20 ASN Pemprov Jambi Kena Sanksi, Enam ASN Diberhentikan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi 20 ASN di Pemprov Jambi terkena sanksi berat pada tahun 2025, enam diantaranya diberhentikan.

Ilustrasi 20 ASN di Pemprov Jambi terkena sanksi berat pada tahun 2025, enam diantaranya diberhentikan.

JAMBI,JS– Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jambi menjatuhkan sanksi disiplin kepada 20 Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah daerah menindak para pegawai tersebut setelah menemukan pelanggaran terhadap aturan kedisiplinan.

Melalui langkah ini, Pemprov Jambi menjaga integritas birokrasi. Pemerintah juga ingin mencegah pelanggaran serupa pada masa mendatang.

Hukuman Berat Dominasi Kasus Disiplin

Berdasarkan rekapitulasi penanganan kasus, hukuman berat mendominasi sepanjang 2025. Dari total 20 ASN, pemerintah memberikan hukuman ringan kepada dua orang. Pemerintah juga menjatuhkan hukuman berat kepada sembilan ASN.

Baca Juga :  DPR RI Kunker di Jambi, Sengketa Lahan Jadi Pembahasan Utama

Selain itu, pemerintah memberlakukan sanksi pemberhentian sementara kepada delapan ASN. Sementara itu, satu pegawai menerima pemutusan hubungan kerja (PHK).

Jika digabungkan, sanksi berat dan pemberhentian sementara mencakup sekitar 85 persen dari seluruh kasus disiplin yang pemerintah tangani.

Enam Pegawai Kehilangan Status Kepegawaian

Tim ad-hoc penegakan disiplin Pemprov Jambi merinci sanksi kategori berat tersebut. Dari sembilan ASN, pemerintah memberhentikan lima orang melalui skema Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri.

Pada saat yang sama, pemerintah memutus hubungan kerja satu pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pemerintah menilai pelanggaran yang dilakukan sudah melampaui batas toleransi.

Baca Juga :  THR ASN 2026 Mulai Cair Awal Puasa, Menkeu: Sebentar Lagi

“Secara keseluruhan, pemerintah memberhentikan enam pegawai, terdiri dari lima ASN dan satu PPPK,” ujar salah satu anggota tim ad-hoc Pemprov Jambi kepada jamberita.com, Jumat (20/1/2026).

Kebijakan Sejalan dengan Arahan KPK

Langkah tegas Pemprov Jambi sejalan dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam evaluasi Monitoring Center for Prevention (MCP) 2025, KPK menekankan pentingnya penegakan disiplin yang transparan dan terukur.

KPK mendorong pemerintah daerah menerapkan sanksi yang konsisten agar aparat tidak menyalahgunakan kewenangan.

Pemprov Jambi Perkuat Pengawasan Internal

Selanjutnya, Pemprov Jambi memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Pemerintah daerah meningkatkan audit rutin dan memperketat pengawasan internal.

Baca Juga :  Optimalisasi PPPK: Profesional, tapi Tertekan Jarak Kerja

Melalui langkah ini, Pemprov Jambi menjaga akurasi data kepegawaian. Pemerintah juga membentuk perilaku aparatur agar tetap patuh pada hukum dan aturan.

Pemerintah Sampaikan Peringatan Tegas

Kasus pemberhentian terhadap lima ASN dan satu PPPK menjadi peringatan keras bagi seluruh pegawai Pemprov Jambi. Pemerintah daerah menegaskan akan menjatuhkan sanksi tertinggi terhadap setiap pelanggaran disiplin berat.

Dengan penegakan aturan yang konsisten, Pemprov Jambi menargetkan birokrasi yang profesional, bersih, dan berintegritas.(*)

Berita Terkait

Jalan Pelompek–Pauh Tinggi Mulai Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci!
Viral RSUD Sungai Penuh, Sekda Siapkan Langkah Tegas!
Safari Ramadhan Dimulai, Bupati Kerinci Tekankan Kehadiran Pemerintah di Tengah Warga
Komisi II DPR RI Datang ke Jambi, Bahas BUMD dan Konflik Agraria
DPR RI Kunker di Jambi, Sengketa Lahan Jadi Pembahasan Utama
Melintas Siang Hari, Truk Batu Bara Diputar Balik Polisi di Tembesi
Rujukan Mendesak Terhambat, Pelayanan RSUD Sungai Penuh Disorot
Dugaan Pengalihan Alur Sungai di Tebo Tuai Sorotan WALHI
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:30 WIB

Jalan Pelompek–Pauh Tinggi Mulai Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci!

Minggu, 22 Februari 2026 - 08:30 WIB

Viral RSUD Sungai Penuh, Sekda Siapkan Langkah Tegas!

Minggu, 22 Februari 2026 - 07:30 WIB

Safari Ramadhan Dimulai, Bupati Kerinci Tekankan Kehadiran Pemerintah di Tengah Warga

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:00 WIB

Komisi II DPR RI Datang ke Jambi, Bahas BUMD dan Konflik Agraria

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:30 WIB

DPR RI Kunker di Jambi, Sengketa Lahan Jadi Pembahasan Utama

Berita Terbaru

Ilustrasi kredit menganggur perbankan masih tinggi. (Sumber/Google)

Bisnis

Dana Triliunan Mengendap, Ada Apa dengan Kredit Perbankan?

Minggu, 22 Feb 2026 - 11:00 WIB

ASN. (Sumber/Google)

Nasional

Sinyal Kuat dari DPR: Guru Madrasah Swasta Menuju PPPK

Minggu, 22 Feb 2026 - 10:00 WIB