Sungai Batang Bungo Terancam Penambangan Emas Ilegal

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas diduga Peti rusak ekosistem sungai

Aktivitas diduga Peti rusak ekosistem sungai

BUNGO,JS– Kerusakan alam dan ekosistem di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, semakin meluas. Penyebab utamanya adalah maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih sulit dikendalikan. Dampak paling parah terlihat di sepanjang Sungai Batang Bungo, di mana aktivitas penambangan ilegal merusak ekosistem secara masif.

Aktivitas PETI Hancurkan Ekosistem Sungai

Baca Juga :  Pemkab Bungo Libatkan Warga Kelola Sampah Lingkungan

Sepanjang aliran Sungai Batang Bungo, lingkungan alami mengalami kerusakan serius. Selain tanah longsor, banyak area vegetasi hilang, dan kualitas air menurun drastis. Aktivitas PETI yang tidak terkendali membuat habitat ikan dan flora air lainnya terancam punah.

Pemantauan Kualitas Air dan Sedimen

Baca Juga :  Heboh Informasi PETI, Polres Bungo Turun Pantau ke Lokasi

Untuk mengetahui tingkat pencemaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo rutin mengambil sampel air dan sedimen. Tim DLH memeriksa tiga titik, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir sungai. Tujuannya adalah menilai kandungan merkuri, zat berbahaya yang kerap digunakan para penambang dalam proses pengolahan emas.

Karena Jambi belum memiliki laboratorium yang mampu melakukan pemeriksaan sedimen secara lengkap, DLH mengirim sampel ke Bogor, Jawa Barat. Plt Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, Dasmardi, menjelaskan, “Kami mengirim sampel ke Bogor agar hasil uji lebih akurat dan lengkap.”

Upaya Penertiban Belum Efektif

Meski pemerintah telah melakukan razia dan berbagai upaya penertiban, PETI tetap berlangsung. Aktivitas ilegal ini terus berlangsung di sepanjang sungai, menimbulkan risiko jangka panjang bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Penambangan ilegal tidak hanya merusak alam, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai,” tambah Dasmardi.(TIM)

Berita Terkait

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi
Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya
Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis
Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran
Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK
Viral! Nasabah Bank Jambi Antre Hingga Ratusan Orang untuk Ganti PIN ATM, Layanan Kembali Disorot
Bukan Bali atau Lombok, Ini Alasan Jambi Jadi Destinasi Favorit Baru 2026
APBD Jambi Tertekan! Belanja Pegawai Lewati Batas, Ini Strategi Pemprov Hadapi Krisis Anggaran
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:30 WIB

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:30 WIB

Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:00 WIB

Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00 WIB

Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK

Berita Terbaru