BISNIS,JS – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan sejumlah saham dalam pengawasan Unusual Market Activity (UMA) yang mulai berlaku pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026. Langkah ini diambil setelah bursa mencermati pergerakan harga dan pola transaksi yang dinilai tidak wajar.
Selanjutnya, BEI memasukkan saham dari berbagai sektor ke dalam daftar tersebut. Saham yang masuk radar meliputi PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP), PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA), PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), serta PT Mahkota Group Tbk (MGRO).
Pergerakan di Luar Pola Normal
Berdasarkan pemantauan BEI, saham BIPP, JAYA, KAQI, dan TAMA mencatat lonjakan harga yang melampaui pola transaksi harian. Di sisi lain, saham MGRO menunjukkan indikasi pola transaksi yang tidak lazim sehingga ikut masuk pengawasan.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa penetapan UMA tidak otomatis mengindikasikan pelanggaran. Ia menyampaikan hal tersebut dalam keterangan resmi pada Kamis (26/2/2026).
BEI Minta Investor Lebih Cermat
Karena itu, BEI mendorong investor untuk bersikap lebih hati-hati. Investor perlu mencermati klarifikasi emiten kepada bursa, menilai kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan, serta mengkaji rencana aksi korporasi—terutama yang belum mendapat persetujuan RUPS. Selain itu, investor juga perlu mempertimbangkan berbagai risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Tekanan Harga di Awal Perdagangan
Sementara itu, pada awal perdagangan Jumat (26/2/2026), sejumlah saham dalam daftar UMA justru bergerak melemah. Saham BIPP turun tajam 14,42 persen ke level Rp89 per saham dan menyentuh batas auto reject bawah (ARB). Pada waktu yang sama, saham JAYA terkoreksi 6,42 persen ke posisi Rp204 per saham.
Tekanan juga menghantam saham KAQI yang merosot 14,52 persen ke level Rp106 per saham. Berbeda dengan yang lain, saham TAMA bergerak datar di harga Rp86 per saham. Adapun saham MGRO turun terbatas 1,42 persen ke level Rp695 per saham.
Dengan pengumuman ini, BEI berharap investor tetap mengedepankan analisis dan informasi yang memadai, serta tidak terpancing oleh fluktuasi harga jangka pendek.
Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)









