JAKARTA,JS- Harga BBM Pertamina terbaru kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Memasuki Minggu, 21 Juni 2026, PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.
Perubahan harga tersebut terutama terjadi pada produk Pertamax dan Pertamax Green yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar masih bertahan tanpa perubahan.
Kenaikan harga BBM Pertamina kali ini langsung memicu perhatian pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha transportasi, hingga masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk beraktivitas.
Pertamax dan Pertamax Green Mengalami Kenaikan Signifikan
Pertamina melakukan penyesuaian harga terbaru pada 10 Juni 2026. Dalam kebijakan tersebut, harga Pertamax melonjak dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Artinya, terdapat kenaikan sebesar Rp3.950 per liter.
Selain Pertamax, Pertamax Green juga mengalami lonjakan harga yang lebih tinggi. Produk BBM ramah lingkungan tersebut kini dijual Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.
Dengan demikian, Pertamax Green mengalami kenaikan sebesar Rp4.100 per liter.
Kenaikan ini menjadi salah satu penyesuaian harga terbesar yang terjadi sepanjang tahun 2026.
Pertalite dan Bio Solar Tetap Stabil
Di tengah kenaikan harga BBM non subsidi, pemerintah dan Pertamina masih mempertahankan harga BBM subsidi.
Hingga 21 Juni 2026, harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter.
Sementara itu, Bio Solar subsidi masih dijual dengan harga Rp6.800 per liter.
Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk tetap mendapatkan akses energi dengan harga yang terjangkau.
Pertamax Turbo dan Dexlite Mengalami Perubahan Harga
Selain Pertamax dan Pertamax Green, beberapa produk BBM lainnya juga mengalami penyesuaian harga pada awal Juni 2026.
Pertamax Turbo di sejumlah wilayah mengalami kenaikan. Sebagai contoh, di Jawa Tengah harga Pertamax Turbo naik dari Rp19.900 menjadi Rp20.750 per liter.
Sebaliknya, produk diesel berkualitas tinggi justru mengalami penurunan harga.
Pertamina Dex turun dari Rp27.900 menjadi Rp24.800 per liter.
Sementara itu, Dexlite turun dari Rp26.000 menjadi Rp23.000 per liter.
Penurunan tersebut memberikan alternatif yang lebih ekonomis bagi pengguna kendaraan diesel.
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 21 Juni 2026
Berikut harga BBM Pertamina yang berlaku pada Minggu, 21 Juni 2026 di berbagai wilayah Indonesia.
Harga BBM Wilayah Sumatera
1. Provinsi Jambi:
- Pertamax: Rp16.650
- Pertamax Turbo: Rp21.200
- Pertamina Dex: Rp25.350
- Dexlite: Rp23.500
- Pertalite: Rp10.000
- Bio Solar: Rp6.800
2. Provinsi Sumatera Barat:
- Pertamax: Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp21.650
- Pertamina Dex: Rp25.900
- Dexlite: Rp24.000
- Pertalite: Rp10.000
- Bio Solar: Rp6.800
3. Provinsi Riau:
- Pertamax: Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp21.650
- Pertamina Dex: Rp25.900
- Dexlite: Rp24.000
- Pertalite: Rp10.000
- Bio Solar: Rp6.800
4. Provinsi Sumatera Utara:
- Pertamax: Rp16.650
- Pertamax Turbo: Rp21.200
- Pertamina Dex: Rp25.350
- Dexlite: Rp23.500
- Pertalite: Rp10.000
- Bio Solar: Rp6.800
5. Provinsi Lampung:
- Pertamax: Rp16.650
- Pertamax Turbo: Rp21.200
- Pertamina Dex: Rp25.350
- Dexlite: Rp23.500
- Pertalite: Rp10.000
- Bio Solar: Rp6.800
Harga BBM Wilayah Jawa dan Bali
1. DKI Jakarta:
- Pertamax: Rp16.250
- Pertamax Green: Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamina Dex: Rp24.800
- Dexlite: Rp23.000
- Pertalite: Rp10.000
- Bio Solar: Rp6.800
2. Jawa Barat:
- Pertamax: Rp16.250
- Pertamax Green: Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamina Dex: Rp24.800
- Dexlite: Rp23.000
3. Jawa Tengah:
- Pertamax: Rp16.250
- Pertamax Green: Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamina Dex: Rp24.800
- Dexlite: Rp23.000
4. Jawa Timur:
- Pertamax: Rp16.250
- Pertamax Green: Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamina Dex: Rp24.800
- Dexlite: Rp23.000
5. Bali:
- Pertamax: Rp16.250
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamina Dex: Rp24.800
- Dexlite: Rp23.000
Harga BBM Wilayah Kalimantan
1. Kalimantan Selatan:
- Pertamax: Rp16.900
- Pertamax Turbo: Rp21.650
- Pertamina Dex: Rp25.900
- Dexlite: Rp24.000
2. Kalimantan Utara:
- Pertamax: Rp16.900
- Pertamax Turbo: Rp21.650
- Pertamina Dex: Rp25.900
- Dexlite: Rp24.000
3. Kalimantan Barat:
- Pertamax: Rp16.550
- Pertamax Turbo: Rp21.200
- Pertamina Dex: Rp25.350
- Dexlite: Rp23.500
Harga BBM Wilayah Sulawesi dan Papua
Mayoritas provinsi di Sulawesi menerapkan harga yang sama, yaitu:
- Pertamax: Rp16.650
- Pertamax Turbo: Rp21.200
- Pertamina Dex: Rp25.350
- Dexlite: Rp23.500
- Pertalite: Rp10.000
- Bio Solar: Rp6.800
Sementara itu, wilayah Papua dan Papua Barat juga menerapkan harga yang relatif serupa dengan beberapa perbedaan pada produk diesel tertentu.
Mengapa Harga BBM Non Subsidi Naik?
Kenaikan harga BBM non subsidi tidak terjadi tanpa alasan. Pertamina melakukan evaluasi berkala dengan mempertimbangkan sejumlah faktor utama.
Pertama, harga minyak mentah dunia masih bergerak fluktuatif akibat kondisi geopolitik global.
Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi biaya impor energi.
Ketiga, Pertamina harus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis, distribusi energi nasional, dan kualitas layanan kepada konsumen.
Karena itu, perusahaan melakukan penyesuaian harga sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah.
Penjelasan Resmi Pertamina
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa perusahaan telah menjalankan proses evaluasi secara menyeluruh sebelum menetapkan harga terbaru.
Menurutnya, Pertamina selalu memperhatikan perkembangan harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar energi nasional.
Selain itu, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator agar kebijakan harga tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
Roberth menegaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green bertujuan menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus memastikan distribusi BBM berkualitas tetap berjalan optimal.
Ia juga memastikan stok Pertamax dan Pertamax Green tersedia dalam jumlah aman di seluruh jaringan SPBU Pertamina.
Dampak Kenaikan Harga BBM bagi Masyarakat
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green diperkirakan akan memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Sebagian pengguna kendaraan pribadi kemungkinan beralih ke BBM subsidi yang masih tersedia sesuai ketentuan pemerintah.
Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik juga akan melakukan penyesuaian biaya operasional karena bahan bakar menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar.
Meski demikian, pemerintah berharap stabilitas harga Pertalite dan Bio Solar dapat membantu menjaga inflasi nasional tetap terkendali.
Kesimpulan
Harga BBM Pertamina terbaru per 21 Juni 2026 menunjukkan perubahan signifikan pada produk non subsidi. Pertamax kini dijual mulai Rp16.250 hingga Rp17.000 per liter tergantung wilayah, sedangkan Pertamax Green mencapai Rp17.000 per liter.
Sementara itu, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar masih Rp6.800 per liter.
Masyarakat yang akan mengisi bahan bakar disarankan memantau perkembangan harga BBM secara berkala agar dapat menyesuaikan pengeluaran transportasi sehari-hari. Dengan kondisi pasar energi global yang masih dinamis, perubahan harga BBM masih berpotensi terjadi dalam beberapa bulan mendatang.









