Warga Siau Geger, Jasad Lansia Ditemukan di Kebun

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi jasad kakek 75 tahun di Tanjabtim

Proses evakuasi jasad kakek 75 tahun di Tanjabtim

TANJABTIM,JS– Warga Desa Siau Dalam, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, digegerkan setelah menemukan jasad pria lanjut usia di kebun Parit 1 Sungai Niur, Senin (19/1). Korban bernama Lambak (75), yang tinggal seorang diri di kebunnya.

Keluarga Melaporkan Hilangnya Korban

Baca Juga :  Warga Tanjabtim Resah, Buaya Muncul di Pemukiman

Keluarga korban melaporkan ke Polsek Muara Sabak Timur sekitar pukul 09.00 WIB setelah selama empat hari tidak berhasil menghubungi Lambak. Kapolsek Muara Sabak Timur AKP Chandra Adinata segera berkoordinasi dengan Kapolres Tanjabtim dan memerintahkan seluruh personel Polsek, perangkat desa, serta pihak kecamatan untuk mencari korban di kebun.

Tim Gabungan Menemukan Korban

Baca Juga :  Pasca Insiden Guru–Siswa, KBM SMK Tanjabtim Kembali Normal

Sekitar pukul 11.00 WIB, tim gabungan menemukan Lambak terlungkup di kebunnya. Tubuh korban sudah membusuk, namun ia masih memegang sebilah golok. Chandra menjelaskan, korban sehari-hari bekerja sebagai pekebun di lokasi tersebut.

Polisi belum mengetahui penyebab kematian korban dan masih menunggu hasil identifikasi serta visum luar. “Kami juga menyelidiki kemungkinan kehilangan barang korban. Saat ini, kami belum bisa menyimpulkan barang apa saja yang hilang atau apakah ada unsur pidana,” ujar Chandra.

Keluarga Berikan Keterangan

Baca Juga :  Pengemudi Pajero Penerobos Gerbang Mapolda Jambi Diamankan

Anak korban, Yuleng, menceritakan komunikasi terakhir dengan ayahnya terjadi pada Senin, 12 Januari 2026. Saat itu, Lambak masih bisa dihubungi lewat telepon. Namun panggilan yang dilakukan kembali pada Jumat, 16 Januari 2026, tidak dijawab.

Yuleng mendatangi kebun ayahnya pada Minggu (18/1) karena khawatir, tetapi tidak menemukan siapa pun. Keesokan harinya, Yuleng bersama keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Sabak Timur.

Yuleng menambahkan, ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit. Dalam percakapan terakhir, Lambak meminta dibawakan badik karena sedang menghadapi masalah.

Korban baru saja menarik uang sekitar Rp 14 juta, namun ketika Yuleng memeriksa pondok kebun, uang tersebut tidak ada. Badik yang biasanya ia simpan di tas juga hilang.

Tim polisi menemukan tas pinggang berisi uang sekitar Rp 2 juta, rokok, dan topi milik korban. Polisi memastikan uang Rp 2 juta itu bukan bagian dari uang Rp 14 juta yang hilang.

Polisi Terus Menyelidiki

Tim Inafis Polres Tanjabtim melakukan olah TKP. Polisi membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk visum luar. Saat ini, polisi menelusuri motif dan kronologi kematian korban serta menyelidiki kemungkinan tindak pidana terkait hilangnya barang-barang korban.(TIM)

Berita Terkait

Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting
Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang
Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK
Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya
Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan
BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Dekat Pasar Sungai Penuh, Armada Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api
Jamkesda Merangin 2026: M Syukur Ingatkan Desa Jangan Abaikan Data Warga Kurang Mampu
Bangunan Milik Warga Tanjung Pauh Hilir Dilalap Sijago Merah, Usaha Pemadaman Masih Dilakukan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Dihadiri Wawako Azhar, Ini Pesan Sri Kartini Alfin bagi Orang Tua di Kelas Parenting

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kabut Asap Jambi Ganggu 9 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Pesawat Dialihkan ke Palembang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Absensi Digital Jadi Acuan Evaluasi ASN Sungai Penuh, BKPSDM Pantau Kedisiplinan PNS dan PPPK

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Mulai November 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di Jambi Dapat Insentif Rp500 Ribu, Ini Rincian Gajinya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Jalan Lubuk Suli–Kubang Empat Tahun Rusak, Pemuda Sempat Tanami Pisang di Tengah Jalan

Berita Terbaru