Sukuk Ritel SR024 Bakal Meluncur, Kuponnya Bakal Segini?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukuk ritel SR024 terbit pekan depan. (Sumber/Google)

Sukuk ritel SR024 terbit pekan depan. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Pemerintah segera membuka penawaran Sukuk Ritel Seri SR024, instrumen syariah negara perdana pada 2026. Produk ini akan mulai tersedia bagi investor ritel pada Jumat, 6 Maret 2026, dan ditawarkan hingga pertengahan April.

Di tengah suku bunga yang relatif stabil, pelaku pasar memprediksi imbal hasil SR024 tidak akan berbeda jauh dari Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang terbit sebelumnya, yakni ORI029. Proyeksi tersebut muncul seiring pergerakan yield SBN di pasar sekunder yang cenderung mendatar.

Analis Perkirakan Kupon SR024 di Kisaran 5,4–6,0 Persen

Portfolio Manager sekaligus Analis Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Putri Nur Astiwi, menilai pemerintah kemungkinan menetapkan kupon SR024 di rentang 5,4% hingga 6,0%.

Baca Juga :  Tak Perlu Jago Analisis, Ini Cara Mudah Menilai Saham yang Layak Dibeli

Sebagai perbandingan, data dari Penilai Harga Efek Indonesia menunjukkan yield SBN tenor tiga tahun kini berada di level 5,43%, sedangkan tenor lima tahun sekitar 5,81%.

“Dengan yield SBN sekunder tenor 3–5 tahun yang bergerak di area tersebut, kupon SR024 kemungkinan tidak jauh berbeda,” ujar Putri kepada Bisnis, Minggu (1/3/2026).

Sentimen Global Ikut Mempengaruhi Penetapan Kupon

Selain faktor domestik, Putri juga menyoroti pengaruh sentimen global. Menurutnya, pandangan Moody’s serta peringatan risiko dari S&P dapat mendorong investor meminta imbal hasil yang lebih kompetitif.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah perlu berhitung cermat. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dinilai harus menjaga daya tarik SR024 agar tetap relevan di mata investor ritel.

“Sentimen dari lembaga pemeringkat bisa menjadi pertimbangan untuk menawarkan kupon yang cukup menarik,” jelasnya.

Rekam Jejak Sukuk Ritel Masih Menarik Investor

Jika menengok ke belakang, penerbitan sukuk ritel kerap menuai respons positif. Pada 2025, misalnya, SR022 mencatatkan penjualan 132,57% dari target. Dari target Rp21 triliun, realisasi penjualan menembus Rp27,84 triliun.

Padahal, kupon SR022 saat itu relatif lebih rendah dibandingkan SBN ritel lain yang terbit di periode sama. SR022 hanya menawarkan imbal hasil 6,45%–6,55%, sementara ORI027 memberikan kupon 6,65%–6,75%.

SR023 Jadi Pengecualian di Tengah Penurunan Suku Bunga

Namun, tren tersebut sempat terhenti pada penerbitan SR023. Sukuk ini hanya membukukan penjualan Rp18,73 triliun atau 93,65% dari target, sekaligus menjadi SBN ritel dengan penjualan terendah sepanjang 2025.

Penurunan minat itu terjadi setelah suku bunga acuan dipangkas agresif. Imbal hasil SR023 turun ke 5,80%–5,95%, terpaut cukup jauh dari SBR014 yang terbit sebelumnya dengan kupon 6,25%–6,35%.

Baca Juga :  Bitcoin Terus Melemah, Investor Khawatir Dampak AI ke Ekonomi

Saat itu, pasar masih berharap imbal hasil setara dengan SBR014, sehingga respons terhadap SR023 menjadi kurang optimal.

Kondisi Pasar Kini Lebih Stabil

Berbeda dengan tahun lalu, kondisi saat ini dinilai lebih kondusif. Bank Indonesia telah menahan suku bunga dalam beberapa waktu terakhir, sehingga ekspektasi investor cenderung lebih realistis.

Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto, memperkirakan kupon SR024 akan berada di kisaran 5,40% hingga 5,80%.

“Kondisi pasar sekarang tidak jauh berbeda dengan saat ORI029 terbit. Karena itu, kuponnya kemungkinan hampir sama,” ujarnya.

Masa Penawaran Panjang Jadi Nilai Tambah

Dari sisi permintaan, Ramdhan melihat peluang serapan SR024 cukup terbuka. Likuiditas domestik yang terjaga serta upaya pendalaman pasar oleh pemerintah berpotensi mendukung penjualan.

Selain itu, SR024 memiliki masa penawaran terpanjang di antara SBN ritel 2026, yakni 6 Maret hingga 15 April 2026, mencakup periode sebelum dan setelah Lebaran.

“Dengan masa penawaran yang panjang, peluang penjualan sesuai target cukup besar,” katanya.

Jadwal Tentatif Penawaran SBN Ritel 2026

Sebagai informasi, berikut jadwal tentatif penawaran SBN ritel sepanjang 2026:

  • ORI029: 26 Januari – 19 Februari 2026
  • SR024: 6 Maret – 15 April 2026
  • ST016: 8 Mei – 3 Juni 2026
  • ORI030: 6 Juli – 30 Juli 2026
  • SR025: 21 Agustus – 16 September 2026
  • SWR007: 4 September – 21 Oktober 2026
  • SBR015: 29 September – 22 Oktober 2026
  • ST017: 6 November – 2 Desember 2026

Pemerintah akan mengumumkan besaran kupon SR024 secara resmi menjelang masa penawaran. Seperti seri sebelumnya, SR024 akan menawarkan imbal hasil tetap hingga jatuh tempo, sehingga tetap menarik bagi investor yang mengincar stabilitas di tengah dinamika pasar.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

ETF Naik Daun di Pasar Modal, Begini Cara Kerjanya
Kasus Serius Pasar Modal Terkuak, OJK Sanksi IPPE–TDPM
Rahasia di Balik Naik Turunnya Harga Saham, Investor Wajib Tahu
Di Tengah Ekonomi Global Goyang, BNBR Justru Panen Laba
Jangan Asal Investasi! Ini Bedanya Saham, Obligasi, dan Reksadana
Bikin Kaget, Cek Update terbaru Harga Emas Perhiasan Hari Ini
Investasi Emas Hari Ini, Untungnya Kapan? Ini Faktanya
Saham BNBR & MEGA Jadi Bintang Pekan Ini, Pasar Langsung Bereaksi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 16:00 WIB

ETF Naik Daun di Pasar Modal, Begini Cara Kerjanya

Senin, 2 Maret 2026 - 15:30 WIB

Sukuk Ritel SR024 Bakal Meluncur, Kuponnya Bakal Segini?

Senin, 2 Maret 2026 - 14:00 WIB

Kasus Serius Pasar Modal Terkuak, OJK Sanksi IPPE–TDPM

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Rahasia di Balik Naik Turunnya Harga Saham, Investor Wajib Tahu

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:00 WIB

Di Tengah Ekonomi Global Goyang, BNBR Justru Panen Laba

Berita Terbaru

Salah satu produk mobil listrik BYD

Otomotif

Era Baru Mobil Listrik? BYD Uji Flash Charging Super Ekstrem

Senin, 2 Mar 2026 - 17:00 WIB

ETF

Bisnis

ETF Naik Daun di Pasar Modal, Begini Cara Kerjanya

Senin, 2 Mar 2026 - 16:00 WIB

Sukuk ritel SR024 terbit pekan depan. (Sumber/Google)

Bisnis

Sukuk Ritel SR024 Bakal Meluncur, Kuponnya Bakal Segini?

Senin, 2 Mar 2026 - 15:30 WIB