SUNGAIPENUH,JS- Pembangunan Pasar Sungai Penuh memasuki tahap penting. Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong percepatan pekerjaan agar proyek tersebut dapat mencapai target penyelesaian pada akhir Oktober 2026.
Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. turun langsung meninjau lokasi pembangunan pada Selasa, 1 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Alfin melihat perkembangan pekerjaan sekaligus berdialog dengan pihak pelaksana mengenai kondisi proyek di lapangan.
Peninjauan langsung itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh memastikan pembangunan pasar berjalan sesuai target. Selain mengejar waktu penyelesaian, Alfin menekankan pentingnya kualitas konstruksi sehingga fasilitas yang nantinya digunakan pedagang dan masyarakat mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Alfin Cek Langsung Perkembangan Pembangunan Pasar
Saat berada di lokasi, Alfin meninjau sejumlah bagian bangunan yang masih berada dalam proses pengerjaan. Ia juga meminta penjelasan dari pihak pelaksana mengenai perkembangan pekerjaan serta tahapan yang sedang berlangsung.
Menurut Alfin, pembangunan Pasar Sungai Penuh memiliki arti penting bagi aktivitas perdagangan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan secara terukur.
Alfin tidak ingin percepatan proyek hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan. Menurutnya, kualitas bangunan tetap harus menjadi perhatian utama.
“Pembangunan pasar ini tidak hanya harus selesai tepat waktu dan berkualitas. Kami juga ingin pembangunan ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penggunaan produk-produk lokal yang tersedia,” kata Alfin.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh tidak hanya melihat pembangunan pasar sebagai proyek fisik. Lebih jauh, pemerintah ingin keberadaan pasar ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Target Akhir Oktober 2026 Jadi Perhatian
Pihak pelaksana pembangunan menyampaikan optimisme terhadap target penyelesaian proyek.
Manajer Proyek Asep mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan Pasar Sungai Penuh selesai pada akhir Oktober 2026.
Untuk mengejar target tersebut, tim pelaksana menyiapkan sejumlah langkah percepatan. Salah satunya dengan menambah tenaga kerja di lapangan.
Selain itu, pelaksana akan mengoptimalkan pengaturan pekerjaan agar setiap tahapan dapat berjalan lebih efektif. Dengan strategi tersebut, tim proyek berharap dapat meningkatkan kecepatan pekerjaan tanpa mengabaikan standar kualitas.
Asep menilai target akhir Oktober masih realistis. Penambahan tenaga kerja dan optimalisasi pekerjaan menjadi bagian dari strategi untuk mencapai tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Percepatan Proyek Tetap Harus Menjaga Kualitas
Percepatan pembangunan menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan Wali Kota Alfin. Namun, pemerintah juga mengingatkan pelaksana agar percepatan tersebut tidak menurunkan mutu pekerjaan.
Bagi pemerintah daerah, pasar bukan sekadar bangunan tempat pedagang menjajakan barang dagangan. Fasilitas tersebut nantinya menjadi salah satu ruang penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, kualitas konstruksi menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan.
Pembangunan infrastruktur publik membutuhkan perencanaan, pengerjaan, serta pengawasan yang konsisten. Dengan demikian, fasilitas yang selesai nantinya dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.
Alfin ingin pembangunan Pasar Sungai Penuh berjalan seimbang antara target waktu dan kualitas pekerjaan.
Dengan kata lain, percepatan tetap perlu berjalan, tetapi pelaksana harus mempertahankan standar pekerjaan yang telah ditetapkan.
Wali Kota Dorong Penggunaan Produk Lokal
Selain membahas progres pembangunan, Alfin memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan produk lokal dalam proyek tersebut.
Ia meminta pelaksana memanfaatkan produk yang tersedia dari pelaku usaha lokal selama produk tersebut memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku.
Menurut Alfin, penggunaan produk lokal dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Ketika proyek pembangunan menggunakan produk dari daerah, peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan pasar ikut terbuka. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi tidak hanya bergerak di sekitar proyek, tetapi juga dapat menyentuh sektor usaha masyarakat.
“Dengan menggunakan produk lokal yang berkualitas, perputaran ekonomi juga dapat dirasakan masyarakat daerah,” ujar Alfin.
Kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pembangunan Pasar Bukan Sekadar Proyek Infrastruktur
Pembangunan pasar memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar menjadi ruang bertemunya pedagang dan pembeli, sekaligus menjadi bagian dari rantai distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pembangunan Pasar Sungai Penuh memiliki potensi memberikan dampak yang lebih luas setelah fasilitas tersebut beroperasi secara optimal.
Pedagang membutuhkan tempat yang layak untuk menjalankan usaha. Sementara itu, masyarakat membutuhkan ruang perdagangan yang nyaman, aman, dan mendukung aktivitas jual beli.
Dalam konteks market development dan infrastructure development, pembangunan fasilitas perdagangan dapat menjadi salah satu bagian dari penguatan aktivitas ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Sungai Penuh pun melihat proyek tersebut tidak hanya dari sisi bangunan fisik. Pemerintah juga mengharapkan pasar dapat memberikan manfaat ekonomi setelah seluruh pekerjaan selesai.
Pengawasan menjadi penting karena proyek pembangunan melibatkan sejumlah tahapan pekerjaan yang harus berjalan secara terkoordinasi.
Melalui pemantauan lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi pekerjaan. Selain itu, koordinasi dengan pihak pelaksana dapat membantu mengidentifikasi berbagai kebutuhan dalam upaya mengejar target penyelesaian.
Alfin juga berharap seluruh pihak menjaga komunikasi selama proses pembangunan berlangsung.
Dengan koordinasi yang baik, pekerjaan dapat berjalan lebih terarah. Pada saat yang sama, pemerintah dapat memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian selama proses pembangunan.
Pasar Baru Diharapkan Berikan Kenyamanan bagi Pedagang
Setelah pembangunan selesai, Alfin berharap Pasar Sungai Penuh mampu menghadirkan lingkungan perdagangan yang lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Fasilitas pasar yang memadai dapat mendukung aktivitas perdagangan. Kondisi tersebut juga dapat memberikan ruang yang lebih baik bagi pedagang dalam menjalankan usaha sehari-hari.
Bagi masyarakat, keberadaan pasar yang nyaman dapat meningkatkan pengalaman saat berbelanja.
Karena itu, penyelesaian proyek pada akhir Oktober 2026 menjadi salah satu target yang mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Namun, pemerintah tetap menempatkan kualitas sebagai bagian penting dari pembangunan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Keberadaan pasar memiliki keterkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi lokal.
Pedagang memperoleh ruang untuk mengembangkan usaha. Pelaku UMKM memiliki peluang menjangkau konsumen. Sementara itu, masyarakat mendapatkan akses terhadap berbagai kebutuhan melalui aktivitas perdagangan.
Dalam konsep local economic growth, fasilitas perdagangan dapat menjadi salah satu pendukung pergerakan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Alfin menaruh perhatian pada aspek pemanfaatan produk lokal dalam proses pembangunan.
Jika produk lokal memenuhi standar yang dibutuhkan, penggunaannya dapat membuka peluang bagi usaha daerah. Perputaran uang di tingkat lokal pun berpotensi semakin besar.
Langkah tersebut menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Target Akhir Oktober Menjadi Tahap Penting
Dengan target penyelesaian pada akhir Oktober 2026, beberapa pekan ke depan menjadi periode penting bagi pelaksana proyek.
Penambahan tenaga kerja dan optimalisasi pekerjaan menjadi strategi untuk mengejar target tersebut. Di sisi lain, pemerintah tetap melakukan pemantauan agar percepatan tidak mengurangi kualitas pembangunan.
Asep menyatakan optimisme bahwa target tersebut dapat tercapai.
Pemerintah Kota Sungai Penuh pun terus mendorong koordinasi antara seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan.
Dengan demikian, proyek dapat berjalan sesuai jadwal sekaligus memenuhi standar pekerjaan yang telah ditetapkan.
Alfin Ingin Pasar Memberikan Manfaat Jangka Panjang
Wali Kota Alfin berharap pembangunan Pasar Sungai Penuh tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan pekerjaan fisik.
Lebih dari itu, ia ingin pasar tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pasar diharapkan mampu mendukung pedagang, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta ikut menggerakkan perekonomian Kota Sungai Penuh.
Karena itu, pembangunan harus menghasilkan fasilitas yang dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Pendekatan tersebut menempatkan pembangunan pasar sebagai bagian dari public infrastructure yang memiliki fungsi sosial sekaligus ekonomi.
Sejumlah Pejabat Ikut Meninjau Lokasi
Dalam peninjauan pembangunan Pasar Sungai Penuh tersebut, Alfin tidak datang sendiri.
Turut hadir Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jambi Kementerian Pekerjaan Umum, Edia Putra, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, Kepala Dinas PUPR, serta Plt. Kepala Dinas Perindag.
Kehadiran sejumlah pejabat tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi dalam mengawal pembangunan.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat terus mengevaluasi perkembangan proyek hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Dengan pengawasan dan koordinasi yang konsisten, pembangunan Pasar Sungai Penuh diharapkan dapat selesai pada akhir Oktober 2026.
Pada akhirnya, masyarakat menjadi pihak yang paling diharapkan memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut, baik melalui fasilitas perdagangan yang lebih nyaman maupun melalui meningkatnya aktivitas ekonomi lokal.
Pembangunan Pasar Sungai Penuh kini memasuki fase percepatan. Target akhir Oktober 2026 menjadi tenggat yang harus dikejar, sementara kualitas bangunan dan manfaat ekonomi masyarakat tetap menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Sungai Penuh.(AN)










