KERINCI,JS– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Kerinci terus menunjukkan perkembangan positif. Peningkatan kualitas pengelolaan mendorong sejumlah Bumdes menjadi sumber pendapatan utama desa dengan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.
Tiga Bumdes Raih Pendapatan Tertinggi
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kerinci mencatat tiga Bumdes meraih pendapatan di atas Rp50 juta per bulan. Bumdes tersebut berasal dari Desa Koto Agung dan Desa Keluru di Kecamatan Keliling Danau, serta Desa Koto Periang di Kecamatan Kayu Aro.
Kepala Bidang Keuangan dan Aset Desa DPMD Kabupaten Kerinci, Kemdepit, menilai capaian ini menunjukkan pengelolaan Bumdes berjalan efektif dan selaras dengan potensi desa.
Beragam Usaha Dongkrak Pendapatan
Bumdes tersebut mengelola berbagai unit usaha sebagai penopang pendapatan. Mereka menjalankan penyewaan hall badminton, jasa sound system, pengelolaan objek wisata desa, dan operasional pertashop.
Menurut Kemdepit, strategi diversifikasi usaha membuat Bumdes menjaga kestabilan pemasukan. Dengan pendekatan ini, Bumdes mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan.
“Bumdes yang berkembang mampu membaca peluang dan mengelola potensi desa secara optimal. Hasilnya, aktivitas ekonomi masyarakat terus meningkat,” ujarnya, Kamis.
Sejumlah Bumdes Masih Hadapi Kendala
Namun, sebagian Bumdes di Kabupaten Kerinci belum menunjukkan perkembangan maksimal. Keterbatasan manajemen dan pengembangan usaha masih menghambat kinerja mereka.
Akibat kondisi tersebut, desa belum memiliki pendapatan yang cukup kuat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
DPMD Perkuat Pembinaan Bumdes
Oleh karena itu, DPMD Kabupaten Kerinci terus memperkuat pembinaan dan pendampingan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola serta memperluas unit usaha desa.
Ke depan, seluruh Bumdes diharapkan tumbuh mandiri dan berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa di Kabupaten Kerinci.(AN)









