JAKARTA,JS– Super flu bisa menjadi kondisi serius ketika menimbulkan gejala berat seperti gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, atau tanda umum yang memburuk. dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P(K), dokter spesialis paru RS UNS, menegaskan bahwa gejala ini menandakan infeksi sudah berkembang dan pasien tidak aman lagi dirawat di rumah.
“Pengenalan tanda klinis sejak awal membantu pasien mendapatkan pertolongan medis lebih cepat,” ujar Brigitta.
Gejala Super Flu Berat yang Perlu Diwaspadai
Meskipun sebagian besar kasus flu membaik dengan perawatan mandiri, super flu menuntut perhatian ekstra. Brigitta menekankan bahwa menunda membawa pasien ke rumah sakit saat gejala berat muncul dapat meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada kelompok rentan.
1. Sesak Napas dan Penurunan Oksigen
Sesak napas menjadi gejala penting yang menandakan infeksi telah memengaruhi fungsi paru secara signifikan. Selain itu, penurunan saturasi oksigen menunjukkan tubuh kekurangan pasokan oksigen. Dalam kondisi ini, pasien memerlukan pemantauan ketat dan penanganan segera di rumah sakit.
2. Penurunan Kesadaran dan Nyeri Dada
Perubahan kesadaran menandakan infeksi mulai memengaruhi seluruh tubuh. Nyeri dada juga menjadi tanda serius karena bisa berkaitan dengan gangguan pernapasan atau komplikasi lain akibat infeksi. Segera membawa pasien untuk evaluasi medis dapat mencegah kondisi memburuk.
3. Demam Tinggi yang Tak Kunjung Reda
Demam termasuk gejala umum flu, tetapi demam tinggi yang tidak turun meski sudah diberikan obat penurun panas menjadi tanda peringatan.
4. Dehidrasi pada Lansia
Super flu dapat menyebabkan lansia mengalami dehidrasi dengan cepat. Kondisi ini memperburuk kesehatan pasien dan membutuhkan penanganan cairan serta pemantauan intensif. Keluarga sebaiknya waspada terhadap tanda-tanda dehidrasi, karena situasi ini bukan masalah ringan.
Pentingnya Triase Klinis
Triase klinis membantu tenaga kesehatan menentukan tingkat kegawatan pasien sejak awal, sehingga mereka yang membutuhkan penanganan cepat bisa mendapat prioritas. Selain itu, triase memastikan tenaga medis menggunakan sumber daya secara tepat dan efektif.
Bagi pasien dan keluarga, mengenali gejala berat super flu membantu mengambil keputusan cepat dan tepat. Brigitta menegaskan, super flu tidak boleh diremehkan, tetapi pasien dan keluarga juga tidak perlu panik. Respons yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan nyawa.(TIM)









