KERINCI,JS – Sejumlah desa di Kabupaten Kerinci, khususnya lima desa Tanjung Pauh Mudik dan empat desa Tanjung Pauh Hilir, mengeluhkan minimnya alokasi proyek pembangunan dari APBD. Kondisi ini terus berlanjut sejak masa kepemimpinan Bupati Adi Rozal dan kini pada tahun pertama kepemimpinan Bupati H. Monadi.
Bara, warga Tanjung Pauh Mudik, menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, meskipun daerah lain mendapat alokasi anggaran pembangunan, desa mereka justru terabaikan. “Selama dua periode Bupati Adi Rozal dan kini di masa Bupati H. Monadi, pembangunan di desa kami minim,” kata Bara.
Bara juga menilai ketidakhadiran wakil dari desa mereka di DPRD Kerinci sebagai faktor utama kurangnya perhatian dari pemerintah. “Adil itu bukan berarti merata, tapi setidaknya desa yang memiliki wakil di DPRD mendapatkan lebih banyak perhatian. Desa kami yang hanya punya dua wakil seharusnya mendapatkan perhatian lebih,” ujarnya.
Warga berharap Bupati Monadi dan Wakil Bupati H. Murison lebih memprioritaskan pembangunan di desa mereka. “Kami harap Pemkab Kerinci bijak dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Semua desa, termasuk kami, harus mendapatkan perhatian yang setara,” harap Bara.(AN)









