Cuaca Ekstrem, Hasil Tangkapan Nelayan Tanjabtim Menurun

Harga Ikan Meroket

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cuaca ekstrim diperairan Tanjabtim.(Sumber/Google)

Ilustrasi Cuaca ekstrim diperairan Tanjabtim.(Sumber/Google)

TANJABTIM,JS – Cuaca ekstrem melanda perairan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) beberapa pekan terakhir. Akibatnya, gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan menahan diri. Mereka menangkap ikan lebih sedikit, sehingga pasokan ke pasar tradisional menurun.

Pasokan Ikan Laut di Pasar Menipis

Selain itu, pantauan di pasar tradisional Muara Sabak menunjukkan pedagang menjual lebih sedikit ikan laut dibanding kondisi normal. Mereka lebih banyak menawarkan ikan dari perairan dangkal, sungai, dan muara. Sementara ikan laut lepas, seperti tenggiri, bawal, dan kakap, pedagang hanya memperoleh dalam jumlah terbatas.

Baca Juga :  Bupati Tanjabtim Sambangi Kementerian Pembangunan Nasional

“Sudah beberapa hari ini ikan laut agak susah. Kalau ada pun jumlahnya sedikit, maka harganya otomatis naik,” ujar Rahman, pedagang ikan di Pasar Muara Sabak, Jumat (30/1/2026).

Harga Ikan Terpaksa Naik

Akibat penurunan pasokan, Rahman menyesuaikan harga ikan agar tetap menutup biaya distribusi. Harga berbeda-beda tergantung jenis ikan. Seiring waktu, pembeli mengurangi jumlah belanja.

“Biasanya beli sekilo, sekarang setengah kilo saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Tanjabtim Genjot Sekolah Rakyat Baru untuk Siswa 2026

Nelayan Pilih Keselamatan dari pada Risiko

Sementara itu, nelayan menilai melaut ke perairan lepas terlalu berisiko. Yadi, nelayan dari Kecamatan Muara Sabak Timur, mengatakan ombak besar dan arah angin tidak menentu membuat keselamatan menjadi prioritas.

“Kalau dipaksakan melaut ke tengah, risikonya terlalu tinggi. Sebagian dari kami menangkap ikan di perairan dangkal atau berhenti sementara sambil mengerjakan pekerjaan lain untuk kebutuhan keluarga,” jelas Yadi.

Baca Juga :  Mulai Berlaku, Update Harga BBM Non Subsidi di Jambi Hari Ini

Pemeliharaan Alat Tangkap Jadi Pilihan Strategis

Selain itu, nelayan memanfaatkan cuaca buruk untuk merawat alat tangkap dan kapal. Udin, nelayan Kuala Jambi, mengatakan, “Daripada alat rusak saat dipakai, lebih baik kami memperbaiki sekarang sambil menunggu cuaca normal.”

Kekhawatiran Dampak Jangka Panjang

Jika cuaca buruk terus berlangsung, nelayan dan pedagang khawatir dampaknya semakin luas. Mereka melihat pasokan ikan yang menurun bisa menekan daya beli masyarakat karena harga terus naik.

Oleh karena itu, nelayan berharap cuaca segera membaik. Dengan begitu, mereka bisa menangkap ikan normal kembali, pasokan ke pasar stabil, dan harga kembali terjangkau bagi masyarakat.(*)

Berita Terkait

Akhirnya! Geopark Merangin Raih Green Card UNESCO, Ini Perdebatan Alot di Paris
PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu tahun 2027 Benarkah?, Ini Jawaban BKPSDM Sungai Penuh
Titik Api Kembali Muncul di Jambi, 150 Hotspot Terdeteksi! Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Cabai Rawit dan Cabai Merah Kompak Naik, Emak-Emak Mulai Resah
Wali Kota Alfin Bahas 8 Prioritas Pembangunan Sungai Penuh dengan Kemendagri, Ada Flyover hingga Pengendalian Banjir
Satgas Temukan 70 Bibit Sawit di Tahura Senami Batanghari, Al Haris Minta Aparat Usut Dugaan Perambahan
PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Teken Kontrak Baru, Ini Jadwalnya
Kabar Baik! Insentif 1.366 Guru PPPK Paruh Waktu Jambi Segera Cair, Cek Besaran dan Jadwalnya
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:15 WIB

Akhirnya! Geopark Merangin Raih Green Card UNESCO, Ini Perdebatan Alot di Paris

Kamis, 5 November 2026 - 08:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu tahun 2027 Benarkah?, Ini Jawaban BKPSDM Sungai Penuh

Rabu, 4 November 2026 - 20:01 WIB

Titik Api Kembali Muncul di Jambi, 150 Hotspot Terdeteksi! Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Rabu, 4 November 2026 - 15:01 WIB

Cabai Rawit dan Cabai Merah Kompak Naik, Emak-Emak Mulai Resah

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Wali Kota Alfin Bahas 8 Prioritas Pembangunan Sungai Penuh dengan Kemendagri, Ada Flyover hingga Pengendalian Banjir

Berita Terbaru