangkan deposito berpotensi memberikan bunga lebih besar dengan jangka waktu penyimpanan tertentu.
Sebelum menentukan pilihan, nasabah perlu membandingkan suku bunga, pajak, biaya administrasi, serta ketentuan pencairan dana. Dengan begitu, Anda bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan keuangan.
Tabungan Biasa Rp10 Juta, Berapa Bunganya?
Tabungan biasa menawarkan akses dana yang fleksibel. Nasabah bisa menarik uang atau melakukan transaksi kapan saja sesuai ketentuan bank.
Jika bank menawarkan bunga 0,5%–2% per tahun, simpanan Rp10 juta menghasilkan bunga sekitar Rp4.167–Rp16.667 per bulan sebelum pajak dan biaya administrasi.
Namun, biaya administrasi bulanan bisa mengurangi hasil tersebut. Karena itu, periksa biaya rekening dan suku bunga yang berlaku sebelum memilih produk tabungan.
Deposito Rp10 Juta, Berapa Keuntungan per Bulan?
Deposito menawarkan bunga yang umumnya lebih tinggi daripada tabungan biasa. Sebagai gantinya, nasabah perlu menyimpan dana selama tenor tertentu, misalnya satu, tiga, enam, atau 12 bulan.
Berikut simulasi bunga deposito Rp10 juta dengan asumsi pajak bunga sebesar 20%.
| Bunga per tahun | Bunga bersih per bulan |
|---|---|
| 2,25% | Rp15.000 |
| 4% | Rp26.667 |
| 5% | Rp33.333 |
| 6% | Rp40.000 |
Angka tersebut merupakan perkiraan dengan metode perhitungan sederhana selama satu tahun. Hasil aktual bisa berbeda karena kebijakan bank, jumlah hari dalam periode bunga, dan ketentuan pembayaran bunga.
Tabungan atau Deposito, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Pilihan terbaik bergantung pada tujuan penyimpanan uang. Jika Anda membutuhkan dana untuk transaksi harian atau keadaan darurat, tabungan biasa menawarkan fleksibilitas lebih tinggi.
Sebaliknya, deposito cocok untuk dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Produk ini bisa memberikan bunga lebih besar, tetapi pencairan sebelum jatuh tempo dapat menimbulkan penalti atau menghilangkan sebagian keuntungan sesuai ketentuan bank.
Nasabah juga perlu membandingkan suku bunga deposito antarbank. Jangan hanya terpaku pada bunga tertinggi karena tenor, biaya, dan ketentuan pencairan turut menentukan manfaat yang Anda terima.
Perhatikan Pajak Bunga dan Batas Penjaminan LPS
Pajak bunga deposito atau tabungan tidak otomatis berlaku hanya karena saldo melebihi batas tertentu. Untuk wajib pajak dalam negeri, bunga deposito dan tabungan pada umumnya terkena PPh final 20% jika jumlah simpanan melebihi Rp7,5 juta, dengan memperhatikan pengecualian sesuai ketentuan perpajakan.
Selain pajak, periksa juga tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS menetapkan syarat penjaminan, termasuk batas maksimum simpanan dan tingkat bunga yang memenuhi ketentuan.
Dengan membandingkan bunga bersih, biaya rekening, tenor, dan persyaratan penjaminan, Anda bisa menentukan tempat menyimpan Rp10 juta secara lebih bijak. Jangan hanya mengejar bunga tinggi; pastikan produk tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda mengakses dana.(*)










