Kaki-Kaki Mobil Cepat Rusak? Ternyata Ini Kesalahan Pengemudi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kerusakan kaki-kaki mobil

Ilustrasi kerusakan kaki-kaki mobil

OTOMOTIF,JS- Banyak pengemudi belum menyadari bahwa kebiasaan berkendara sehari-hari dapat mempercepat kerusakan kaki-kaki mobil. Padahal, komponen seperti suspensi, tie rod, ball joint, hingga bushing arm memiliki usia pakai yang panjang jika pengemudi merawatnya dengan benar.

Selain faktor usia, cara mengemudi menjadi penentu utama keawetan kaki-kaki. Sayangnya, banyak pengguna justru melakukan kebiasaan yang menambah beban kerja komponen tersebut tanpa disadari.

Kaki-Kaki Mobil Bisa Awet Hingga 10 Tahun

Supervisor Research & Development bengkel spesialis kaki-kaki Setiawan Spooring, Rochmat Hajiantoko, menegaskan bahwa kaki-kaki mobil sebenarnya tergolong awet jika pengemudi menggunakannya sesuai standar pabrikan.

Baca Juga :  Jangan Abaikan, Ini Tanda Hati Anda Bermasalah!

“Jika memakai onderdil genuine part, kaki-kaki mobil bisa bertahan delapan sampai sepuluh tahun. Namun, kebiasaan pengemudi sering mempercepat kerusakan,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (3/10/2025).

Dengan kata lain, masalah kaki-kaki jarang muncul karena kualitas komponen, melainkan karena cara pemakaian.

Modifikasi Pelek dan Ban Memperbesar Beban

Salah satu kebiasaan yang paling sering terjadi ialah mengganti pelek dan ban dengan ukuran lebih besar dan lebih lebar dari standar. Perubahan ini langsung menambah beban kerja kaki-kaki mobil.

Akibatnya, sistem peredaman guncangan tidak lagi bekerja optimal. Selain itu, komponen seperti bushing rack steer dan bushing lower arm lebih cepat aus karena menahan beban berlebih.

Baca Juga :  Jangan Anggap Remeh, Kerikil di Jalan Bisa Merusak Ban Mobil

Oleh sebab itu, pengemudi perlu mempertimbangkan fungsi dan dampak teknis sebelum memutuskan memodifikasi kendaraan.

Menghantam Jalan Rusak Picu Kerusakan Dini

Di sisi lain, kebiasaan melaju kencang di jalan berlubang atau menerjang polisi tidur juga mempercepat kerusakan kaki-kaki. Benturan keras membuat suspensi, pegas, dan sokbreker cepat aus, bahkan bisa bengkok.

Tak hanya itu, ball joint dan tie rod juga berisiko rusak jika terus menerima hentakan berulang.

“Kurangi kecepatan saat melewati jalan rusak atau polisi tidur agar guncangan berkurang dan beban kerja kaki-kaki lebih ringan,” kata Rochmat.

Muatan Berlebih Tambah Tekanan Komponen

Selain gaya berkendara, beban angkut juga memengaruhi usia kaki-kaki mobil. Membawa muatan melebihi kapasitas membuat seluruh komponen bekerja lebih keras dari seharusnya.

Karena itu, pengemudi perlu mematuhi batas muatan yang ditetapkan pabrikan agar kaki-kaki tetap awet dan stabil.

Spooring dan Balancing Jangan Diabaikan

Meski dampaknya tidak langsung terasa, pengemudi sebaiknya rutin melakukan spooring dan balancing. Saat proses ini berlangsung, mekanik akan memeriksa seluruh komponen kaki-kaki sekaligus menyetel sudut roda.

Dengan sudut roda yang tepat, getaran dapat berkurang dan ban tidak cepat aus. Alhasil, roda melaju lebih stabil dan kaki-kaki tidak bekerja berlebihan.

Baca Juga :  Gas Sudah Ditarik, Motor Matik Malah Brebet? Ini Penyebabnya

Kenali Tanda Awal Kerusakan Kaki-Kaki

Lebih lanjut, Rochmat mengingatkan pengemudi agar peka terhadap gejala awal kerusakan. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain setir bergetar saat kecepatan tinggi, mobil menarik ke satu sisi saat melaju lurus, dan ban aus tidak merata.

Selain itu, bunyi aneh saat berbelok atau melewati polisi tidur juga patut diwaspadai. Suspensi yang terasa keras atau memantul berlebihan menjadi sinyal lain yang tidak boleh diabaikan.

Jika gejala tersebut muncul, pengemudi sebaiknya segera memeriksakan mobil ke bengkel spesialis kaki-kaki. Langkah ini dapat mencegah kerusakan meluas sekaligus menghindari biaya perbaikan yang membengkak.(*)

Berita Terkait

Pertalite vs Pertamax: Mana BBM Terbaik yang Bikin Tarikan Lebih Enteng dan Mesin Lebih Awet?
Rahasia Hemat Biaya Servis Mobil: Ganti Oli Tanpa Ganti Filter Bisa Bikin Mesin Jebol!
5 Motor Paling Irit BBM 2026, Cocok Harian & Touring Jauh – Hemat Bensin Hingga 70 Km/L!
Era Pajak Nol Persen Berakhir! Pemilik Kendaraan Listrik Kini Wajib Bayar Segini
Motor Listrik 2026 Paling Laris: 6 Pilihan Terbaik Hemat BBM Hingga Jutaan Rupiah per Tahun!
Nissan X-Trail 2026: Sensasi Mobil Listrik Tanpa Ngecas, Irit BBM & Fitur Canggih Bikin Penasaran!
Mobil Listrik Menguasai Pasar! Mobil Bensin Mulai Tergeser, Model Ini Jadi Paling Laris
Denda Pajak Motor Telat 1 Bulan 2026: Cara Hitung, Biaya Terbaru, dan Tips Hemat agar Tidak Membengkak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Pertalite vs Pertamax: Mana BBM Terbaik yang Bikin Tarikan Lebih Enteng dan Mesin Lebih Awet?

Rabu, 22 April 2026 - 17:00 WIB

Rahasia Hemat Biaya Servis Mobil: Ganti Oli Tanpa Ganti Filter Bisa Bikin Mesin Jebol!

Selasa, 21 April 2026 - 21:00 WIB

5 Motor Paling Irit BBM 2026, Cocok Harian & Touring Jauh – Hemat Bensin Hingga 70 Km/L!

Minggu, 19 April 2026 - 21:00 WIB

Era Pajak Nol Persen Berakhir! Pemilik Kendaraan Listrik Kini Wajib Bayar Segini

Minggu, 19 April 2026 - 17:00 WIB

Motor Listrik 2026 Paling Laris: 6 Pilihan Terbaik Hemat BBM Hingga Jutaan Rupiah per Tahun!

Berita Terbaru