MUAROJAMBI,JS– Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), mendorong seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) agar meningkatkan kinerja secara progresif dan kreatif di tengah keterbatasan keuangan daerah.
Tekanan Fiskal Tak Boleh Hambat Kinerja
Dalam kondisi fiskal yang semakin menantang, BBS menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat kinerja birokrasi. Karena itu, OPD harus aktif mencari peluang, mempercepat pelaksanaan program prioritas, serta memastikan setiap kebijakan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Situasi fiskal yang tidak ideal justru menuntut kita bergerak lebih cepat dan berani melakukan terobosan,” ujar BBS.
Pembangunan Harus Tetap Bergerak
Selanjutnya, BBS menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh memperlambat pembangunan daerah. Pemerintah daerah harus menjawab tantangan tersebut melalui kerja kolektif, kepemimpinan yang kuat, dan langkah strategis yang terukur.
Dengan langkah itu, pemerintah daerah tetap menjaga ritme pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Program Harus Memberi Dampak Nyata
Di sisi lain, BBS meminta OPD memastikan setiap rencana dan kebijakan tidak berhenti pada dokumen perencanaan. OPD harus menjalankan program secara terukur, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai efektivitas pelaksanaan program sebagai tolok ukur utama kinerja OPD.
Kepala OPD Harus Mandiri dan Profesional
Selain itu, BBS menuntut kepala OPD menunjukkan kemandirian dan profesionalitas dalam bekerja. Ia meminta pimpinan OPD membaca situasi, mengambil keputusan cepat, serta menjalankan tugas tanpa selalu menunggu arahan teknis secara rinci.
“Pimpinan OPD harus menciptakan inovasi dan mempercepat pembangunan tanpa selalu diarahkan,” tegasnya.
Inovasi Jadi Kunci Keberhasilan
Pada akhirnya, BBS menilai inovasi sebagai kunci keberhasilan pemerintahan daerah ketika ruang fiskal semakin sempit. Tanpa keberanian mengambil langkah baru, OPD berisiko membuat program berjalan di tempat dan kehilangan relevansi.
“Ukuran loyalitas aparatur terletak pada hasil kerja nyata yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas BBS.(AN)









