Warga Debai Keluhkan Minimnya Alokasi Proyek Pembangunan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan lahan sawah di desa Debai saat musim kemarau.

Penampakan lahan sawah di desa Debai saat musim kemarau.

SUNGAIPENUH,JS– Warga Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, mengeluhkan minimnya alokasi proyek pembangunan dari Pemerintah Kota Sungai Penuh, terutama untuk pembangunan irigasi yang sangat dibutuhkan guna mendukung sektor pertanian. Sandi, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai masa depan pertanian di desa mereka.

Baca Juga :  Safari Jumat, Wako Sungai Penuh Tekankan Soal Kebersihan

Sandi menjelaskan bahwa irigasi yang memadai sangat penting bagi lahan padi sawah di Desa Debai. Setiap musim panas, lahan pertanian selalu terancam kekeringan. “Kami sangat membutuhkan irigasi, karena setiap musim kemarau, sawah di desa ini selalu kekurangan air,” ujar Sandi.

Masalah semakin rumit karena sumber air utama, yaitu Sungai Batang Merao dan Bendar Baru, terletak jauh dari lahan pertanian. Warga harus menggunakan mesin pompa air dengan selang panjang untuk mengalirkan air dari sungai yang berjarak lebih dari 100 meter. “Ini jelas sangat menyulitkan kami,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Fokus Optimalisasi Pajak dan Retribusi

Di sisi lain, meskipun musim hujan membawa cukup air, masalah utama tetap muncul saat musim kemarau. “Ketika musim hujan, air cukup. Namun saat musim kemarau, kami sering terpaksa menunda masa tanam atau bahkan gagal panen karena kesulitan mendapatkan air,” jelasnya.

Warga lainnya juga menginginkan perhatian lebih dari pemerintah. “Kami berharap tahun depan anggaran untuk pembangunan irigasi di Desa Debai. Proyek ini sangat penting untuk masa depan pertanian kami,” ujar salah satu warga yang memilih tidak disebutkan namanya.

Dengan demikian, masyarakat Desa Debai mendesak pemerintah untuk segera merencanakan pembangunan irigasi yang bisa mengatasi kesulitan mereka. “Kami benar-benar membutuhkan irigasi agar bisa menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas hidup,” harap mereka.

Pemerintah Kota Sungai Penuh harus segera mendengarkan keluhan ini dan merencanakan pembangunan irigasi untuk memastikan kelangsungan pertanian dan kehidupan masyarakat Desa Debai.(AN)

Berita Terkait

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
BKN Fasilitasi Penataan Kepala Sekolah di Sungai Penuh, BKPSDM Dorong Sistem Merit dan Profesionalisme ASN
Pengusaha di Merangin Garut Kepala!, Pemkab Naikkan Tarif Listrik Perusahaan dari Rp200 Jadi Rp1.035 per kWh
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:44 WIB

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:13 WIB

Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Berita Terbaru