MERANGIN,JS – Sejumlah warga Desa Beringin Sanggul, Kecamatan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin, mengeluhkan bidan desa yang baru lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024. Menurut warga, bidan yang seharusnya bertugas dan menetap di Pustu Desa Beringin Sanggul hanya hadir pada pagi hari. Pada siang hari, bidan sudah pulang, sehingga warga tidak mendapatkan pelayanan kesehatan malam hari.
Akibatnya, warga yang membutuhkan layanan di luar jam pagi harus menempuh perjalanan jauh ke Desa Sekancing atau langsung ke Puskesmas induk. Kondisi ini sangat memberatkan mereka yang menghadapi keadaan darurat malam hari atau tidak memiliki kendaraan.
“Sebenarnya kami senang ada bidan baru. Namun, jika bidan hanya datang pagi dan siang sudah pulang, sama saja kami tidak punya tenaga kesehatan di desa. Jika anak demam tinggi malam hari, kami tidak tahu harus ke mana. Kami terpaksa keluar desa, padahal jalannya gelap dan jauh,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa muncul dari warga lainnya. Mereka berharap bidan desa berstatus P3K menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Bidan juga diharapkan tetap siap siaga di Pustu untuk kebutuhan masyarakat selama 24 jam.
Lebih jauh, warga menekankan bahwa pelayanan kesehatan dasar harus menjadi prioritas. Hal ini penting, khususnya di desa yang jauh dari fasilitas kesehatan lain. Mereka meminta bidan desa tidak meninggalkan Pustu saat jam pelayanan atau di luar jam, ketika warga membutuhkan bantuan.
Selain itu, masyarakat mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin untuk turun langsung menilai kinerja bidan tersebut.
“Kami minta dinas terkait melihat langsung kondisi di desa. Jangan sampai masyarakat terus kesulitan hanya karena tenaga kesehatan tidak berada di tempat,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, bidan desa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin belum memberikan keterangan resmi terkait masalah ini.(AN)









