KESEHATAN,JS – Tuberkulosis (TB) biasanya menyerang paru-paru. Namun, bakteri penyebab TB juga bisa menyerang ginjal, yang dikenal sebagai TB ginjal, salah satu bentuk tuberkulosis ekstra paru yang menyerang sistem perkemihan.
Bakteri Mycobacterium tuberculosis pertama menyerang paru-paru, lalu menyebar melalui aliran darah dan menetap di ginjal. Selain ginjal, bakteri ini menyerang kandung kemih, ureter, prostat, testis, bahkan panggul pada perempuan. Infeksi bisa muncul di satu atau kedua ginjal. Jika tidak segera ditangani, bakteri merusak jaringan ginjal dan memicu gagal ginjal.
Seberapa Sering TB Ginjal Terjadi?
TB ginjal termasuk penyakit yang jarang ditemukan. Bahkan, kasusnya hanya sebagian kecil dari seluruh TB ekstra paru. Sayangnya, gejalanya menyerupai infeksi saluran kemih, sehingga banyak pasien baru menyadari kondisinya saat penyakit sudah parah.
Oleh karena itu, meski jarang, TB ginjal tetap berbahaya karena kerusakan ginjal muncul tanpa disadari. Sebagai akibatnya, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap penyakit ini untuk mencegah komplikasi serius.
Bagaimana TB Menyebar ke Ginjal?
Pada dasarnya, infeksi biasanya muncul dari TB paru atau TB laten. Kemudian, bakteri menyebar melalui aliran darah dan menetap di ginjal. Bakteri bisa bertahan bertahun-tahun sebelum menimbulkan gejala.
Selain itu, terapi BCG untuk kanker kandung kemih terkadang memicu TB ginjal, meski kasus ini jarang. Dengan kata lain, TB ginjal muncul akibat infeksi lama atau intervensi medis tertentu.
Siapa yang Paling Berisiko?
TB ginjal menyerang siapa saja, namun risiko meningkat pada orang dengan sistem kekebalan lemah. Kelompok yang lebih rentan meliputi:
- Pengidap HIV
- Penderita diabetes
- Orang yang menjalani pengobatan imunosupresif, termasuk pasien transplantasi organ
Akibatnya, bakteri lebih mudah berkembang dan menyerang ginjal tanpa diketahui pasien.
Gejala TB Ginjal yang Harus Diwaspadai
Pada tahap awal, TB ginjal sering tidak menimbulkan gejala. Namun, ketika infeksi memburuk, pasien mulai merasakan:
- Nyeri panggul atau pinggang
- Urine bercampur darah (hematuria)
- Sering buang air kecil
- Sensasi terbakar saat buang air kecil
- Penurunan jumlah urine
- Kandungan darah, protein, atau sel darah putih dalam urine
- Demam ringan, keringat malam, penurunan berat badan, dan tubuh lemas
Karena gejala mirip infeksi saluran kemih, dokter mencurigai TB ginjal ketika antibiotik standar gagal mengatasi keluhan.
Faktor Penyebab TB Ginjal
Beberapa faktor memicu TB ginjal, antara lain:
- Riwayat TB paru atau TB laten
- Penyebaran bakteri melalui aliran darah
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Infeksi TB di organ lain
- Lingkungan dengan prevalensi TB tinggi
- Penyakit kronis dan penggunaan obat imunosupresif
- Terapi BCG pada kandung kemih
Dengan memahami faktor risiko ini, masyarakat dapat lebih waspada terhadap kemungkinan munculnya penyakit ini.
Cara Mendeteksi TB Ginjal
Dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan khusus, seperti:
- Tes PCR urine
- Pemeriksaan LAM urine
- Analisis basil tahan asam melalui pewarnaan Ziehl–Neelsen
- Tes pencitraan dan fungsi ginjal untuk menilai kerusakan
Langkah-langkah ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan infeksi dan merencanakan pengobatan tepat.
Pengobatan TB Ginjal
Dokter mengobati TB ginjal dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Terapi standar menggunakan kombinasi isoniazid, rifampisin, pyrazinamide, dan ethambutol selama dua bulan, lalu dilanjutkan dengan isoniazid dan rifampisin selama empat bulan.
Jika pasien mengalami resistensi obat atau memiliki HIV, dokter menyesuaikan jenis obat dan durasi pengobatan. Sementara itu, dokter melakukan operasi bila infeksi menyebabkan komplikasi parah.
Pencegahan dan Kesadaran
Meski terdengar serius, TB ginjal tetap bisa diatasi bila pasien mengetahui gejala lebih awal. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya menjalani gaya hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan kesadaran dini, pasien dapat mencegah kerusakan ginjal dan komplikasi serius.(*)









