Sokbreker Mobil Mulai Bermasalah? Ini Tanda dan Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suspensi mobil

Suspensi mobil

OTOMOTIF,JS- Bantingan mobil bekas kalian terasa terlalu empuk, limbung, atau justru terlalu keras? Jika iya, bisa jadi sokbreker mobil kalian sudah waktunya diganti. Sokbreker yang rusak tidak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga mengurangi keamanan berkendara.

Kotoran di Kolong Mobil Mempercepat Kerusakan

Ferry Jensen, pemilik bengkel spesialis Rotary Auto di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa salah satu penyebab sokbreker rusak adalah kolong mobil yang kotor dan jarang dibersihkan.

Baca Juga :  Setir Berbunyi “Krek” atau “Cetok”? Cek Penyebabnya

“Biasanya banyak kotoran menempel di sekitar tiang as sokbreker,” ujar Ferry. Kotoran ini menumpuk saat sokbreker bekerja sehingga merusak sil dan menyebabkan oli bocor. Kondisi ini membuat sokbreker kehilangan kemampuan meredam guncangan secara maksimal.

Kondisi Jalan dan Beban Mobil Mempengaruhi Umur Sokbreker

“Di dalam sokbreker, oli dan gas meredam guncangan. Semakin sering terguncang, kompresinya cepat melemah,” jelas Ferry. Selain itu, sering membawa muatan berat menambah tekanan pada kompresi, sehingga fungsi sokbreker semakin menurun.

Baca Juga :  Kaki-Kaki Mobil Cepat Rusak? Ternyata Ini Kesalahan Pengemudi

Gejala Sokbreker Mulai Rusak

Sokbreker biasanya mulai menunjukkan penurunan fungsi pada jarak tempuh sekitar 60.000 km. Berikut beberapa gejala yang bisa kalian rasakan:

  • Mobil terasa limbung dan sulit dikendalikan saat bermanuver
  • Bunyi jedug terdengar saat melewati jalan bergelombang
  • Bantingan mobil terasa terlalu lembut atau terlalu keras

Jika kalian mulai merasakan gejala-gejala ini, segera periksa dan ganti sokbreker agar berkendara tetap nyaman dan aman. Mengabaikan masalah ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan dan mempercepat kerusakan komponen lain.(*)

Berita Terkait

Motor Matic Susah Pelan? Cek Dua Komponen Ini Sebelum Mudik!
OMG! Motor Listrik OMO X Bisa Berdiri Sendiri Tanpa Kaki
Kenapa Rem Depan Motor Harus Lebih Kuat? Ini Penjelasannya!
Masuk IATF, BYD Tantang Standar Eropa di Industri Otomotif
Suzuki Carry Pickup 2026, Pilihan Ekonomis untuk UMKM
Vingroup Hadirkan Trade Gas for Electric di Vietnam dan Indonesia
Tren Mobil Listrik di Indonesia, BYD Laku Keras
Triton Edisi Spesial 2026: Lebih Gagah, Harga 1 Miliar VNĐ
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:00 WIB

Motor Matic Susah Pelan? Cek Dua Komponen Ini Sebelum Mudik!

Minggu, 15 Maret 2026 - 08:00 WIB

OMG! Motor Listrik OMO X Bisa Berdiri Sendiri Tanpa Kaki

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:00 WIB

Kenapa Rem Depan Motor Harus Lebih Kuat? Ini Penjelasannya!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:00 WIB

Masuk IATF, BYD Tantang Standar Eropa di Industri Otomotif

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:00 WIB

Suzuki Carry Pickup 2026, Pilihan Ekonomis untuk UMKM

Berita Terbaru

Kode redeem Free fire hari ini

Dunia Game

Jarang Dibagikan! Ini 10 Kode Redeem Free Fire 16 Maret 2026

Senin, 16 Mar 2026 - 00:01 WIB

Hoax informasi bank ditutup

Bisnis

Video Daftar Bank Ditutup Viral, OJK: Itu Hoaks!

Minggu, 15 Mar 2026 - 23:00 WIB

Gerbang tol Pijoan mulai dilalui pemudik. sumber, dok Hutama Karya

Daerah

Arus Mudik Mulai Ramai, Lalu Lintas Tol Trans Sumatera Naik

Minggu, 15 Mar 2026 - 22:00 WIB

Foto ; Kantor Bulog Sungai Penuh

Daerah

Bulog Sungai Penuh Serap 45 Ribu Ton Jagung Petani Kerinci

Minggu, 15 Mar 2026 - 21:30 WIB