TANJABTIM,JS- Warga Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), tengah dilanda kekhawatiran setelah kemunculan buaya di sejumlah desa dekat pemukiman. Fenomena ini muncul menyusul banjir luapan Sungai Batanghari pada awal Januari 2026.
Buaya Sering Muncul di Kanal dan Jalan Desa
Ade Remanto, warga Desa Rantau Rasau II, mengaku sering melihat buaya di kanal parit depan rumahnya. Bahkan, hewan ini kadang naik ke jalan desa, terutama pada malam hari. “Anak-anak yang biasa bermain atau mandi di kanal kini takut. Kami berharap pemerintah segera menanggapi dan menghalau buaya,” ujarnya pada Sabtu (17/1).
Jenis Buaya dan Lokasi Munculnya
Camat Rantau Rasau, Muhammad Yani, menyatakan buaya yang muncul merupakan jenis senyulong (Tomistoma schlegelii). Warga melaporkan keberadaan hewan ini di Desa Bangun Karya, Pematang Mayang, dan Marga Mulya. Yani menambahkan bahwa banjir kemungkinan mendorong buaya bermigrasi dari Sungai Batanghari ke pemukiman.
Imbauan Pemerintah untuk Warga
Untuk sementara, pemerintah setempat hanya dapat mengimbau warga agar tetap waspada dan menghindari kanal. “Kami meminta masyarakat berhati-hati, terutama anak-anak, sampai ada tindakan lebih lanjut,” kata Yani.
Tantangan Penanganan Buaya
Kepala Dinas Perikanan Tanjabtim, Hendri, menyebut pihaknya memiliki kewenangan menangani satwa air, termasuk buaya. Namun, keterbatasan personel dan peralatan membuat penanganan di lapangan belum optimal. Setiap laporan warga langsung diteruskan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Jambi, yang saat ini hanya memiliki dua personel. Hendri menambahkan pihak BKSDA Jambi juga dilibatkan untuk membantu.
Keselamatan Warga Jadi Prioritas
Kemunculan buaya ini menimbulkan risiko serius bagi keselamatan warga. Pemerintah daerah harus meningkatkan koordinasi dan memperkuat sumber daya untuk mengatasi ancaman ini serta mengembalikan rasa aman di desa.(TIM)









