Kinerja ‘Big Bank’ Mulai Membaik, Tapi Pertumbuhannya Terbatas

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Big Bank Indonesia

Big Bank Indonesia

BISNIS, JS— Sejumlah bank besar mencatat perbaikan laba sepanjang 2025. Namun, pertumbuhan laba masih terbatas. PT Bank Mandiri Tbk mencatat laba Rp 56,29 triliun. Angka ini naik hanya 0,92% dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba Mandiri tertahan karena pendapatan bunga bersih hanya naik 4,38% menjadi Rp 106,21 triliun. Beban bunga meningkat tajam, sebesar 17,63% menjadi Rp 58,20 triliun. Di sisi intermediasi, Mandiri berhasil meningkatkan penyaluran kredit sebesar 13,4% menjadi Rp 1.895 triliun.

Baca Juga :  Bank Dunia Beberkan Alasan Indonesia Susah jadi Negara Maju

Direktur Utama Mandiri, Riduan, menekankan tantangan global dan domestik masih membayangi. Volatilitas geopolitik dan kebijakan moneter yang belum sepenuhnya terasa di sektor riil menjadi perhatian. “Kami akan fokus menyalurkan kredit pada usaha produktif, khususnya UMKM, dan sektor bernilai tambah. Kami juga memanfaatkan sinergi anak perusahaan serta penguatan ekosistem bisnis,” jelas Riduan. Mandiri menargetkan sektor perdagangan, jasa, manufaktur, infrastruktur, dan energi sebagai prioritas pengembangan portofolio.

BCA Catat Pertumbuhan Stabil

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan anak usahanya membukukan laba Rp 57,5 triliun, naik 4,9% YoY. Pendapatan bunga bersih BCA meningkat 4,1% menjadi Rp 85,4 triliun. Pendapatan non-bunga melonjak 18,9% menjadi Rp 25,6 triliun. Kenaikan ini terutama berasal dari pendapatan komisi dan fee, yang naik 10,7% menjadi Rp 20,8 triliun. Hal ini menunjukkan kekuatan bisnis transaksi dan layanan perbankan.

BCA menyalurkan kredit Rp 993 triliun. Angka ini tumbuh 7,7% dibanding tahun sebelumnya. Direktur BCA, Vera Eve Lim, memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 mencapai 8%-10%. Meski NIM diperkirakan menurun menjadi 5,4%-5,6% akibat penurunan suku bunga acuan, Vera menegaskan BCA akan menjaga rasio kredit bermasalah di kisaran 1,8%-2%.

Baca Juga :  Mengenal Free Float: Ukuran Risiko dan Peluang Saham

BNI Masih Tertekan, Kredit Tetap Tumbuh

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat penurunan laba 6,6% menjadi Rp 20,04 triliun. Pendapatan bunga bersih sedikit turun menjadi Rp 40,33 triliun. Beban pencadangan meningkat menjadi Rp 9,7 triliun.

Meski demikian, BNI tetap meningkatkan penyaluran kredit sebesar 15,9% menjadi Rp 899,53 triliun. Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan bank terus memperkuat teknologi, organisasi, dan produktivitas. “Kami fokus pada penguatan fundamental, efisiensi, dan ekspansi kredit ke sektor produktif,” ujar Putrama.

Baca Juga :  Pasca Jadi BUMN, BSI Berambisi Naik Kelas Jadi Bank KBMI 4

Pergerakan Saham dan Prospek Sektor

Pada penutupan 5 Februari 2026, saham BBCA stabil di Rp 7.800 per lembar. BMRI naik 1% menjadi Rp 5.050, sementara BBNI turun 1,3% menjadi Rp 4.570 per saham. Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menyebut penurunan ini sebagai fenomena sell on news. Investor mengambil keuntungan setelah laporan keuangan dirilis. Penurunan harga terbatas karena masih ada akumulasi beli dari investor domestik.

Secara fundamental, prospek sektor perbankan tetap solid. Penurunan suku bunga berpotensi menurunkan biaya dana, meningkatkan margin bunga bersih, dan mendorong pertumbuhan kredit. Dari sisi valuasi, BBNI relatif murah, sedangkan BBCA tetap premium dan defensif. KISI Sekuritas menetapkan target harga BBRI Rp 5.800, BMRI Rp 7.600, BBNI Rp 6.200, dan BBCA Rp 11.200 per saham.(*)

Berita Terkait

Masih Punya Cicilan? Ini Syarat Mengajukan KUR Lagi agar Peluang Disetujui Lebih Besar
KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan
Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS
KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta
KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha
Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Antam Rp2,61 Juta, Cek Buyback
Pajak E-Commerce 0,5 Persen Buat Pelaku UMKM Khawatir?, Ini Aturan dan Batas Bebas Pajaknya
Deposito Rp100 Juta di BCA, BRI, BNI, atau Mandiri: Ini Simulasi Bunga dan Keuntungan Setahun
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Masih Punya Cicilan? Ini Syarat Mengajukan KUR Lagi agar Peluang Disetujui Lebih Besar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:31 WIB

KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha

Berita Terbaru

Health benefits of Cassia vera

Internasional

Found only in Indonesia—here are the health benefits of cinnamon

Senin, 12 Okt 2026 - 02:55 WIB

Kode Redeem Free Fire hari ini 12 Oktober 2026

Dunia Game

Update Lebih Awal, Segera Klaim Kode Redeem FF 12 Oktober 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 00:01 WIB