OTOMOTIF,JS- Toyota Motor Corporation memulai produksi perdana Land Cruiser FJ di Thailand. Langkah ini menandai kembalinya nama Land Cruiser dalam format lebih ringkas dan modern. Toyota sekaligus mengincar konsumen muda yang gemar berpetualang.
Unit pertama sudah keluar dari jalur perakitan. Konsumen perdana akan menerima kendaraan mereka pada akhir tahun ini. Kehadiran SUV kompak ini langsung menarik perhatian pasar off-road.
Bidik Generasi Aktif dan Petualang
Toyota tidak hanya mengandalkan reputasi besar Land Cruiser. Pabrikan Jepang itu merancang FJ sebagai strategi memperluas segmen pasar dan membidik generasi muda yang aktif dan menyukai eksplorasi alam.
Mobil ini menghadirkan desain kompak dengan karakter kuat. FJ mampu menunjang mobilitas perkotaan sekaligus mendukung aktivitas luar ruang.
Mesin Bensin 2.7L Tangguh dan Andal
Pada tahap awal, Toyota menyematkan mesin bensin 2.7 liter naturally aspirated. Mesin ini sudah menunjukkan ketangguhan pada Toyota Land Cruiser Prado dan Toyota Hilux.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga 161 hp dan torsi 246 Nm. Toyota menghubungkannya ke transmisi otomatis 6 percepatan. Selain itu, Toyota melengkapi FJ dengan sistem penggerak empat roda paruh waktu. Kombinasi ini menjaga stabilitas di berbagai medan dan tetap menekan biaya perawatan.
Siapkan Mesin Diesel 2.8L
Toyota juga menyiapkan mesin diesel 2.8 liter turbo empat silinder untuk melengkapi lini produk.
Mobil ini mengambil mesin tersebut dari Land Cruiser 250. Mesin diesel ini menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi hingga 500 Nm. Angka tersebut melampaui performa versi bensin.
Selain itu, Toyota merancang mesin ini agar kompatibel dengan sistem mild-hybrid 48 volt. Teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus memenuhi standar emisi ketat di Jepang dan Australia.
Dimensi Ringkas, Karakter Tetap Kuat
Toyota membangun Land Cruiser FJ menggunakan platform ladder frame. Platform yang sama menopang Toyota Fortuner. Namun, Toyota merancang FJ dengan dimensi lebih ringkas.
SUV ini memiliki panjang 4.575 mm, lebar 1.855 mm, dan tinggi 1.960 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.580 mm. Ukurannya lebih pendek 348 mm dibanding Land Cruiser 250.
Dimensi tersebut membuat FJ lebih lincah di jalan perkotaan. Meski demikian, Toyota tetap mempertahankan karakter tangguh melalui garis bodi tegas, lengkungan roda besar, pilar C tebal, serta ban serep di pintu belakang.
Dua Pilihan Desain Gril Depan
Toyota menawarkan dua desain gril untuk FJ. Konsumen dapat memilih tampilan klasik dengan lampu bulat. Toyota juga menyediakan opsi modern dengan lampu persegi dan strip LED berbentuk C.
Pilihan ini memberi keleluasaan bagi konsumen untuk menentukan karakter kendaraan sesuai selera.
Interior Minimalis dan Fungsional
Toyota menghadirkan kabin dengan konsep minimalis dan fokus pada fungsi. Pabrikan menggunakan material plastik keras demi ketahanan jangka panjang.
Toyota memasang panel instrumen digital dan layar infotainment berukuran besar di bagian tengah. Pengemudi dapat mengatur suhu melalui kontrol iklim terpisah. Selain itu, Toyota menempatkan tuas transmisi kokoh serta tombol mode off-road secara rapi di konsol tengah.
Untuk mendukung keselamatan, Toyota membekali FJ dengan paket Toyota Safety Sense. Fitur ini membantu pengemudi melalui berbagai sistem bantuan modern.
Bumper Modular dan Aksesori Petualangan
Toyota melengkapi FJ dengan bumper depan dan belakang yang dapat dilepas. Desain ini memudahkan pemilik mengganti komponen saat terjadi kerusakan dan membantu menekan biaya perbaikan.
Selain itu, Toyota menyediakan berbagai aksesori tambahan seperti snorkel, pijakan samping, rak atap ARB, serta rak MOLLE di bagasi. Seluruh opsi ini mendukung kebutuhan personalisasi dan aktivitas ekspedisi.
Siap Ekspansi ke Berbagai Kawasan
Toyota akan meluncurkan Land Cruiser FJ di Jepang pada Mei 2026. Setelah itu, Toyota akan memasarkan model ini ke Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika.
Jika varian mesin memenuhi standar Euro 6, Toyota berpeluang membawa FJ ke Australia. Meski Toyota belum memasukkan Amerika Utara dan Eropa dalam daftar awal, model ini tetap berpotensi memperkuat persaingan SUV off-road kompak di pasar global.(*)









