Wali Kota Sungai Penuh Alfin Hadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI,JS- Festival Budaya Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik kembali membuktikan bahwa tradisi mampu bertahan di tengah derasnya arus modernisasi. Ribuan masyarakat memadati kawasan Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti salah satu agenda adat terbesar di Provinsi Jambi tersebut.

Momentum budaya yang berlangsung setiap lima tahun sekali itu semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., yang mendampingi Gubernur Jambi Al Haris. Kehadiran para kepala daerah menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Selain Gubernur Jambi dan Wali Kota Sungai Penuh, acara juga dihadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Kerinci Murison, pimpinan DPRD, sekretaris daerah, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi beserta kabupaten/kota, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, rektor perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan BUMN dan BUMD, hingga ribuan tamu undangan.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Jalan menuju lokasi dipenuhi warga yang ingin menyaksikan prosesi adat sekaligus menikmati kemeriahan festival budaya terbesar di Kerinci tersebut.

Kenduri Sko Jadi Simbol Persatuan Masyarakat Kerinci

Kenduri Sko bukan sekadar pesta adat. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur, pengukuhan kepemimpinan adat, sekaligus momentum mempererat hubungan antarkeluarga dan masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi serta perubahan gaya hidup generasi muda, Kenduri Sko terus menghadirkan pesan penting tentang menjaga identitas budaya tanpa mengabaikan kemajuan zaman.

Tema yang diusung tahun ini, “Lestari Budaya Satukan Generasi di Tengah Kemajuan Zaman”, mencerminkan semangat masyarakat Kerinci dalam merawat warisan leluhur sekaligus membangun masa depan yang tetap berakar pada nilai-nilai adat.

Baca Juga :  Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur'an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh

Sambutan Adat Meriah Pukau Tamu Kehormatan

Setibanya di lokasi acara, rombongan tamu kehormatan langsung merasakan hangatnya budaya Kerinci.

Masyarakat menyambut kedatangan para pejabat melalui atraksi pencak silat tradisional yang penuh makna, prosesi pengalungan selendang, hingga tarian penyambutan yang menampilkan kekayaan seni budaya Kerinci.

Seluruh rangkaian prosesi berlangsung khidmat namun tetap meriah. Sorak-sorai masyarakat dan tepuk tangan panjang mengiringi setiap penampilan budaya yang tersaji.

Suasana semakin semarak ketika ribuan warga mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Banyak pengunjung juga membagikan kemeriahan festival melalui media sosial sehingga Kenduri Sko kembali menjadi perhatian publik.

Tari Iyo-Iyo dan Tari Kolosal Curi Perhatian Ribuan Pengunjung

Puncak kemeriahan festival hadir saat ribuan penari menampilkan Tari Iyo-Iyo secara massal.

Gerakan yang kompak berpadu dengan iringan musik tradisional menghadirkan suasana magis yang memukau seluruh pengunjung.

Tidak hanya itu, pencak silat massal dan tari kolosal turut memperlihatkan kekayaan budaya Kerinci yang masih terjaga hingga sekarang.

Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah.

Kolaborasi antara anak-anak, remaja, hingga tokoh adat menjadi bukti bahwa budaya Kerinci tetap hidup dan terus diwariskan.

Wali Kota Alfin Tegaskan Komitmen Melestarikan Budaya Kerinci

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin memberikan apresiasi kepada masyarakat dan panitia yang berhasil menyelenggarakan Kenduri Sko dengan baik.

Menurut Alfin, tradisi tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus pendidikan yang sangat penting bagi generasi penerus.

Ia menilai Kenduri Sko tidak hanya menjadi identitas masyarakat Kerinci, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta mengenalkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.

“Kenduri Sko merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Tradisi ini bukan hanya menjadi identitas masyarakat Kerinci, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan serta memperkenalkan nilai-nilai adat kepada generasi muda,” ujar Alfin.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus terus menjaga tradisi tersebut agar tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

Selain itu, Alfin mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah daerahnya sehingga rasa bangga terhadap budaya sendiri semakin kuat.

Budaya Dapat Mendorong Pariwisata dan Perekonomian Daerah

Festival budaya seperti Kenduri Sko tidak hanya memiliki nilai adat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ribuan pengunjung yang hadir meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, pedagang kuliner, pengrajin suvenir, hingga pelaku jasa transportasi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya mampu berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, promosi melalui media sosial membuat potensi wisata Kerinci semakin dikenal masyarakat Indonesia bahkan wisatawan mancanegara.

Dengan latar alam pegunungan, Danau Kerinci, serta kekayaan adat yang masih terjaga, Kerinci memiliki peluang besar berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan nasional.

Tema Festival Menjadi Pengingat Penting bagi Generasi Muda

Alfin berharap tema “Lestari Budaya Satukan Generasi di Tengah Kemajuan Zaman” tidak berhenti sebagai slogan semata.

Menurutnya, seluruh masyarakat perlu menjadikan tema tersebut sebagai semangat bersama dalam menjaga adat istiadat, memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus membangun daerah.

Ia meyakini generasi muda memiliki peran besar dalam memastikan budaya Kerinci tetap hidup melalui pendidikan, seni, teknologi, dan media digital.

Dengan demikian, tradisi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang mengikuti perubahan zaman.

Kenduri Sko Lima Desa Terus Menjadi Kebanggaan Kerinci

Di akhir sambutannya, Alfin menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik atas suksesnya penyelenggaraan Kenduri Sko tahun 2026.

Ia berharap tradisi yang berlangsung setiap lima tahun sekali tersebut terus menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci sekaligus memperkuat persatuan antargenerasi.

Baca Juga :  Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh

“Selamat dan sukses atas pelaksanaan Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Semoga tradisi ini terus lestari, menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci, serta mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan antargenerasi,” tutupnya.

Kenduri Sko Perkuat Identitas Kerinci di Tingkat Nasional

Keberhasilan Festival Budaya Kenduri Sko Lima Desa kembali memperlihatkan bahwa Kerinci memiliki kekayaan budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Dukungan pemerintah daerah, tokoh adat, serta partisipasi masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga warisan budaya tersebut agar tetap lestari.

Melalui penyelenggaraan festival secara konsisten, Kerinci tidak hanya mempertahankan identitas budayanya, tetapi juga membuka peluang besar bagi perkembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan semangat kebersamaan, Kenduri Sko terus menjadi simbol persatuan masyarakat Kerinci sekaligus bukti bahwa tradisi leluhur tetap relevan sebagai fondasi pembangunan di era modern.(*)

Berita Terkait

Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik Meriah, Gubernur Al Haris, Bupati Monadi dan Wali Kota Alfin Kompak Hadir
Bersama Gubernur Jambi, Bupati Kerinci Letakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Kerinci
Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Bikin Merinding, Warisan Budaya Kerinci yang Memukau Ribuan Warga Lima Desa Tanjung Pauh Mudik
Pengasungan Sko Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Tradisi Sakral Kerinci yang Memukau Ribuan Warga
Wali Kota Alfin Resmi Sandang Gelar Adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, Simbol Komitmen Melestarikan Budaya Sungai Penuh
Aqila Naomi Siap Berjuang di Final Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Ini Pesan Wawako Azhar Hamzah
Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Kenalkan Warisan Budaya Kota Sungai Penuh di Karnaval Munas APEKSI XVIII Medan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:01 WIB

Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik Meriah, Gubernur Al Haris, Bupati Monadi dan Wali Kota Alfin Kompak Hadir

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:30 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin Hadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bersama Gubernur Jambi, Bupati Kerinci Letakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Kerinci

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:30 WIB

Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Bikin Merinding, Warisan Budaya Kerinci yang Memukau Ribuan Warga Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:30 WIB

Wali Kota Alfin Resmi Sandang Gelar Adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, Simbol Komitmen Melestarikan Budaya Sungai Penuh

Berita Terbaru