BUNGO,JS– Kerusakan alam dan ekosistem di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, semakin meluas. Penyebab utamanya adalah maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih sulit dikendalikan. Dampak paling parah terlihat di sepanjang Sungai Batang Bungo, di mana aktivitas penambangan ilegal merusak ekosistem secara masif.
Aktivitas PETI Hancurkan Ekosistem Sungai
Sepanjang aliran Sungai Batang Bungo, lingkungan alami mengalami kerusakan serius. Selain tanah longsor, banyak area vegetasi hilang, dan kualitas air menurun drastis. Aktivitas PETI yang tidak terkendali membuat habitat ikan dan flora air lainnya terancam punah.
Pemantauan Kualitas Air dan Sedimen
Untuk mengetahui tingkat pencemaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo rutin mengambil sampel air dan sedimen. Tim DLH memeriksa tiga titik, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir sungai. Tujuannya adalah menilai kandungan merkuri, zat berbahaya yang kerap digunakan para penambang dalam proses pengolahan emas.
Karena Jambi belum memiliki laboratorium yang mampu melakukan pemeriksaan sedimen secara lengkap, DLH mengirim sampel ke Bogor, Jawa Barat. Plt Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, Dasmardi, menjelaskan, “Kami mengirim sampel ke Bogor agar hasil uji lebih akurat dan lengkap.”
Upaya Penertiban Belum Efektif
Meski pemerintah telah melakukan razia dan berbagai upaya penertiban, PETI tetap berlangsung. Aktivitas ilegal ini terus berlangsung di sepanjang sungai, menimbulkan risiko jangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Penambangan ilegal tidak hanya merusak alam, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai,” tambah Dasmardi.(TIM)









