Waspada DBD! Kabupaten Kerinci Catat Lonjakan Kasus

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kasus DBD. (Sumber/Google)

Ilustrasi kasus DBD. (Sumber/Google)

KERINCI,JS- Waspada DBD! Kabupaten Kerinci Catat Lonjakan Kasus

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kerinci terus naik. Data terbaru dari Dinas Kesehatan menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini menjadi perhatian utama menjelang musim penghujan.

Lonjakan Kasus dari 2024 ke 2025

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hermizan, menyatakan bahwa pada 2024 tercatat 96 kasus DBD. Tahun berikutnya, jumlahnya naik menjadi 107 kasus, meningkat 11 penderita. Hermizan menekankan bahwa angka ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Baca Juga :  Waspada DBD Awal 2026, Lima Kasus Terjadi di Sungai Penuh

“Rendahnya kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan membuat nyamuk berkembang biak dengan cepat,” ujarnya.

Faktor Penyebaran DBD

Tingginya mobilitas masyarakat turut mempercepat penyebaran DBD di beberapa wilayah. Hermizan mengingatkan warga untuk rutin membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menampung air hujan, dan menjaga lingkungan tetap bersih.

Kasus Awal Tahun 2026

Memasuki awal 2026, Dinas Kesehatan menemukan 9 kasus baru DBD. Wilayah bagian tengah Kabupaten Kerinci menjadi daerah dengan jumlah penderita terbanyak. Hermizan mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini.

Baca Juga :  Kasus DBD Teror Warga Kerinci dan Sungai Penuh

Langkah Pencegahan Efektif

Menurut Hermizan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan rutin membersihkan lingkungan, menutup serta menguras tempat penampungan air, dan menjaga pola hidup sehat, masyarakat bisa terhindar dari DBD dan penyakit menular lainnya.

“Kesadaran setiap warga sangat menentukan keberhasilan pencegahan DBD. Jangan menunggu munculnya kasus baru untuk mulai menjaga kebersihan,” pungkas Hermizan.(*)

Berita Terkait

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:01 WIB

Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Berita Terbaru

Google Gemini ubah mobil jadi teman perjalanan super pintar!

Teknologi

Google Gemini Ubah Mobil Menjadi Asisten Pintar Masa Depan

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:01 WIB