BISNIS,JS- Pemerintah segera membuka penawaran Sukuk Ritel Seri SR024, instrumen syariah negara perdana pada 2026. Produk ini akan mulai tersedia bagi investor ritel pada Jumat, 6 Maret 2026, dan ditawarkan hingga pertengahan April.
Di tengah suku bunga yang relatif stabil, pelaku pasar memprediksi imbal hasil SR024 tidak akan berbeda jauh dari Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang terbit sebelumnya, yakni ORI029. Proyeksi tersebut muncul seiring pergerakan yield SBN di pasar sekunder yang cenderung mendatar.
Analis Perkirakan Kupon SR024 di Kisaran 5,4–6,0 Persen
Portfolio Manager sekaligus Analis Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Putri Nur Astiwi, menilai pemerintah kemungkinan menetapkan kupon SR024 di rentang 5,4% hingga 6,0%.
Sebagai perbandingan, data dari Penilai Harga Efek Indonesia menunjukkan yield SBN tenor tiga tahun kini berada di level 5,43%, sedangkan tenor lima tahun sekitar 5,81%.
“Dengan yield SBN sekunder tenor 3–5 tahun yang bergerak di area tersebut, kupon SR024 kemungkinan tidak jauh berbeda,” ujar Putri kepada Bisnis, Minggu (1/3/2026).
Sentimen Global Ikut Mempengaruhi Penetapan Kupon
Selain faktor domestik, Putri juga menyoroti pengaruh sentimen global. Menurutnya, pandangan Moody’s serta peringatan risiko dari S&P dapat mendorong investor meminta imbal hasil yang lebih kompetitif.
Dalam kondisi tersebut, pemerintah perlu berhitung cermat. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dinilai harus menjaga daya tarik SR024 agar tetap relevan di mata investor ritel.
“Sentimen dari lembaga pemeringkat bisa menjadi pertimbangan untuk menawarkan kupon yang cukup menarik,” jelasnya.
Rekam Jejak Sukuk Ritel Masih Menarik Investor
Jika menengok ke belakang, penerbitan sukuk ritel kerap menuai respons positif. Pada 2025, misalnya, SR022 mencatatkan penjualan 132,57% dari target. Dari target Rp21 triliun, realisasi penjualan menembus Rp27,84 triliun.
Padahal, kupon SR022 saat itu relatif lebih rendah dibandingkan SBN ritel lain yang terbit di periode sama. SR022 hanya menawarkan imbal hasil 6,45%–6,55%, sementara ORI027 memberikan kupon 6,65%–6,75%.
SR023 Jadi Pengecualian di Tengah Penurunan Suku Bunga
Namun, tren tersebut sempat terhenti pada penerbitan SR023. Sukuk ini hanya membukukan penjualan Rp18,73 triliun atau 93,65% dari target, sekaligus menjadi SBN ritel dengan penjualan terendah sepanjang 2025.
Penurunan minat itu terjadi setelah suku bunga acuan dipangkas agresif. Imbal hasil SR023 turun ke 5,80%–5,95%, terpaut cukup jauh dari SBR014 yang terbit sebelumnya dengan kupon 6,25%–6,35%.
Saat itu, pasar masih berharap imbal hasil setara dengan SBR014, sehingga respons terhadap SR023 menjadi kurang optimal.
Kondisi Pasar Kini Lebih Stabil
Berbeda dengan tahun lalu, kondisi saat ini dinilai lebih kondusif. Bank Indonesia telah menahan suku bunga dalam beberapa waktu terakhir, sehingga ekspektasi investor cenderung lebih realistis.
Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto, memperkirakan kupon SR024 akan berada di kisaran 5,40% hingga 5,80%.
“Kondisi pasar sekarang tidak jauh berbeda dengan saat ORI029 terbit. Karena itu, kuponnya kemungkinan hampir sama,” ujarnya.
Masa Penawaran Panjang Jadi Nilai Tambah
Dari sisi permintaan, Ramdhan melihat peluang serapan SR024 cukup terbuka. Likuiditas domestik yang terjaga serta upaya pendalaman pasar oleh pemerintah berpotensi mendukung penjualan.
Selain itu, SR024 memiliki masa penawaran terpanjang di antara SBN ritel 2026, yakni 6 Maret hingga 15 April 2026, mencakup periode sebelum dan setelah Lebaran.
“Dengan masa penawaran yang panjang, peluang penjualan sesuai target cukup besar,” katanya.
Jadwal Tentatif Penawaran SBN Ritel 2026
Sebagai informasi, berikut jadwal tentatif penawaran SBN ritel sepanjang 2026:
- ORI029: 26 Januari – 19 Februari 2026
- SR024: 6 Maret – 15 April 2026
- ST016: 8 Mei – 3 Juni 2026
- ORI030: 6 Juli – 30 Juli 2026
- SR025: 21 Agustus – 16 September 2026
- SWR007: 4 September – 21 Oktober 2026
- SBR015: 29 September – 22 Oktober 2026
- ST017: 6 November – 2 Desember 2026
Pemerintah akan mengumumkan besaran kupon SR024 secara resmi menjelang masa penawaran. Seperti seri sebelumnya, SR024 akan menawarkan imbal hasil tetap hingga jatuh tempo, sehingga tetap menarik bagi investor yang mengincar stabilitas di tengah dinamika pasar.
Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)









